<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082</id><updated>2011-07-28T05:56:44.316-07:00</updated><category term='Kumpulan Tulisan'/><title type='text'>Kembara Ilmu</title><subtitle type='html'>Mencari Arti Kehidupan untuk Bekal Keabadian</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>43</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-7427900833483781260</id><published>2008-12-01T23:30:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T23:32:55.304-08:00</updated><title type='text'>Lahan di Luar Jawa Belum Dioptimalkan</title><content type='html'>Oleh: Hermas Effendi Prabowo &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari segala kontroversi yang melingkupinya, Israel saat ini berhasil memanfaatkan lahan pertanian yang semula gersang menjadi subur. Keberhasilan Israel membangun sektor pertanian melalui program ekstensifikasi itu tidak dapat dipisahkan dari kerja keras mereka membangun jaringan irigasi.&lt;br /&gt;Bahkan, lebih dari lima dekade, negara yang selalu terlibat konflik berkepanjangan itu banyak terlibat dalam pembentukan dan pelaksanaan program kerja sama pertanian internasional. Keterlibatan kerja sama itu melalui Kementerian Pertanian dan Pusat Pengembangan Masyarakat untuk Kerja Sama Pengembangan Pertanian Internasional (CINADCO).&lt;br /&gt;Tidak dapat dimungkiri, melalui Kibutz—semacam komunitas pertanian yang dirancang dengan pembagian tugas pengelolaan pertanian, pilihan produk yang akan ditanam, pembagian tempat tinggal, dan lokasi pertanian hingga pasar—Israel dapat membangun pertanian yang mandiri.&lt;br /&gt;Ketika pertama kali imigran Yahudi dari seluruh penjuru dunia datang, masih banyak tanah yang gersang di Israel. Sebagian bahkan masih berupa gurun pasir yang kering.&lt;br /&gt;Ketersediaan sumber daya air masih menjadi hambatan utama. Namun, mereka pantang menyerah. Untuk mengubah tanah-tanah marginal itu, mereka membangun saluran pipa air yang panjangnya puluhan kilometer.&lt;br /&gt;Air sungai dan danau dari bagian utara Israel ”dipaksa” melintasi pipa-pipa besar itu untuk mengairi lahan pertanian mereka di bagian selatan yang gersang. Salah satu contohnya adalah Negev. Daerah yang semula gurun itu kini berubah menjadi daerah pertanian yang subur.&lt;br /&gt;Lain kisahnya dengan Indonesia. Bangsa Indonesia saat ini justru menghadapi ancaman krisis lahan pertanian. Puluhan ribu hektar lahan pertanian setiap tahun diokupasi untuk pembangunan jalan, pusat perbelanjaan, perkantoran, rumah toko, pusat jasa, dan permukiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan tidak tepat&lt;br /&gt;Dari segi topografi, kondisi lahan di Indonesia jauh lebih baik dibandingkan dengan Israel. Setidaknya Indonesia memiliki 25,42 juta hektar lahan yang berpotensi untuk pengembangan sektor pertanian, khususnya sawah.&lt;br /&gt;Lahan itu tersebar di Sumatera sekitar 5,18 juta hektar (ha), Bali dan Nusa Tenggara 0,48 juta ha, Kalimantan 5,4 juta ha, Sulawesi 1,93 juta ha, Maluku-Papua 8,0 juta ha, dan di Jawa 4,3 juta ha.&lt;br /&gt;Dari potensi lahan itu, baru 8,5 juta ha yang dimanfaatkan. Selebihnya masih terkendala masalah infrastruktur pertanian, seperti irigasi, jalan, tenaga kerja penggarap, dan kendala paling serius, yaitu tidak adanya kesungguhan pemerintah.&lt;br /&gt;Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Siswono Yudo Husodo, lahan sawah yang subur itu tidak dapat diciptakan dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;Harus melalui proses panjang. ”Indramayu bagian utara dulu juga tanah asin, tetapi karena ratusan tahun dimanfaatkan untuk pertanian menjadi subur,” kata Siswono yang saat ini menggarap 14.000 ha lahan pertanian di Merauke untuk budidaya tanaman pangan.&lt;br /&gt;Begitu pula tanah di luar Pulau Jawa, tidak akan subur dengan sendirinya kalau dibiarkan.&lt;br /&gt;Direktur Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian Irsal Las mengatakan, lahan di luar Jawa dapat dikelola dengan baik melalui pendekatan teknologi. Misalnya melakukan reklamasi, baik secara fisik, seperti sistem drainase, maupun kimiawi dengan pengapuran.&lt;br /&gt;Di luar Jawa, seperti Sumatera dan Kalimantan, banyak lahan kering dengan kandungan belerang dan zat besi tinggi. Harus ada pendekatan teknologi pertanian, mulai dari perbenihan hingga pengolahan tanah untuk mengoptimalkan penggunaan lahan di sana.&lt;br /&gt;Di luar daerah dengan kondisi lahan seperti itu, ada daerah tertentu yang bagus untuk dikembangkan, seperti Riau, Jambi (Kalimantan Timur), Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Papua. Dukungan infrastruktur pertanian, terutama irigasi, amat diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalihan fokus kebijakan&lt;br /&gt;Menurut Siswono, keberhasilan Indonesia melakukan ekstensifikasi pertanian pada era Orde Baru tidak lepas dari keberhasilan program transmigrasi. Di mana perpindahan penduduk menjadi modal kerja utama sektor pertanian di luar Jawa.&lt;br /&gt;Namun, kebijakan transmigrasi itu sekarang tidak lagi berjalan. Masyarakat pun terkonsentrasi di Jawa. Sekitar 80 persen dari penduduk Sumatera yang bermigrasi, mereka menuju ke Jawa. Begitu pula 90 persen dari penduduk Kalimantan yang bermigrasi, mereka menuju ke Jawa.&lt;br /&gt;Dengan begitu, lahan-lahan pertanian baru tidak akan tercipta. Pertanian semakin dijauhi. Kalaupun ada pencetakan sawah baru, sangat kecil.&lt;br /&gt;Lemahnya komitmen pemerintah melakukan ekstensifikasi pertanian tampak dari kebijakan berbagai program subsidi sektor pertanian yang hanya fokus ke Jawa.&lt;br /&gt;Produktivitas tanaman padi di Papua, misalnya, hanya 2,9 ton per ha, Sulawesi Tenggara 3,7 ton, Kalimantan Tengah 2,5 ton, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Barat 2,8 ton, Riau 3,0 ton, serta Jambi dan Sumatera Selatan 3,3 ton.&lt;br /&gt;Namun, program peningkatan produktivitas tanaman pangan, seperti padi, jagung, dan kedelai, justru terfokus di Pulau Jawa. Misalnya, bantuan benih unggul, pembiayaan pertanian, permodalan, dan perbaikan infrastruktur pertanian lebih banyak di Pulau Jawa. Lalu untuk apa semua itu?&lt;br /&gt;Yang terjadi kemudian, peningkatan produksi tidak banyak berarti. Bantuan subsidi pupuk dan benih yang setiap tahun diberikan senilai lebih dari Rp 10 triliun hanya mampu mendongkrak produktivitas padi di Jawa rata-rata 500 kuintal per ha.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, ratusan triliun anggaran dan subsidi sektor pertanian tidak mampu mempercepat laju pembangunan ekonomi bangsa.&lt;br /&gt;Padahal, bila fokus pembangunan pertanian dialihkan ke luar Pulau Jawa, dana pemerintah sebesar itu akan mampu meningkatkan produktivitas pangan dua sampai tiga kali lipat.&lt;br /&gt;Menumbuhkan pusat-pusat perekonomian baru, penyebaran penduduk, serta pertumbuhan ekonomi yang benar-benar kuat karena ditopang pembangunan sektor riil.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-7427900833483781260?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/7427900833483781260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=7427900833483781260' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/7427900833483781260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/7427900833483781260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/12/lahan-di-luar-jawa-belum-dioptimalkan.html' title='Lahan di Luar Jawa Belum Dioptimalkan'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-68038847488366145</id><published>2008-12-01T23:27:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T23:29:18.065-08:00</updated><title type='text'>Ketika Krisis dan Bursa Global Berjatuhan</title><content type='html'>Oleh: Abun Sanda, Andi Sururi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMAIN saham menyaksikan nilai uangnya menyusut di depan mata. Harga saham yang tadinya sangat tinggi kemudian terus mengempis dalam waktu singkat. Kini, ada selembar saham yang harganya lebih murah ketimbang sebiji permen.&lt;br /&gt;Optimisme yang semula mekar di setiap sudut lantai perdagangan saham kini sulit mencari ekspektasi positif di labirin bursa. Menaruh sedikit harapan harga saham tidak turun hari ini atau besok terasa amat sulit.&lt;br /&gt;Ini bukan provokasi. Penjualan secara membabi buta (panic sellling) merupakan pemandangan sehari-hari. Seolah tidak ada lagi pilihan kata yang tepat untuk menggambarkan situasi pasar yang menggila. Bukan hanya investor. Tidak sedikit di antara manajemen emiten yang kelimpungan memadamkan gejolak yang membakar pasar saham, termasuk saham perusahaannya sendiri.&lt;br /&gt;Seolah-olah hanya satu kata yang terdengar di pasar... jual... jual... jual...! Maka, semakin runtuhlah harga saham. Indeks harga saham terus tertekan. Jumlah saham yang mengalami penurunan harga lebih banyak ketimbang saham yang meningkat harganya. Kalaupun sempat naik sedikit dengan susah payah, dalam sekejap bisa hancur lagi dengan sebab yang tak jelas juntrungannya.&lt;br /&gt;Indeks harga saham gabungan (IHSG), misalnya, terus tertekan mencapai titik terendah baru setiap hari. Tak terkecuali Indeks Kompas100 yang biasanya lebih tangguh dibandingkan dengan indeks-indeks saham lainnya. Ditimpali pula melemahnya kurs rupiah.&lt;br /&gt;Bukan hanya pasar saham Jakarta yang terpuruk. Seluruh dunia juga mencatat keterpurukan. Bahkan, banyak indeks saham yang jatuh lebih dalam, lebih besar, ketimbang indeks dan harga saham di Bursa Efek Indonesia.&lt;br /&gt;Adanya siklus bisnis. Setelah mencapai titik nadirnya, arah siklus itu akan bergerak naik. Apakah kondisi pasar saham Indonesia sudah mencapai titik nadir untuk bangkit kembali? Tidak ada yang tahu. Meratapi kondisi pasar pun tidak berguna. Risiko selalu melekat erat pada investasi. Seberapa besar potensial kerugian yang dipikul investor akibat kejatuhan pasar saham, sebesar itu pulalah risiko yang dikantongi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkuat pasar domestik&lt;br /&gt;Dengan resesi, bisnis lesu, dan laju pertumbuhan ekonomi menurun yang terjadi di Amerika Serikat, Eropa, serta Jepang, jelaslah apa yang bakal terjadi pada Indonesia. Ketiganya merupakan tujuan utama ekspor produk Indonesia. Permintaan akan produk dari Indonesia pun bisa merosot sehingga perusahaan produsen barang manufaktur dan produk primer (pertanian, pertambangan, perikanan, dan perkebunan) menjadi kesulitan memasarkan produknya. Pendapatan Indonesia dari ekspor ke sana menciut.&lt;br /&gt;Persoalan menjadi semakin rumit karena perusahaan mesti menanggung beban tambahan dari melemahnya nilai tukar rupiah sehingga pengeluaran rupiah untuk membayar utang dan mengimpor bahan baku menjadi membengkak. Ditimpa lagi dengan beban suku bunga pinjaman bank. Apalagi, kini muncul desakan dan gerakan ”tidak mau tahu” dari buruh agar perusahaan menaikkan upah minimum. Semakin lengkaplah kerumitan persoalan dunia usaha, termasuk emiten.&lt;br /&gt;Dalam kondisi demikian, ancaman pemutusan hubungan kerja antara buruh dan perusahaan semakin terbuka lebar. Pengangguran membengkak, berarti daya beli masyarakat secara keseluruhan semakin mengecil. Turunnya daya beli menekan permintaan akan produk barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan sehingga semakin melengkapi keterpurukan dunia usaha.&lt;br /&gt;Memperkuat pasar dalam negeri dalam arti masih tingginya permintaan domestik sejatinya menjadi tumpuan bagi perusahaan untuk memperpanjang daya tahan hidupnya.&lt;br /&gt;Akan tetapi, urusan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasar dalam negeri yang tertekan oleh daya beli masyarakat, kemungkinan pasar domestik bakal diserbu pula barang dumping dari luar negeri, juga menganga lebar-lebar. Ini masuk akal karena perusahaan di luar negeri juga berupaya mencari pasar lain setelah pasar domestiknya pun tertekan.&lt;br /&gt;Memperkuat pasar domestik tidak ada cara lain, kecuali menjaga daya beli masyarakat tetap tinggi. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memperlancar penyerapan anggaran pemerintah pusat dan pemerintahan di daerah. Soalnya, kini ada sekitar Rp 90 triliun dana pemerintah daerah yang ditaruh di perbankan untuk menikmati bunga bank yang semakin meningkat pula.&lt;br /&gt;Dengan cara itu, terutama jika anggaran menganggur itu dipakai untuk mendorong pembangunan infrastruktur yang menyerap lapangan kerja banyak, selain menjadi katup pengaman bagi tenaga kerja, juga bisa menjadi penyulut api pertumbuhan ekonomi terus menyala, menciptakan lapangan kerja, dan permintaan barang tetap ada. Perusahaan terus berproduksi, termasuk emiten di bursa efek tersebut. Sesederhana itukah jalan keluar dari kemelut ini. Tentu saja kompleks. Tetapi, langkah yang sederhana pun tanpa implementasi juga tak membuahkan hasil.&lt;br /&gt;Perbankan yang masih memiliki dana besar yang ”menganggur” mesti pula memiliki komitmen untuk menyelamatkan perekonomian bangsa ini. Kucurkanlah dana-dana itu kepada pengusaha mikro, pengusaha-pengusaha skala kecil yang tangguh dan tanpa niat mengemplang itu, agar menciptakan bisnis, lapangan kerja, dan pendapatan bagi masyarakat. Mudahkanlah urusannya untuk mengakses pendanaan usaha, dengan mengurangi birokrasi dan persyaratan yang sulit dipenuhi mereka.&lt;br /&gt;Para regulator, termasuk pengawas pasar modal dan pasar uang, mesti meningkatkan ketajaman pengawasannya terhadap perilaku para ”pemain” yang diawasinya. Meningkatkan integritas pasar, menegakkan aturan, dan membuat aturan pencegahan perilaku buruk tidak bisa ditawar untuk memelihara kepercayaan investor di pasar. Tanpa upaya bersama dan serentak secara signifikan untuk mengatasi persoalan, jelas arah perekonomian, termasuk bursa saham sebagai jendelanya, bakal suram pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulkan potensi&lt;br /&gt;Apa yang paling menarik dilakukan kini oleh pengusaha? Eksekutif properti AH Marhendra menyatakan, konsolidasi ialah hal paling mutlak dilakukan. Kumpulkan kembali semua potensi yang terserak agar menjadi energi amat kuat untuk berdiri tegak di tengah badai krisis. Formula lain, merampingkan manajemen, memotong anggaran yang tidak perlu. Akan tetapi, di sisi lain, membelanjakan anggaran besar agar sangat aktif di semua lini pasar.&lt;br /&gt;Marhendra percaya masih banyak ceruk pasar yang belum digali, masih besar potensi pasar yang tersembunyi di sekeliling masyarakat, termasuk di pelbagai provinsi. ”Setiap hari ada pernikahan dan kelahiran anak. Tidak mungkin mereka tidak membutuhkan rumah. Kan tidak elok selalu tidur di rumah mertua indah,” ujar Marhendra, COO SpringHill. Di sisi lain, tim kreatif perusahaan properti harus bekerja keras mendesain rumah yang cakep, kokoh, tetapi sekaligus terjangkau. Inilah tantangan perusahaan-perusahaan properti, juga perusahaan di bidang usaha lain,&lt;br /&gt;Pengembang senior Ciputra menyatakan, ia meminta semua anggota stafnya bekerja dan berproduksi secara sangat efisien. Pembangunan properti diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan konsumen, bukan untuk gagah-gagahan. Ciputra juga selalu percaya, dalam masa krisis seperti sekarang selalu ada celah untuk dimasuki para pemain properti. Dalam semua krisis selalu ada peluang, selalu ada ruang untuk berimprovisasi dan berkreasi. Pengembang senior ini pun akan meneruskan proyeknya hingga rampung. Kalau tuntas dua tahun lagi, krisis diharapkan sudah lewat dan daya beli masyarakat sudah pulih kembali. Pada saat itulah semua produknya diserbu konsumen.&lt;br /&gt;Kiat yang sama dilakukan pengembang lain, Puri Botanical Garden, Jakarta. CEO perusahaan ini, Sanusi Tanawi, menyatakan, perusahaannya beruntung sebab tidak terlampau terpengaruh oleh badai krisis ekonomi dunia yang sangat dahsyat.&lt;br /&gt;Secara umum dapat ditarik sebuah benang merah masalah, tidak ada yang membantah bahwa badai krisis ekonomi dunia ikut menerpa Indonesia. Akan tetapi, perusahaan-perusahaan yang memiliki reputasi besar tidak putus harapan. Mereka justru menggelar jurus-jurus kreativitas dan inovasi. Mereka mengerahkan segenap energi untuk berkompetisi di ruang amat sempit dengan para pebisnis lainnya. Menariknya, tidak ada yang gentar, semua yakin memiliki strategi terbaik memenangi ceruk pasar yang sempit. Menarik menanti siapa yang menyiapkan formula paling jitu. Siapa yang mampu meraup laba terbesar pada saat krisis. Yang mampu melakukannya niscaya merupakan perusahaan yang sangat berkelas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-68038847488366145?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/68038847488366145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=68038847488366145' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/68038847488366145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/68038847488366145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/12/ketika-krisis-dan-bursa-global.html' title='Ketika Krisis dan Bursa Global Berjatuhan'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-7570979742629617819</id><published>2008-12-01T23:17:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T23:23:49.208-08:00</updated><title type='text'>Mengendalikan Inflasi, Ciptakan Stabilitas Upah</title><content type='html'>Oleh: Hamzirwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap ada guncangan pada dunia usaha, buruh menjadi ”sasaran” pertama yang diutak-atik. Dua bulan terakhir, rencana mengendalikan upah minimum demi mencegah agar perusahaan berorientasi ekspor tidak kolaps telah memicu polemik. Upaya itu sulit diterima, apalagi jika inflasi terus membubung dan rupiah melemah.&lt;br /&gt;Seharusnya, pemerintah menjadikan pengendalian tingkat inflasi sebagai kunci utama untuk memenuhi permintaan pengusaha agar upah buruh tidak naik setiap tahun.&lt;br /&gt;Menurut Badan Pusat Statistik, Senin (1/12), inflasi Januari-November mencapai 11,1 persen. Adapun untuk periode November 2008 dibandingkan November 2007 sudah 11,6 persen.&lt;br /&gt;Inflasi terutama didorong oleh naiknya harga kebutuhan pokok, seperti beras atau minyak goreng. Ini faktor yang memengaruhi kenaikan nilai kebutuhan hidup layak (KHL).&lt;br /&gt;Peraturan Mennakertrans Nomor Per-17/Men/VIII/2005 tentang Komponen dan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak, yang ditetapkan 26 Agustus 2005, KHL merupakan standar kebutuhan yang harus dipenuhi seorang pekerja atau buruh lajang untuk dapat hidup layak, baik fisik, nonfisik, dan sosial, selama satu bulan.&lt;br /&gt;Seorang pekerja dianggap hidup layak jika upahnya mampu memenuhi kebutuhan 3.000 kalori per hari. Oleh karena itu, KHL menjadi salah satu pertimbangan dalam penetapan upah minimum, selain produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.&lt;br /&gt;Ada tujuh komponen KHL yang selalu dihitung, yaitu makanan dan minuman, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan, transportasi, serta rekreasi dan tabungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan dan transportasi&lt;br /&gt;Komponen utama yang selalu berubah dan menyebabkan nilai UMP selalu naik adalah makanan, minuman, dan transportasi. Inflasi menjadi penyebab ketiga faktor ini selalu berubah.&lt;br /&gt;Apabila tingkat inflasi tetap, nilai KHL tentu relatif stabil dari tahun ke tahun. Dengan demikian, nilai KHL tahun berjalan yang dihitung dewan pengupahan sebelum menentukan upah minimum tahun berikutnya pun menjadi relatif stabil.&lt;br /&gt;Menurut Presiden Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Yanuar Rizky, persoalan krusial saat ini adalah pemerintah tidak mampu mengendalikan inflasi. Harga kebutuhan pokok selalu naik.&lt;br /&gt;”Pemerintah seharusnya menyentuh inti masalah, yaitu pengendalian inflasi. Upah hanyalah anak masalah, yang ditahan bagaimana pun kalau inflasi tinggi tak akan menyelesaikan konflik,” tutur Yanuar.&lt;br /&gt;Inflasi yang terkendali akan membuat tujuh komponen penentu KHL menjadi lebih stabil.&lt;br /&gt;Pemerintah sebenarnya memang sudah berupaya mengendalikan harga beras lewat operasi pasar dan instrumen pelayanan umum Perum Bulog. Namun, inflasi karena kenaikan ongkos transportasi telah membuat nilai KHL tetap tinggi.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pemerintah sebaiknya terus mencari jalan mengendalikan KHL lewat harga pasar.&lt;br /&gt;Upaya mengendalikan kenaikan upah minimum hanya akan membentur tembok. Bukan rahasia lagi kalau sejak krisis 1998 buruh belum pernah menikmati upah sesuai KHL.&lt;br /&gt;Tahun 2008, baru tiga provinsi yang menetapkan upah minimum sesuai KHL, yakni Sumatera Utara (105 persen), Kalimantan Selatan (104 persen), dan Sulawesi Tenggara (109,3 persen). Masih banyak provinsi yang menetapkan upah minimum di bawah KHL, seperti Sumatera Selatan (67,5 persen) dan Jawa Timur (98,6 persen).&lt;br /&gt;Kondisi ini membuat buruh selalu menantikan besaran kenaikan upah minimum provinsi setiap akhir tahun. Walau secara riil nilai upah mereka tidak naik, kenaikan nominal upah yang diterima sudah cukup melegakan hati kaum buruh.&lt;br /&gt;Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (K-SBSI) Rekson Silaban mengatakan, wakil serikat buruh di dewan pengupahan daerah selalu memperjuangkan agar upah minimum disetarakan dengan nilai KHL. Namun, kondisi perekonomian yang belum menggembirakan seperti sekarang menyebabkan kenaikan upah minimum yang disepakati belum sesuai harapan.&lt;br /&gt;”Itu sebabnya kami minta agar jangan upah buruh yang dikurangi bila ada masalah ekonomi. Lebih baik pemerintah konsentrasi memperbaiki berbagai hal yang menyebabkan iklim investasi terganggu,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawasan&lt;br /&gt;Kondisi itu membuat buruh sulit merelakan upah minimum mereka yang di bawah KHL dipotong lagi di saat krisis.&lt;br /&gt;Kepercayaan buruh terhadap pengusaha pun rendah karena sebagian pengusaha tidak membayar utuh dan enggan menyertakan mereka dalam Jamsostek.&lt;br /&gt;Menurut Rekson, lemahnya pengawasan ketenagakerjaan menyebabkan banyak praktik penyimpangan terhadap hak-hak buruh, terutama pembayaran upah dan kepesertaan Jamsostek. Padahal, dua hal itu diatur undang-undang. Pihak yang melanggar dapat dikenai sanksi pidana.&gt;w 9738m&lt;&lt;br /&gt;"Jika selama ini buruh dikhianati hak-haknya, bagaimana mereka mau ikut berkorban di saat sulit seperti sekarang. Sekarang tinggal bagaimana sikap pemerintah saja,” kata Rekson.&lt;br /&gt;Buruh melihat upah minimum sebagai harga mati karena implementasinya sering menyalahi aturan. Semestinya, upah minimum hanya untuk buruh lajang yang baru bekerja. Namun, ada pengusaha yang menjadikan upah minimum sebagai acuan penetapan gaji buruh.&lt;br /&gt;Jika buruh tersebut berstatus karyawan tetap, tentu lambat laun sesuai masa kerja dia seharusnya mengalami kenaikan upah, mengikuti inflasi. Namun, bagaimana jika dia hanya buruh kontrak yang harus siap tak dipakai lagi tahun depan?&lt;br /&gt;Lemahnya pengawasan menyebabkan buruh selalu menjadi bulan-bulanan. Meski demikian, buruh tak mampu berbuat banyak karena potensi menjadi penganggur baru selalu ”mengancam” setiap saat.&lt;br /&gt;Menurut laporan ketenagakerjaan Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organization/ILO), berjudul ”Tren Ketenagakerjaan dan Sosial di Indonesia 2008”, sedikitnya 52,1 juta orang dari 108 juta pekerja tak mampu keluar dari jurang kemiskinan.&lt;br /&gt;Mereka menerima upah kurang dari 2 dollar AS per hari, atau hanya kurang dari Rp 20.000 per hari. Ini tentu jauh dari mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, mereka harus menerima keadaan itu karena tak ada pilihan pekerjaan lain yang lebih layak.&lt;br /&gt;Akan tetapi, menurut Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton Supit, perusahaan yang masih memiliki kemampuan selama krisis global saat ini tetap memberikan upah yang layak kepada buruh.&lt;br /&gt;Hanya saja, kata Anton, kondisi krisis sudah ada di depan mata. Semua orang harus segera mempersiapkan diri agar tidak menjadi korban.&lt;br /&gt;Anton mengatakan, pengusaha industri berorientasi ekspor dengan bahan baku impor meminta sedikit kerelaan buruh agar bersedia menunda atau tidak menaikkan sama sekali upah minimum tahun 2009.&lt;br /&gt;”Kalau industri yang kekurangan order pun dipaksa menaikkan upah minimum, bisa-bisa mereka kolaps dan terjadi PHK. Kondisi sekarang sudah demikian parah. Data resmi PHK memang belasan ribu, tetapi kami yakin yang riil di lapangan sudah ratusan ribu orang,” ujar Anton.&lt;br /&gt;Kini, buruh bagai makan buah simalakama. ”Dimakan mati ayah, tak dimakan mati ibu”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-7570979742629617819?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/7570979742629617819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=7570979742629617819' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/7570979742629617819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/7570979742629617819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/12/mengendalikan-inflasi-ciptakan.html' title='Mengendalikan Inflasi, Ciptakan Stabilitas Upah'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-353804590751896382</id><published>2008-11-27T23:21:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T00:20:50.769-08:00</updated><title type='text'>Di Balik Sukses Honda</title><content type='html'>[SOICHIRO HONDA : “Lihat Kegagalan Saya”]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki “raja jalanan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda - Soichiro Honda - diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. “Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever.&lt;br /&gt;Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi…&lt;br /&gt;Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.&lt;br /&gt;Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.&lt;br /&gt;Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.&lt;br /&gt;Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.&lt;br /&gt;Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.&lt;br /&gt;Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliah&lt;br /&gt;Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah - pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.&lt;br /&gt;“Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya,” ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.&lt;br /&gt;Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.&lt;br /&gt;Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.&lt;br /&gt;Akhirnya, tahun 1947,setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapatmenjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, “sepeda motor” - cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi “raja” jalanan dunia, termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;Soichiro Honda mengatakan, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru dan berusahalah untuk merubah mimpi itu menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorangdengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin. Jadi buat apa kita putus asa bersusah hati merenungi nasib dan kegagalan. Tetaplah tegar dan teruslah berusaha, lihatlah Honda sang “Raja” jalanan.&lt;br /&gt;Kami keluarga besar motor Honda percaya tahun 2005 adalah tahun milk Anda. Teruslah berkarya dan berusaha . Kami turut berdoa, semoga tahun 2005 adalah tahun keberhasilan bagi Anda dan kita semua. Amiiin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Resep keberhasilan Honda :&lt;br /&gt;1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.&lt;br /&gt;2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.&lt;br /&gt;3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.&lt;br /&gt;4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.&lt;br /&gt;5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-353804590751896382?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/353804590751896382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=353804590751896382' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/353804590751896382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/353804590751896382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/di-balik-kesuksesan-honda.html' title='Di Balik Sukses Honda'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-7964706194195863126</id><published>2008-11-27T23:18:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T00:16:23.834-08:00</updated><title type='text'>Mengibarkan Bendera Delapan Goresan</title><content type='html'>[Seri Toyota Bag. 5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Praginanto - Majalah Tempo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50 th usia Toyota Motor Company. Kini usahanya tersebar seluruh dunia tahun depan Toyota City terwujud di AS dan Kanada. Di Indonesia PT. Astra sebagai wakilnya. kekayaannya kedua setelah grup BCA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INILAH puncak acara, 3 November, di Toyota City: ribuan orang mengangkat gelas sampanye masing-masing, lalu "banzai ... ", mangayu bagya keluarga besar Toyoda yang merayakan 50 tahun usia Toyota Motor Company (TMC). Itu semacam balasan atas hadiah yang sebelumnya ditebarkan keluarga Toyoda ke alamat anak perusahaan dan mitra dagang di berbagai penjuru dunia.&lt;br /&gt;Peristiwa itu memang luar biasa. Karena keluarga Toyoda, yang sekarang dipimpin Shoichiro Toyoda, selama ini sangat tertutup. Wartawan lokal sering menyisipkan kata "Otoboke", artinya "bisu" atau bisa juga "berlagak bego", di antara dua kata nama presiden TMC itu. Tokoh itu memang jarang ke luar kandang. Kontaknya dengan dunia luar hanya dianggap basa-basi. Misteri seperti dibangun di sekeliling tembok Toyota City.&lt;br /&gt;Pintu Toyota, boleh dibilang, hanya dibuka untuk karyawan dan keluarganya. Entah anak, entah cucunya. Di luar itu, boleh-boleh saja masuk, tapi jangan terlalu berharap bisa dapat promosi.&lt;br /&gt;Dan model pintu tertutup itu sangat diyakini keluarga Toyoda sebagai kunci sukses. Kekompakan bisa dipelihara, karena para karyawan senior tak hanya makin setia, tapi juga tidak akan mengeluh macam-macam.&lt;br /&gt;Kisah sukses Toyota diyakini orang Jepang lahir dari mistik. Kata toyota dalam huruf kanji terdiri dari 8 goresan. Angka yang diyakini oleh orang Jepang sebagai angka keberuntungan.&lt;br /&gt;Juga berasal dari kekompakan antara kejengkelan dan nafsu besar. Adalah Shotaro Kamiya, salah satu manajer kantor perwakilan General Motor di Tokyo, jengkel pada perusahaannya, karena dianggap tak mau tahu soal adat dan kondisi bisnis di Jepang. Omongannya tak pernah didengar oleh rekan-rekan Amerika-nya yang hanya menganut satu prinsip: "Agen harus mampu menyetor hasil penjualannya sesuai dengan jadwal, atau didrop."&lt;br /&gt;Lebih frustrasi, kantor pusat di Detroit menugasinya untuk mengirim semua informasi tentang Jepang. Mengingat, pada 1934, Jepang angkat kaki dari Liga Bangsa-Bangsa dan tak mengakui lagi Perjanjian Perlucutan Senjata Washington. Patriotisme tersentuh. "Konflik ini membuat saya berpikir untuk mengundurkan diri," demikian tulis Kamiya dalam otobigrafinya, yang berjudul My Life With Toyota.&lt;br /&gt;Nasib kemudian mempertemukannya dengan teman lamanya di Nagoya, Tojiro Okamoto, yang pernah menjadi manajer di Toyoda Spinning and Weaving Co., milik Sakichi Toyoda. Dari sini ia tahu bahwa anak sulung pengusaha elite itu, Kiichiro Toyoda, sedang kerja keras untuk mendirikan pabrik mobil.&lt;br /&gt;Sudah sejak 1921, Kiichiro mempelajari industri mobil, baik di Eropa maupun Amerika Serikat. Ditemukan kenyataan bahwa dia harus berhadapan dengan Ford dan GM yang mendominasi pasar industri otomotif di negerinya. Lalu Kiichiro, pada 1930, nekat minta ruangan khusus di salah satu pabrik mesin tenun otomatis ayahnya, Toyoda Automatic Loom Works (TALW).&lt;br /&gt;Di sana dia mengumpulkan sekelompok insinyur. Mereka kerja keras siang-malam. Sang ayah ternyata mendukung. Pada 1933, ia membuka departemen otomotif di pabriknya, untuk menampung kegiatan Kiichiro.&lt;br /&gt;Pertemuan antara Kiichiro dan Kamiya diatur Okamoto pada 1934. Blak-blakkan mereka berbicara: Kiichiro, dengan para insinyurnya, hanya mampu membuat mobil tapi nol besar dalam pemasaran. Kamiya tentu saja dapat mengisi kelemahan itu. Berapa bulan kemudian setelah menyaksikan sendiri beberapa model truk karya kelompok insinyur Kiichiro, tekad Kamiya bulat sudah. Oktober 1935, cikal bakal pabrik mobil Toyota ini memiliki manajer penjualan yang pertama, dan tangguh.&lt;br /&gt;Sebulan kemudian, sebuah truk model G-1 dipromosikan besar-besaran di Tokyo Automobile Hotel. Langkah yang sedikit nekat, mengingat Kamiya sendiri tahu, karya pertama itu masih rapuh.&lt;br /&gt;Langkah berikutnya adalah menerapkan jurus banting harga: per unit 2.900 yen atau 200 yen lebih murah dibanding truk buatan GM dan Chevrolet. Tentu saja rugi. Karena biaya produksi masih tinggi.&lt;br /&gt;Kamiya lalu mulai bergerilya. Agen-agen GM, yang kebetulan sudah lama memendam rasa jengkel, satu per satu digarap. Sebagian besar ternyata terbujuk dengan janji Kamiya: mereka akan mendapat bantuan modal, dan diperlakukan sebagai partner, bukan anak buah.&lt;br /&gt;Dewi Keberuntungan rupanya berpihak pada Toyoda dkk. Mei 1936, pemerintah mengumumkan undang-undang pembuatan kendaraan bermotor, yang, disamping memperpanjang jalur birokrasi, juga mengenakan tarif tinggi bagi mobil impor. Bisnis Ford dan GM kontan melorot. Sigap Kiichiro memanfaatkan peluang itu.&lt;br /&gt;Dua bulan sesudah perundangan itu keluar, Kiichiro mengadakan kontes desain logo, dan memilih nama paling tepat untuk sedan barunya yang bernama Toyoda AA. Yang terpilih adalah modifikasi Toyoda menjadi Toyota. Nama Toyota dianggap lebih jelas, mudah diingat, dan secara psikologi periklanan seni goresannya juga tampak lebih indah.&lt;br /&gt;Politik ekspansi, menjelang Perang Dunia II, membuat TALW menjadi industri yang penting. Pemerintah Jepang, September 1936, meminta industri "balita" itu memproduksi 3.000 unit mobil -- truk dan sedan -- per tahun untuk keperluan militer. Untuk itu Kiichiro membentuk perusahaan baru, Toyota Motor Company (TMC), yang diresmikan Agustus 1937. Presiden pertamanya adalah Risaburo Toyoda, paman Kiichiro, "Tapi semua keputusan final tetap d tangan Kiichiro," tulis Kamiya.&lt;br /&gt;Tahun itu juga TMC mulai membangun pabrik di Koromo, sekarang Toyota City, berkapasitas 1.500 unit per bulan. Untuk tahap pertama TMC harus menyisihkan 30 juta yen dari seluruh modalnya yang hanya 37 juta yen -- yang 25 juta yen itu pun pinjaman.&lt;br /&gt;Sejak itu TMC, yang kini lebih dikenal sebagai Toyota Group, terus menapak jauh di depan para saingan lokalnya. Menakjubkan. Bayangkan, sejak lebih dari sepuluh tahun lalu, Toyota sudah menduduki peringkat ketiga produsen mobil dunia. Bahkan tahun lalu, dengan memproduksi 3,6 juta unit mobil semua jenis, perusahaan itu berhasil menarik 6,3 triyun yen dari langganannya. Atau 3% dari GNP Jepang.&lt;br /&gt;Untung ada yendaka, makin menguatnya yen terhadap dolar, yang memaksa TMC mengubah sikap: tak lagi melihat negara sedang berkembang hanya sebagai pasar, tapi juga sebagai produsen suku cadang dan bahan baku. Maksud sebenarnya, tentu untuk menekan biaya produksi.&lt;br /&gt;Ketergantungannya pada impor mulai tampak mencolok sejak 1984: impornya naik 13 milyar yen menjadi 47 milyar yen. Sedangkan tahun lalu tercatat 74 milyar yen. Padahal, sebelumnya, pertumbuhannya per tahun paling di seputar 6 milyar yen.&lt;br /&gt;Memang tak ada jalan lain. Karena saingan ketat membayanginya. Belum lagi untuk mengejar yang masih di depan, GM dan Ford, yang menguasai Amerika Serikat dan Kanada -- pasar kedua Toyota setelah Jepang sendiri. Dan mereka, yang merasa rezekinya digerogoti, sudah lama berkampanye untuk mengikis pasar mobil Jepang di situ.&lt;br /&gt;Masuk akal juga. Tahun lalu, ekspor mobil segala jenis Toyota ke sana mencapai lebih dari sejuta unit, atau naik 14,8% dari tahun sebelumnya. Sebagian besar berupa mobil penumpang. Ditambah penjualan di negara-negara lain, secara keseluruhan, hampir separuh omset Toyota berasal dari pasar ekspor.&lt;br /&gt;Apalagi Toyota terus memberi tanda akan membanjiri dunia dengan mobilnya. Seperti diucapkan Shoichiro Toyoda, dua pekan ilam, "Pasar dunia akan terus naik 2% sampai 3% per tahun." Sebuah ucapan yang meremehkan kekhawatiran para eksekutif puncak produsen mobil lainnya di Eropa dan Amerika.&lt;br /&gt;Kekhawatiran itu, tak lain, berpangkal pada kejenuhan pasar. Dan malah sudah melanda pimpinan puncak General Motor, Roger Smith, yang meramalkan bahwa pada 1990 kelebihan kapasitas produksi mobil di dunia akan mencapai 6,5 juta unit per tahun. Di Amerika sendiri akan tercatat 2,5 juta unit kapasitas pabrik yang menganggur.&lt;br /&gt;Tapi, seperti umumnya orang Jepang, Shoichiro tetap mengibarkan semangat samurainya. Dua proyek raksasanya, yang dianggap paling prestisius, tetap dijalankan. Yakni pembangunan dua pabrik mobil sekaligus di Kanada dan Amerika Serikat, yang peletakan batu pertamanya sudah dilakukan tahun lalu, dan harus selesai tahun depan. Masing-masing berkemampuan produksi 50 ribu dan 200 ribu unit per tahun.&lt;br /&gt;Siapa tak gentar? Karena lewat kedua pabrik barunya itu, Toyota jelas sudah berencana membangun Toyota City di sana, kota benteng berisi jaringan produksi tertangguh saat ini, yang belum dimiliki oleh saingan-saingannya di sana. Jadi, tak mengherankan kalau Toyota justru dianggap ancaman terberat bagi Ford. "Toyota adalah saingan kami nomor satu," ujar Peter Slater, ahli strategi dari Ford. Baginya, ancaman General Motor atau Honda jauh lebih ringan.&lt;br /&gt;Bukti rencana itu juga sudah ada. Nippondenso Co. sudah mendirikan bengkel perakitan tak jauh dari lokasi pabrik di Battle Creek, Michigan. Perusahaan itu tak hanya sebagai pemasok komponen elektronik Toyota, tapi juga sebagai anak perusahaan.&lt;br /&gt;"Awas," begitu peringatan Maryann Keller, seorang analis industri otomotif papan atas di Amerika. Dia yakin, kalau proyek prestisius itu terwujud, Toyota akan muncul sebagai produsen mobil dengan biaya produksi terendah.&lt;br /&gt;Tak hanya itu. Keller juga menduga, Toyota sedan mempersiapkan produk-produk baru berteknologi tinggi. Antara lain mobil four heel steering, yaitu yang keempat rodanya bisa digerakkan untuk belok, dan mesin turbo berkomputer.&lt;br /&gt;Kecanggihan Toyota tak hanya dalam bidang pemasaran dan teknologi. Keluarga Toyoda juga memperkukuh bisnisnya lewat diplomasi perkawinan. Adik laki Shoichiro, misalnya, kawin dengan keluarga Shimizu, pemilik dan pengelola perusahaan konstruksi terbesar di Jepang. Sedangkan anak perempuannya dikawinkan dengan seorang pejabat tinggi di kementerian keuangan.&lt;br /&gt;Masuknya Toyota ke Indonesia, dalam bentuk investasi, 1969, tentu bukan melalui diplomasi perkawinan. Toh, Toyota dapat menjadi tulang punggung grup Astra, yang kini menjadi perusahaan otomotif terbesar di sini dengan aset Rp 1,8 trilyun. Dari sini juga sudah mulai diekspor "mobil Jepang" made in Indonesia ke mancanegara. Kelak mungkin ke Jepang -- siapa tahu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-7964706194195863126?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/7964706194195863126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=7964706194195863126' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/7964706194195863126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/7964706194195863126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/mengibarkan-bendera-delapan-goresan.html' title='Mengibarkan Bendera Delapan Goresan'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-1873820966900816396</id><published>2008-11-27T23:16:00.002-08:00</published><updated>2008-11-28T00:15:33.390-08:00</updated><title type='text'>Praktek TPS di Indonesia</title><content type='html'>[Seri Toyota Bag. 4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memproduksi sekitar 700 unit mesin Innova perhari di Pabrik Sunter berkat aplikasi TPS. Mesin-mesin itu di ekspor ke negara-negara Asia Pasifik, Afrika, Timur Tengah dan Amerika Latin.Proses produksi dimulai dari tempat menurunkan komponen dari vendor, baik lokal maupun impor (Jepang, China, Thailand). Truk berukuran besar diparkir ditempat yang sudah ditandai. Komponen ini ada yang langsung dikirim ke assembly line, ada pula yang ke divisi machining terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Di proses machining, operator dibantu dengan work instruction drawing yang digunakan untuk membandingkan hasil kerja dengan standar. Juga dilengkapi dengan point-point penting apa saja yang harus diperhatikan. Juga standar kerja yang sangat rinci hingga disebutkan tangan mana yang harus bergerak dan langkah apa selanjutnya. Untuk mengontrol kerja operator, setiap kepala team menginspeksi secara diam-diam setiap hari. Sehingga operator mau-tidak-mau harus bekerja sebaik mungkin setiap saat.&lt;br /&gt;Untuk komponen yang penting, pengujian hasil proses machining dilakukan pada setiap unit. Misalkan crankshaft yang diimpor dari RRC. Datang dalam keadaan kasar, crankshaft di proses hingga dianggap siap masuk mesin. Nah, setiap unit harus diperiksa apakah sudah memenuhi syarat dan tidak ada cacat. Bahkan saking telitinya, crankshaft yang dibuat jam 12 siang punya standar berbeda dengan crankshaft yang dibuat 1 jam sebelumnya. Masing-masing punya standar sendiri-sendiri dan bila sesuai, bisa jalan terus. Kalau tidak, disisihkan agar usaha untuk koreksinya lebih kecil.&lt;br /&gt;Di conveyor belt assembly line, setiap operator memeriksa part yang diterimanya. Bila cacat, disisihkan dan diberi catatan. Hasil kerja operator sebelumnya diperiksa. Bila Ok, dia mengerjakan tugasnya dengan cekatan dan terukur, rapi dan sesuai standar. Tidak berlebihan, tidak kurang. Tidak ada gerakan yang tidak perlu dan tidak ada satupun yang bicara. Dan hanya di wilayah kerjanya yang terbatas.&lt;br /&gt;Diatas kepala mereka bergantungan lampu berwarna kuning dan merah. Inilah em&gt;ANDON, istilah lainnya POKAYOKE, yaitu isyarat untuk menunjukkan bahwa di unit itu ada masalah dan butuh bantuan. Bila lampu kuning dinyalakan maka kepala regu akan datang untuk membantu menyelesaikan masalah dimana conveyor belt tetap berjalan. Bila masalah belum juga tuntas, maka lampu merah di nyalakan dan conveyor belt berhenti. Ini adalah prinsip JIDOKA yang juga jadi pilar TPS.&lt;br /&gt;Di ujung assembly line, setiap unit mesin menjalani “test berjalan”. Gelondongan mesin dikirim ke sebuah ruang tertutup . Kemudian ditempeli slang-slang aneka ukuran dan bentuk, yang mengalirkan bahan bakar, pelumas, pendingin, udara dan ekshaus. Sesaat kemudian terdengar deru mesin dan operator melakukan serangkaian tes, sambil memberi tanda telah dicek pada bagian-bagian mesin. Setelah slang-slang dilepas, sebelum dikirim ke tahap selanjutnya, mesin di stempel sebagai tanda lolos uji. Mesin -mesin ini keluar dengan kondisi kering, artinya sudah tidak adalagi pelumas, bensin ataupun air di dalamnya.&lt;br /&gt;Dari sini mesin di packing untuk dikirim ke pabrik perakitan mobil. Dengan TPS yang begitu efisien, teliti dan komprehensif, mesin-mesin Toyota terkenal memiliki kualitas tinggi dan mampu bekerja&lt;br /&gt;bertahun-tahun.&lt;br /&gt;Kualitas tinggi adalah berkat diterapkan Build in Quality (BiQ) dimana diterapkan konsep operator adalah inspector, seperti halnya supermarket operator selanjutnya adalah konsumen yang berhak menerima kualitas dan kuantitas terbaik dari kerja operator sebelumnya dan berhak komplain. Hasilnya kualitas terjaga, perbaikan hanya pada proses awal, bukan di tengah atau di akhir. Kualitas dibangun di dalam proses, bukan melalui repair atau perbaikan di proses selanjutnya. Dan tentu saja ada Standar Operation Procedure yang jelas. Untuk mencapai sasaran harga yang reasonable, Toyota memilih mengurangi pemborosan untuk meningkatkan keuntungan.&lt;br /&gt;Dalam buku The Toyota Way, hasil penelitian Jeffrey K. Liker selama 20 tahun, ada delapan pemborosan yang didentifikasikan Toyota dan selalu terus menerus dicari untuk dikeluarkan dari prosesnya, yaitu: (1) Produksi berlebih (over-production); (2) Waktu menunggu; (3) Transport yang tidak diperlukan; (4) Pemrosesan berlebih (inefficient processes); (5) inventori berlebih, (6) Gerakan yang tidak diperlukan (unnecessary motion); (7) produk defect; (8) Kreativitas karyawan yang tidak digunakan.&lt;br /&gt;Dalam TPS dikenal adanya istilah 3Mu (Muda, Mura, Muri) yang harus dihilangkan. MUDA artinya aktifitas yang mubazir atau tidak memberikan nilai tambah. MURA artinya melakukan pekerjaan tidak sesuai prosedur atau semrawut. MURI artinya bekerja tidak sesuai beban seharusnya. Dalam upaya tersebut juga, Toyota menerapkan prinsip JIT agar tersedianya produk saat dibutuhkan. Artinya Toyota hanya memproduksi barang sesuai kebutuhan, dalam jumlah yang diperlukan dan waktu yang ditentukan. Ini menguntungkan karena menjaga minimum stock, kualitas terjaga, hemat dan motivasi karyawan terjaga.&lt;br /&gt;Kesimpulan: Strategi TPS&lt;br /&gt;Beberapa strategi TPS:&lt;br /&gt;· Hanya membuat barang yang dapat dijual, dengan cara menerapkan konsep: &lt;br /&gt;o Takt Time: standar waktu yang diperlukan untuk membuat satu unit, dari proses material, satu part/bagian, sampai proses assembly sebagai suatu produk. &lt;br /&gt;o Just-in-time: cara produksi dengan menentukan jumlah produksi hanya berdasar jumlah barang yang benar-benar diminta, pada saat ada permintaan dengan tepat waktu. &lt;br /&gt;o Kanban: alat pengontrol produksi dan pengangkutan yang menghindari atau menghilangkan Muda dalam proses produksi serta menggunakan waktu yang tepat waktu. &lt;br /&gt;· Membuat barang yang berkualitas tinggi, dengan cara menerapkan konsep: &lt;br /&gt;o Built in Quality: standar yang harus dilakukan di dalam proses guna mencegah adanya peyimpangan. &lt;br /&gt;o Jidoka: Prinsip men-stop segera produksi abnormal. &lt;br /&gt;o Pokayoke dan Andon. Tindakan pencegahan agar masalah dalam proses dapat diketahui dan ditangani. &lt;br /&gt;· Membuat barang dengan biaya yang lebih murah dengan cara menerapkan konsep: &lt;br /&gt;o Heijunka (leveling of production): me-leveling-kan barang (produk atau part) yang bervariasi, baik dalam jumlah maupun jenisnya &lt;br /&gt;o Produksi Lot: memproduksi barang berdasarkan jenis bahan yang digunakan. Lot adalah besaran dari kumpulan material dan part yang mempunyai tujuan tertentu. &lt;br /&gt;o Standar Kerja: cara kerja atau alat yang menggabungkan perlengkapan mesin, barang, dan manusia, secara baik untuk mencapai proses produksi yang efektif dan efisien. &lt;br /&gt;Butuh waktu 15 tahun untuk menyempurnakan tool yang dikembangkan Ohno. Tahun 1965 Toyota mengejutkan dunia lewat Toyota Corona yang mendapat Deming Award untuk keunggulan kualitasnya, disusul Corolla dan model-model lainnya. Hingga kini, Toyota selalu berada di urutan atas survei kualitas dan penjualannya selalu melesat.&lt;br /&gt;Strategi TPS diatas bukanlah suatu tips untuk menjadi sebesar Toyota. Banyak perusahaan yang meniru praktek manajemen Toyota. Tapi tidak bisa sesukses Toyota, bahkan ada yang gagal. Mereka hanya ikut-ikutan menerapkan teknik atau metode tapi lupa dengan kultur korporasi Toyota yang luar biasa kuat. Namun menerapkan kultur tidak semudah meng”copy-paste” teknik dan metodologi.&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;1. Almahdy, Indra. nd. “JIT dan Toyota Production System”. Dalam Sistem Produksi Tepat Waktu. Unpublished Lecture Article. Jakarta: PSTI - UMB &lt;br /&gt;2. Koran Kontan. 2007. “Toyota Akhirnya Mengungguli GM: Kuartal I 2007, Toyota Merajai Penjualan Mobil Seantero Dunia”. Dalam Koran Kontan, 25 April 2007. Jakarta &lt;br /&gt;3. Mobilku.com. 21 Maret 2006. “TPS, resep sukses Toyota”. Dalamhttp://www.mobilku.com,&lt;br /&gt;diakses tanggal 1 Mei 2007. &lt;br /&gt;4. Otogenik.com. 20 Maret 2006. “Catatan Singkat Workshop Sistem Produksi Toyota”. Dalam http://www.otogenik.com, diakses tanggal 1 Mei 2007. &lt;br /&gt;5. Sarnianto, Prih. 2004. “Revolusi Toyota Menguasai Dunia”. SWA tanggal 14 Oktober 2004 dalam http://toyota.co.id tanggal 31 December 2004, diakses tanggal 1 Mei 2007.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-1873820966900816396?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/1873820966900816396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=1873820966900816396' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/1873820966900816396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/1873820966900816396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/tps-dalam-praktek-pt-toyota-motor.html' title='Praktek TPS di Indonesia'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-7797440491018491103</id><published>2008-11-27T23:16:00.001-08:00</published><updated>2008-11-28T00:14:29.118-08:00</updated><title type='text'>Sejarah TPS</title><content type='html'>[Seri Toyota Bag. 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara sejarah TPS tidak akan lepas dari penemuan atau munculnya ide-ide penggunaan tools dalam TPS. Tools itu adalah: just-in-time, kanban, jidoka, multi function worker dan standar kerja. TPS merupakan filosofi manufaktur yang dikembangkan TAIICHI OHNO, VP Eksekutif Toyota, ditahun 1950-an yang terinspirasi semangat kaizen. KAIZEN atau penyempurnaan kecil yang terus-menerus telah menjadi evolusi Toyota yang dalam jangka panjang tampak membuahkan hasil yang revolusioner.Praktik kaizen berakar dari ide SAKICHI TOYODA (1867-1930), pendiri group Toyota. Pada 1890, tanpa bantuan pihak ketiga melakukan upaya penyempurnaan mesin pintal varian dari sistem flying shuttle hasil penemuan 150 tahun sebelumnya di Lancashire, Inggris. Dalam jangka waktu 35 tahun, dengan praktik kaizen-nya terhadap temuan pertama ia menyalip kepemimpinan teknologi Eropa selama 150 tahun dengan keberhasilannya menciptakan mesin pintal fully automatic pertama di dunia. Hak patennya dijual ke Platt Brothers, pabrik tekstil terkemuka Lancashire, Inggris. Dimasa ini juga ia menguraikan pemikiran tentang perlunya “sistem menghentikan proses produksi saat ada masalah” atau istilahnya JIDOKA, istilah dalam bahasa Jepang yang berarti otomasi.&lt;br /&gt;Pada tahun 1926 berdiri Toyoda Automatic Loom Works Ltd (sekarang Toyota Industries Co. Ltd.), di bulan September 1933 mengembangkan divisi otomotif. Berkat “gen” kaizen yang diturunkan, perkembangan awalnya begitu cepat sehingga diputuskan menjadi perusahaan independen. Di sini Sakichi Toyoda mengadakan sayembara untuk nama baru perusahaan otomotif yang siap dikibarkannya. Syaratnya: nama itu harus sebuah kata yang sama sekali baru dan gampang disebut. Nama Toyota dipilih karena masih mendekati nama lama, walau tak ada artinya dalam bahasa Jepang (sehingga tak dapat ditulis dalam Hiragana). Toyota juga dianggap lebih hoki ketimbang Toyoda karena penulisannya dalam Katakana terdiri dari 8 goresan kuas (seperti dalam kebudayaan Cina, 8 adalah angka mujur).&lt;br /&gt;Sakichi Toyoda menunjuk putra tertuanya KIICHIRO TOYODA (1894-1952) sebagai bos Toyota Motor Co. Ltd. Sebagai salah satu persiapan, pada awal 1930-an, Kiichiro Toyoda. diutus ke AS mempelajari sistem produksi massal yang dikembangkan Henry Ford (1883-1947). Menyesuaikan diri dengan pasar Jepang yang kecil, Kiichiro Toyoda. yang mewarisi kejeniusan ayahnya menciptakan sistem yang dia namakan JUST-IN-TIME (JIT). JIT merupakan sistem produksi tepat waktu, dimana setiap proses hanya memproduksi sejumlah komponen yang diperlukan pada langkah selanjutnya dalam lini produksi, sesaat sebelum diperlukan dengan tepat waktu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi Dari AS&lt;br /&gt;Pada 1956, Taiichi Ohno ke AS mengunjungi “The Big Three” (GM, Ford, dan Chrysler). Tujuannya, seperti Kiichiro Toyoda untuk menyadap secara selektif teknologi dan praktek terbaik dari industri otomotif yang telah mapan (bukan mendapatkan transfer teknologi langsung sehingga bisa tetap independen). Yang menarik, ide TPS itu justru bukan berasal dari pengamatannya terhadap pabrik otomotif tersebut. Vice-President Eksekutif Toyota ini mendapatkan inspirasi dari supermarket yang sejak lama telah bertebaran di AS.&lt;br /&gt;Terkesan pada kenyataan betapa konsumen bebas memilih apa dan berapa yang mereka inginkan, timbul idenya mengembangkan PULL SYSTEM. Dalam sistem ini, setiap lini produksi menjadi supermarket bagi lini produksi berikutnya. Setiap lini hanya akan mengganti item yang diperlukan atau dipilih oleh lini berikutnya sehingga sistemnya sangat ramping (secara umum disebut sistem LEAN PRODUCTION). Ia juga menciptakan sistem KANBAN (kartu penanda) untuk pengisian stok komponen atau hasil rakitan yang belum jadi (sub-rakitan).&lt;br /&gt;Untuk menunjang sistem yang perlu akurasi tinggi tersebut, dibentuk jaringan pemasok kelas dunia. Koordinasi erat dengan jaringan pemasok ini memungkinkan sistem inventori JIT yang super-efisien dan efektif. Dan, ketika disertai kemajuan teknologi, dikembangkanlah sistem perakitan super-canggih yang antara lain menggunakan robot.&lt;br /&gt;Namun, yang membuat Toyota “number one” adalah sistem manajemen SDM-nya yang efektif dan efisien, memiliki loyalitas tinggi dan komitmen kuat terhadap kualitas. TPS yang berkembang secara evolusioner di tengah segala kekurangan dan kendala pada dasawarsa awal membuat sistem yang dikembangkan secara organik itu meresap kuat kedalam budaya perusahaan. Dengan kata lain, di Toyota, TPS bukan lagi sekadar sistem produksi melainkan falsafah perusahaan.&lt;br /&gt;Di antara strategi sukses yang ada, sistem lean thinking yang merupakan inti TPS adalah yang paling banyak diimplementasi oleh berbagai industri, bukan hanya produsen otomotif. Inilah strategi yang ditanam Sakichi Toyoda (sang pendiri), diperkaya oleh Kiichiro Toyoda (CEO pertama) dari pengamatannya terhadap sistem produksi massal Ford, dan dikembangkan oleh Taiichi Ohno (VP Eksekutif di era Kiichiro) yang mengambil ide dari supermarket di AS.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-7797440491018491103?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/7797440491018491103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=7797440491018491103' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/7797440491018491103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/7797440491018491103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/sejarah-tps-lanjutan-kisah-toyota.html' title='Sejarah TPS'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-9099085942544028379</id><published>2008-11-27T23:11:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T00:12:47.267-08:00</updated><title type='text'>Toyota Production System, Kunci Sukses Toyota menguasai dunia</title><content type='html'>[Seri Toyota Bag. 2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh Eris Kusnadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;April 2007 lalu Toyota Motor Corp mengumumkan perusahaannya telah berhasil mencatat volume penjualan mobil terbesar, mengalahkan penjualan kampiun otomotif nomor 1 di dunia, General Motors (GM).Dalam periode 1 Januari-31 Maret, Toyota berhasil menjual 2.348.000 unit mobil di seluruh dunia. Sementara, pada waktu yang sama, pesaingnya itu hanya menjual 2.260.000 mobil.&lt;br /&gt;Meskipun keberhasilan baru pada skala waktu tiga bulanan, dan baru pertama kali, tapi pertumbuhan produksi mobil Toyota di tahun 2006 terus merangkak secara signifikan dan selisihnya makin tipis dibelakang GM. Sepanjang tahun 2006, produksi global Toyota tumbuh 10% menjadi hampir 9.180.000 juta unit mobil. Jadi, Toyota hanya tertinggal 162.000 mobil. Manajemen GM pantas ketar-ketir kalau perusahaan ini akan mendongkel juga posisinya di kursi raja penjualan tahunan.&lt;br /&gt;Pada akhir 2003 lalu, Toyota menjadi perusahaan Jepang pertama yang mencetak laba tahunan ¥ 1 triliun lebih (¥1,16 triliun = US$ 10,28 miliar). Menurut Fortune laba yang diraup lebih besar ketimbang laba gabungan GM, Ford, Daimler, Chrysler, dan VW Group yang masuk dalam lima besar, marjin Toyota 8,3 kali lebih tinggi dari pada rata-rata industri, meskipun saat itu dalam segi penjualan masih kalah dari GM.&lt;br /&gt;Dulu di awal 1970-an, konsumen di AS melecehkan sedan Toyota sebagai mainan, karena bentuknya yang kotak dan ukurannya yang kecil, kalau pun tak dianggap mainan, citranya tak jauh dari Kijang generasi pertama yang bagai kotak sabun dan kaleng kerupuk, kalah oleh mobil lain bahkan oleh teman Jepang-nya seperti Mitsubishi Colt T120.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Puluhan Tahun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesannya sekarang pantas dibanggakan dan dirayakan Toyota, karena merupakan hasil kerja berpuluh-puluh tahun dari hanya produsen lokal menjadi perusahaan otomotif terbesar dunia. Menggambarkan kesuksesan Toyota di tataran dunia tidak beda jauh dengan gambaran kisah sukses Kijang yang merebut dan kemudian mendominasi pasar otomotif Indonesia. Padahal elahirannya di tahun 1930-an justru karena keterpurukan yang dialami keluarga pendirinya, keluarga Toyoda. Kunci dari keberhasilan perusahaan ini mengubah keterpurukan menjadi sukses&lt;br /&gt;besar adalah Toyota Production System (TPS), suatu sistem produksi yang dapat dikatakan terbaik karena memiliki efisiensi yang luar biasa.&lt;br /&gt;TPS merupakan cara berpikir Toyota untuk membuat mobil dengan kualitas yang lebih baik, harga reasonable bagi masyarakat luas dan tersedia sesuai permintaan. Filosofi dasarnya adalah kepuasan pelanggan, kualitas bagus, “kaizen” (perbaikan terus-menerus) dan tidak boros.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-9099085942544028379?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/9099085942544028379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=9099085942544028379' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/9099085942544028379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/9099085942544028379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/toyota-production-system-toyota.html' title='Toyota Production System, Kunci Sukses Toyota menguasai dunia'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-7669133408433147820</id><published>2008-11-27T23:08:00.001-08:00</published><updated>2008-11-28T00:11:32.196-08:00</updated><title type='text'>Kisah Sukses Mitra Toyota</title><content type='html'>[Seri Toyota Bag. 1]&lt;br /&gt;Oleh Sigit Wibowo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta—Siapa yang membayangkan orang yang dulunya bekerja di bagian produksi pabrik Toyota Astra Motor (TAM) bisa mengubah nasibnya menjadi rekanan yang memasok komponen pada perusahaan otomotif terbesar di Indonesia tersebut?&lt;br /&gt;Mungkin ada, tidak tidak terlalu banyak. Dan salah satunya adalah Nur Dahyar. Nur—demikian ia biasa dipanggil-membuka usaha pallet setelah “mencuri” ilmu di TAM selama 9 tahun. Saat ini pallet buatan perusahaannya tidak saja digunakan memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga diekspor ke luar negeri. “Sejak awal saya memang mempunyai rencana menjadi pengusaha,” ujarnya.Pada saat bekerja di Toyota tahun 1978 ia hanya berbekal ijazah SLTP. Namun keinginannya menjadi seorang pengusaha tidak pernah mati, sembari bekerja di Toyota pada malam harinya ia bersekolah SMA hingga lulus Akademi D3 komputer. Ketika bekerja di Toyota, ia pun bertekat menguasai semua bidang sehingga ia minta kepada atasannya supaya di-rolling dari satu bidang ke bidang lain.Maka sejumlah bidang di industri otomotif ini sudah ia jalani. Mulai dari bidang pengelasan, press, pengepakan, pergudangan dan lainnya. Setelah ia memperoleh cukup ilmu akhirnya ia keluar untuk mendirikan perusahaan kecil-kecilan.Secara kebetulan ketika di Toyota ia kenal dengan Setiadi, seorang teknisi mesin yang bekerja di PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Hubungan pertemanan ini berlanjut menjadi hubungan bisnis. Nur Dahyar lalu mendirikan perusahaan yang diberi nama PT Nuansa Raya Dinamika (NRD) tahun 1997.Modal awal pengembangan usaha NRD berasal dari pinjaman BNI sebesar Rp 50 juta. Pertama kali memperoleh order dari Pelindo lewat jasa temannya tersebut. Proyek yang ditanganinya adalah pembuatan 9 pemancar lampu (tower) senilai Rp 135 juta yang dilaksanakan dalam beberapa periode.“Pada bulan pertama NRD menyelesaikan order sebesar Rp 15 juta tetapi biaya yang dikeluarkan sebanyak Rp 25 juta,” ujarnya. Hal ini wajar mengingat NRD harus menginvestasikan mesin dan peralatan lain. Setelah memiliki prospek yang baik koleganya tersebut mengajukan pensiun dini agar bisa fokus dalam mengembangkan perusahaan tersebut. Pada mulanya 100 persen saham dimiliki Nur Dahyar tetapi setelah Setiadi bergabung komposisi kepemilikan saham fity-fifty.“Kami membina hubungan berdasarkan prinsip saling percaya, walaupun sering kali beda pendapat tetapi sampai sekarang masih bisa bertahan,” kata Setiadi. Jika Dahyar lebih menguasai proses produksi maka Setiadi menangani yang berkaitan masalah keuangan. Pembagian tugas yang jelas menyebabkan masing-masing orang tahu apa yang harus dilakukan dan bidang apa yang harus dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Beralih ke Besi/baja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Semula NRD memproduksi pallet yang terbuat dari kayu tetapi mulai tahun 2001 beralih dengan bahan baku dari besi/baja. Sejak tahun 2002 pallet buatan NRD semua berasal dai besi/baja. Hal ini disebabkan negara seperti Malaysia dan Australia sudah tidak mau menerima pallet yang terbuat dari kayu karena menciptakan masalah lingkungan.Saat ini produk yang dihasilkan NRD tidak saja pallet baja tetapi juga peralatan konstruksi baja dan mesin-mesin sederhana. NRD telah berkembang menjadi tiga pabrik kecil yang menempati wilayah seluas 2560 meter persegi di daerah Semper. 55 persen produksi NRD untuk memasok kebutuhan Toyota sedangkan 45 persen kepada pelanggan lain. Tercatat beberapa perusahaan seperti PT Maersk Line, SCI, American Line, Mulia Keramik mengguanakan produk NRD.Saat ini beberapa bank telah menyalurkan kredit pada UKM ini yakni Bank Niaga, Bank Permata dan Citibank. “Sekarang kredit yang bisa dikucurkan bisa mencapai Rp 1 miliar per bulan seiring dengan perkembangan perusahaan,” kata Setiadi. Ia merasa bersyukur karena omzet perusahaan yang semula hanya dibawah Rp 100 juta sekarang sudah mencapai Rp 14 miliar.Setiadi memperkirakan omset perusahaan di akhir tahun bisa mencapai Rp 20 miliar. Meskipun masih mengandalkan produksi pallet baja tetapi produk-produk lain non-pallet akan ditingkatkan. Pada 2005-2007, NRD ingin masuk pada pengembangan produk komponen mesin. Rencananya 2007-2010 investasi peralatan dan mesin-mesin sudah bisa dilakukan dan akhir tahun 2010 sudah bisa berproduksi.Khusus bahan baku perusahaannya dipasok oleh PT Krakatau Steel melalui 5 distributor dan pipa dari perusahaan Bakrie. Sejauh ini pasokan lancar sehingga produksi tidak terganggu. Namun penguatan dolar terhadap rupiah akhir-akhir ini menyebabkan kekhawatiran karena dampaknya sangat buruk bagi usahanya.Sementara untuk jumlah karyawan terus meningkat dari tahun 1997 yang hanya Nur Dahyar dengan anggota keluarga saja. Tahun 1998 berjumlah 7 orang sekarang sudah berkembang menjadi 122 orang. Kebanyakan atau sekitar 78 orang merupakan lulusan smu, 3 dari akedemi, 6 orang univeritas dan sisanya pendidikan SD dan SMP.Jepang ingin masukSetelah melihat prospek bisnis yang baik maka ancaman terbesar yang dihadapi perusahaan adalah rencana perusahaan Jepang melakukan investasi di sektor ini. Hal inilah yang dikhawatirkan karena bisa mengancam eksistensi NRD. Namun kebijakan Toyota yang tetap ingin mempertahankan partner lokal menyebabkan mereka belum bisa masuk.Tetapi indikasi perusahaan Jepang ingin masuk ke sektor ini sudah ada. “Kami meminta pemerintah memperhatikan ini sebab secara modal dan teknologi mereka pasti tidak kalah,” kata Dahyar.Sebelumnya tahun 2004 NRD juga terancam setelah produk-produk bajakan dengan harga murah dari Cina diselundupkan melalui berbagai pelabuhan. “Modusnya mereka bekerja sama dengan beberapa orang aparat bea cukai untuk meloloskannya,” ujarnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-7669133408433147820?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/7669133408433147820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=7669133408433147820' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/7669133408433147820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/7669133408433147820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/kisah-sukses-mitra-toyota.html' title='Kisah Sukses Mitra Toyota'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-8854215728640272401</id><published>2008-11-26T06:25:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T07:19:49.137-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Tulisan'/><title type='text'>Critical Mass Peneliti Indonesia Tidak Pernah Terwujud</title><content type='html'>oleh:&lt;br /&gt;Setia Lesmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia riset Indonesia serbakekurangan dan ketinggalan, baik dana, alat-alat, maupun fasilitas lainnya. Karenanya, akan lebih baik jika para peneliti kita lebih memfokuskan penelitiannya pada objek penelitian yang merupakan keunggulan komparatif Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sangat kaya dengan sumber daya alam. Di sisi lain banyak peneliti Indonesia dengan reputasi dunia lewat karya mereka di jurnal internasional maupun dikenal luas dalam masyarakat ilmiah internasional. Posisi itu diraih karena mereka berhasil menggali potensi tersebut. Misalnya saja peneliti yang melakukan pencarian mikroba-mikroba dari berbagai wilayah eksotik di Tanah Air. Atau juga peneliti yang mengungkapkan kandungan zat rasa dan aroma berbagai buah-buahan serta makanan olahan khas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian-penelitian itu bisa mengharumkan nama Indonesia dengan penemuan-penemuan baru/orisinil yang mendapat tempat di jurnal internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mestinya dari temuan orisinil seperti itulah Indonesia bisa sedikit demi sedikit mengembangkan kemampuan untuk mandiri. Misalnya, memproduksi enzim-enzim protease, lipase dan masih banyak lagi untuk industri kulit yang masih bergantung penuh pada produk Cina. Atau berbagai produk biofarmaka yang masih impor dari Eropa, Jepang dan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Arief Budi Witarto MEng merupakan seorang ahli bioteknologi kedokteran yang banyak memanfaatkan keunggulan komparatif Indonesia. Pria yang lahir di Lahat, Sumatera Selatan, 33 tahun silam itu mengembangkan penelitian di bidang yang termasuk langka di Indonesia, bioteknologi kedokteran. Salah satu penelitiannya yaitu teknologi biosensor untuk mendeteksi kadar gula seorang penderita diabetes. Hasil penelitiannya itu digunakan perusahaan multinasional AS&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1dfb2u3qI/AAAAAAAAAEE/InLBgQNQi58/s1600-h/arief+witarto.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 114px; height: 114px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1dfb2u3qI/AAAAAAAAAEE/InLBgQNQi58/s320/arief+witarto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272973533355368098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Peraih penghargaan peneliti muda terbaik Indonesia bidang rekayasa dan teknologi tahun 2002 itu juga mengembangkan penelitian baru yang mengandalkan keunggulan komparatif Indonesia. Ia mengembangkan teknologi biofarming untuk mendapatkan protein yang merupakan bahan baku vaksin dan obat-obatan melalui tanaman. Penelitiannya ini berhasil menekan biaya produksi protein sehingga diharapkan nantinya bisa diproduksi obat-obatan dengan harga murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 3 Februari 2004 lalu, Kepala Proyek Penelitian Rekayasa Protein dan Bioinformatika pada Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI itu berhasil meraih penghargaan ilmiah dari Indonesian Toray Science Foundation (ITSF) atas jasanya mengembangkan Iptek di Indonesia. Penghargaan tersebut sangat bergengsi karena ibarat hadiah Nobel namun untuk skala Indonesia. Seusai penganugerahan, Pembaruan berhasil mewawancarai alumnus Tokyo University itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Selamat ya Anda mendapat penghargaan dari ITSF. Bagaimana perasaan Anda setelah mendapat penghargaan itu?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas ucapan selamatnya. Perasaan saya, senang dan lega. Setahun lalu ketika saya mendapatkan penghargaan Peneliti Muda Indonesia terbaik, saya merasa senang -sebagaimana kali ini- karena hal ini merupakan apresiasi terhadap hasil karya saya.&lt;br /&gt;Kali ini, ada tambahan perasaan yaitu “lega”, karena hampir dua tahun sebagai peneliti di Indonesia, saya semakin merasakan bahwa penghasilan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) belum menutupi kebutuhan hidup. Secara kebetulan saat ini kami sedang menantikan anak ke-4. Jadi hadiah dari Science and Technology Award (STA) dari ITSF ini membuat kami lega, setidaknya untuk sementara waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Untuk siapa keberhasilan ini Anda dedikasikan?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama orang-orang terdekat saya yaitu istri dan anak-anak serta Ibu atas segala pengorbanan dan pengertian mereka. Kedua, seluruh anggota kelompok penelitian saya di Pusat Penelitian (Puslit) Bioteknologi- LIPI atas kerja keras dan dedikasinya. Ketiga, teman-teman di luar negeri yang banyak membantu aktivitas penelitian di sini mulai dari mencarikan paper, membeli serta membawakan alat penelitian, mengirimkan data dijital informasi biologis untuk analisa bioinformatika, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bisa Anda ceritakan proses seleksi yang telah Anda lalui?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi dari website ITSF (http://www.itsf.co.id) saya menyampaikan dan mengusulkan diri ke atasan tempat saya bekerja. Saya menulis proposal dan mengirimkan ke Panitia dengan rekomendasi dari Kepala Puslit, Dr. Usep Soetisna. Menurut Dewan Juri seleksi yang diketuai Prof. Dr. M. Aman Wirakartakusumah (Mantan rektor IPB), ada 27 peserta dari berbagai bidang dan profesi seperti guru besar, dosen, peneliti, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Awalnya karena kurang teliti, format proposal saya tidak memenuhi syarat (tidak dibendel dan jumlahnya kurang). Untungnya, Panitia berbaik hati mengingatkan hal itu sehingga bisa diperbaiki dan dikirimkan lagi sebelum batas waktu yang ditentukan. Semua proses seleksi mulai dari penulisan proposal, presentasi dan wawancara, semua dilakukan dalam bahasa Inggris.&lt;br /&gt;Selanjutnya Panitia memilih tiga) orang finalis, yaitu saya sendiri , Dr. Tery Mart dan Dr. Evvy Kartini untuk presentasi dan wawancara pada 5 Desember 2003 di kantor ITSF, Gedung Summitmas II, Jl. Jendral Sudirman, Jakarta. Akhirnya ditetapkan dua pemenang yaitu saya dan Dr. Evvy Kartini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Apa tema penelitian yang Anda lakukan sehingga Anda berhasil menjadi pemenang?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melakukan penelitian tentang Rekayasa Protein terhadap protein berstruktur Beta-Propeller. Meminjam istilah Prof. Dr. Ryoji Noyori (Penerima Hadiah Nobel Kimia 2001) dalam special lecture-nya pada ITSF Ceremony di Hotel Shangri-La, Jakarta (3 Februari 2004), saya adalah ‘the only one’ yang melakukan penelitian ini di Dunia. Hasil penelitian saya dalam jurnal Protein Engineering yang dipublikasikan oleh Oxford University Press tahun 2001 adalah penelitian pertama di Dunia mengenai rekayasa protein terhadap protein ‘baling-baling’ ini.&lt;br /&gt;Saya teringat waktu sidang akhir disertasi S-3 di Departemen Bioteknologi, Fakultas Teknik, Tokyo University of Agriculture and Technology (Februari 2000), para guru besar penguji bertanya apa topik penelitian saya di masa depan. Saya dengan yakin menjawab, “propelling the knowledge of protein by beta-propeller proteins”.&lt;br /&gt;Walaupun namanya baling-baling, protein ini tidak bisa berputar. Bentuknya saja yang mirip baling-baling. Ada ribuan bentuk protein yang telah diketahui saat ini. Protein baling-baling adalah salah satu di antaranya. Tidak jarang bentuk protein itu disusun oleh bagian yang berulang, tapi hanya protein baling-baling saja yang bagian perulangannya (bagian baling-baling) jumlahnya bisa berbeda dari 4 s/d 8, tapi bentuk akhirnya tetap sama. Keunikan yang menarik dan bentuknya yang indah itulah yang menarik perhatian saya.&lt;br /&gt;Dengan teknik rekayasa protein, saya mengungkapkan beberapa rahasia protein baling-baling. Yang pertama, bahwa interaksi antara kedua ujung rantai polipeptida atau bagian akhir penyusun protein baling-baling ini penting dalam menjaga stabilitas struktur protein ini. Dengan informasi ini, kita dapat menaikkan stabilitas protein baling-baling yang ditemukan pada banyak jenis enzim dan protein yang penting bagi kedokteran. Selain itu, saya juga membuktikan bahwa bagian-bagian protein dapat dipertukarkan untuk mendapatkan protein dengan karakter yang diinginkan. Ibaratnya kita dapat bermain lego tapi pada tingkatan molekuler.&lt;br /&gt;Dari penelitian yang bersifat ‘basic science’ itu bisa lahir banyak kemungkinan yang lebih aplikatif. Misalnya, dua protein baling-baling yang menjadi objek penelitian yaitu enzim PQQ glucose dehydrogenase (PQQGDH) dan enzim sialidase, memiliki potensi besar sebagai alat diagnosa penyakit diabetes dan kanker. Untuk PQQGDH, enzim hasil rekayasa yang memiliki stabilitas lebih tinggi dan spesifitas yang lebih sempit, bahkan telah digunakan oleh perusahaan alat pengukur gula darah di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Penelitian Anda sangat bernilai bagi kemanusiaan, karena menyangkut sesuatu yang sangat penting bagi dunia kedokteran dan farmasi. Mengapa Anda tertarik untuk meneliti hal itu?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bioteknologi modern lahir tahun 1970-an dengan aplikasi pada kedokteran yaitu produksi protein-protein untuk terapi seperti insulin, hormon pertumbuhan, dan sebagainya. Sampai sekarang, bioteknologi kedokteran adalah bidang paling besar pangsa pasarnya di dunia selain tidak terlalu banyak kontroversinya dibanding aplikasi bioteknologi lain seperti pertanian dan lingkungan.&lt;br /&gt;Untuk kondisi negara berkembang seperti Indonesia, ketergantungan pada produk-produk kedokteran, termasuk hasil kemajuan bioteknologi seperti obat dan vaksin dari jenis protein (lazim disebut dengan istilah biofarmaka), buatan luar negeri sangat besar. Sehingga diperlukan kemandirian dengan penguasaan teknologi. Untuk itulah saya memantapkan diri memilih bidang ini.&lt;br /&gt;Di tempat saya bekerja, dengan beberapa teman yang juga berminat, kami merintis ‘Medical Biotechnology Initiative’ karena yang bekerja dengan serius pada bidang ini belum banyak di Indonesia. Saya juga dipercaya menjadi anggota panel penilai dana penelitian nasional bidang kesehatan khususnya bidang bioteknologi kedokteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bagaimana pendapat Anda tentang dunia penelitian di Indonesia? Lantas bagaimana jika dibandingkan dengan penelitian di negara-negara maju?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara individu, sumber daya manusia (SDM) Indonesia tidak kalah unggul. Ketika di Jepang, saya melihat mahasiswa Indonesia berada di ranking atas dibanding mahasiswa asal Malaysia, Cina, India bahkan mahasiswa Jepang sendiri. Tidak jarang kita juga mahasiswa dari daerah/pulau terpencil di Indonesia -yang di tanah air sendiri tidak pernah diperhitungkan sebagai sumber SDM andal-, ‘tiba-tiba’ beprestasi sangat mencolok di Jepang!&lt;br /&gt;Namun sayangnya ‘orang-orang hebat’ itu begitu kembali ke Indonesia, seperti ditelan ‘black-hole’. Namanya tidak pernah muncul dalam pertemuan ilmiah internasional, publikasinya juga tidak pernah terdengar di luar negeri. Apakah artinya ini?&lt;br /&gt;Saya yakin, sistem kitalah yang salah. Kuba yang tidak kalah kekurangannya dibanding Indonesia, bisa maju pesat pada bidang bioteknologi. Indonesia yang telah memberikan perhatian pada pengembangan bioteknologi sejak 20 tahun lalu, hanya berhasil mengorbitkan satu-dua orang saja peneliti tangguh pada bidang ini di tingkat dunia.&lt;br /&gt;Sistem negara ini tidak membedakan antara aktivitas penelitian dan kerja administratif kantoran. Penelitian yang bersifat akumulatif dan memerlukan waktu, dibatasi per-tahun saja. Sehingga kalau penilainya tidak paham prospeknya, penelitian yang baru melangkah bisa tersandung dan tidak bangkit lagi.&lt;br /&gt;Kerja keras peneliti, dihargai sebatas laporan administratif saja, misal berapa banyak lembar dalam laporan/ paper, bukan pada kualitasnya. Konkretnya, 1-2 lembar artikel berkualitas tinggi di jurnal Nature atau jurnal Science yang cukup untuk membawa penelitinya meraih Hadiah Nobel, dalam sistem Indonesia nilainya bisa jauh lebih kecil dibanding publikasi di jurnal-jurnal lokal yang ditulis berpuluh- puluh halaman!&lt;br /&gt;Dana penelitian pun dianggap pengeluaran konsumtif, bukan investasi masa depan, sehingga dikenakan pajak. Belum juga pengelolaan dana tersebut tidak ubahnya belanja barang kelontong di toko. Padahal dalam penelitian seringkali ada barang yang harus diadakan dengan segera karena ada penemuan-penemuan baru, sehingga pengelolaan dana tersebut harusnya fleksibel dan dikelola secara mandiri tapi profesional oleh peneliti sendiri seperti di luar negeri.&lt;br /&gt;Tidak heran, sistem buruk seperti ini membenamkan potensi SDM unggul Indonesia. Hanya orang-orang luar biasa (extra ordinary) saja yang tetap bisa survive karena dapat mengatasinya. Tapi mayoritas peneliti kita tidak dapat mengembangkan potensinya sehingga pergi keluar negeri (brain drain geografis) atau pindah profesi (brain drain bidang). Wajarlah, critical mass peneliti Indonesia tidak pernah terwujud.&lt;br /&gt;Sampai kapan pun, kalau sistem ini tidak dibenahi kita akan terus tertinggal dengan negara-negara yang dulu justeru belajar dari kita seperti Malaysia, Filipina, Vietnam, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Lalu sebaiknya seperti apa kebijakan pengembangan riset di Indonesia agar bisa berdaya saing dan tidak tergantung pada produk asing?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi serba kekurangan dan ketinggalan (dana, fasilitas, dan lain-lain), sebaiknya kita memberikan perhatian khusus kepada objek penelitian yang merupakan keunggulan komparatif Indonesia.&lt;br /&gt;Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam. Saya menyaksikan dalam bidang bioteknologi, para peneliti Indonesia yang memiliki reputasi dunia (publikasi di jurnal internasional, dikenal luas dalam masyarakat ilmiah internasional, dan lain-lain) adalah mereka yang berhasil menggali potensi tersebut. Misalnya peneliti yang melakukan pencarian mikroba-mikroba dari berbagai wilayah eksotik tanah air. Peneliti yang mengungkapkan kandungan zat rasa dan aroma berbagai buah-buahan serta makanan olahan khas Indonesia.&lt;br /&gt;Penelitian-penelitian itu akan membawa nama harum Indonesia dengan penemuan-penemuan baru/orisinil yang mendapat tempat di jurnal internasional.&lt;br /&gt;Dari temuan-temuan orisinil seperti ini, kita juga bisa sedikit demi sedikit, mengembangkan kemampuan sendiri untuk mandiri. Misalnya, memproduksi enzim- enzim protease, lipase dan lain-lain untuk industri kulit yang masih tergantung penuh pada produk Cina, berbagai produk biofarmaka yang masih impor dari Eropa, Jepang dan Amerika, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Satu lagi, saya berpendapat lebih efektif bila prioritas dukungan pemerintah diberikan kepada individu-individu peneliti yang extra-ordinary tersebut daripada mengerahkan peneliti Indonesia untuk menggeluti topik tertentu yang telah ditetapkan. Kenapa? Karena critical mass peneliti Indonesia sedikit, jadi ketika langkah kedua diterapkan, saya perhatikan yang muncul akhirnya orangnya ya ‘itu-itu’ lagi.&lt;br /&gt;Judul proposal yang diajukan tak jarang juga seperti dipaksakan agar dapat memenuhi topik yang telah diberikan. Sementara keberhasilan penelitian sangat ditentukan pula oleh kesungguhan dan kecintaan peneliti pada bidang yang digelutinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-8854215728640272401?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/8854215728640272401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=8854215728640272401' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/8854215728640272401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/8854215728640272401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/critical-mass-peneliti-indonesia-tidak.html' title='Critical Mass Peneliti Indonesia Tidak Pernah Terwujud'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1dfb2u3qI/AAAAAAAAAEE/InLBgQNQi58/s72-c/arief+witarto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-3837640659554175708</id><published>2008-11-26T05:07:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T05:08:46.762-08:00</updated><title type='text'>BAPAK BANGSA DIPEREBUTKAN PARTAI DAN POLITISI</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;Johny Edward&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) namanya kalau tidak mengundang gelouse. Paling tidak itulah yang belakangan sedang diributkan partai, ormas dan tokoh Islam papan atas.&lt;br /&gt;Apa pasal? Belakangan ini PKS sedang gencar-gencarnya menayangkan iklan yang menjadikan tokoh penggagas ajaran Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dan penggagas ajaran Nahdhatul Ulama KH Hasyim Asy'ari. Dalam iklan tersebut PKS seolah mengajak kepada kader khususnya, dan umat Islam umumnya, untuk meneladani kedua sosok yang ajarannya kini telah menjadi ajaran Islam mainstream di tanah air.&lt;br /&gt;Tapi di balik iklan tersebut juga terselip makna, bahwa PKS hendak merekrut seluas-luasnya kader dan simpatisan KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari. Dalam sanad politik nasional, Muhammadiyah, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Matahari Bangsa (PMB) merupakan turunan dari sikap politik anak-anak asuhan KH Ahmad Dahlan. Demikian pula Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Nahdhatul Ulama (PKNU), Partai Bintang Reformasi (PBR), merupakan derivatif dari sikap politik anak-anak asuhan KH Hasyim Asy'ari.&lt;br /&gt;Sehingga iklan itu lalu ditafsirkan secara sempit bahwa PKS hendak mengambil massa Muhammadiyah dan NU.&lt;br /&gt;Paling tidak hal itu terbaca dari komplain yang dilakukan mantan Ketua PP Muhammadiyah, mantan Ketua PAN, dan mantan Ketua MPR RI Amien Rais. Termasuk sikap Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin&lt;br /&gt;"Paling tidak itu (PKS) minta izin ke PP Muhammadiyah," kata Amien rais di Ary Suta Center, Jalan Prapanca 3 No 11, Jakarta, Kamis (6/11/2008) lalu.&lt;br /&gt;Menurut Amien, KH Ahmad Dahlan itu pendiri dan simbol organisasi Muhammadiyah. "Kalau parpol memanfaatkan bisa berbahaya dan penuh resiko," katanya.&lt;br /&gt;Berbahaya, lanjut Amien, karena jika parpol yang menokohkan KH Ahmad Dahlan di kemudian hari bertentangan dengan kepentingan rakyat seperti memiliki skandal korupsi dan lain-lain. "Itu kan parah wajah KH Ahmad Dahlan," katanya.&lt;br /&gt;Alasan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menampilkan KH Hasyim Asy'ari dalam iklan politiknya, tidak mendapat respon positif dari Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU).&lt;br /&gt;Meskipun PKB yang dipimpin Muhaimin Iskandar merasa tidak rikuh atas penayangan tersebut, tapi beberapa kader PKB juga merasa tidak nyaman atas 'endorsement' diam-diam dari KH Hasyim Asy'ari pada iklan PKS.&lt;br /&gt;Sementara Ketua PBNU KH Masdar Farid Mas'udi yang biasanya bersikap intelektual, belakangan juga mulai tampil emosional. Masdar menilai alasan PKS menghargai gagasan yang diusung pendiri NU itu dan memperkenalkan sosoknya pada generasi muda, terlalu mengada-ada.&lt;br /&gt;"Penyebutan nama dan gambar KH Hasyim As'ary oleh PKS dalam iklan politiknya tidak bisa dimaknai lain, kecuali manipulasi politik terhadap simbol NU untuk menipu kaum nahdliyin pada khususnya dan publik pada umumnya," tegas dia.&lt;br /&gt;Masdar menyatakan, dari sudut pandang mana pun PKS adalah sebuah partai politik. Adapun agenda parpol tidak lain adalah kekuasaan. Sementara itu, di sisi lain KH Hasyim Asy'ari adalah pendiri dan simbol NU yang tidak ada sangkut paut apa pun dengan PKS. "Baik historis maupun ideologis," jelasnya.&lt;br /&gt;Karena itu, Masdar menyatakan bahwa penyebutan nama KH Hasyim As'ary oleh PKS bukan untuk menghormatinya semata. Melainkan untuk memperalat kebesaran nama pendiri NU itu untuk kepentingan politik menjelang pemilu. "Tidak kurang dan tidak lebih," tukasnya&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Masdar menyatakan jika ada niat baik dari PKS untuk konsisten dengan jargon kesalihannya, seharusnya perbuatan seperti ini tidak akan pernah dilakukan. "Atau mereka mulai membuka jati dirinya bahwa sebagai partai ideologis harus menghalalkan segala cara," tanyanya.&lt;br /&gt;Guru bangsa&lt;br /&gt;PKS sendiri menyikapi komplain baik dari kader Muhammadiyah maupun NU santai-santai saja. Tapi PKS lebih mengedepankan sikap kritis dengan mengatakan bahwa KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari adalah guru bangsa.&lt;br /&gt;Paling tidak seperti dikatakan Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta. Ia menegaskan tidak akan meminta izin dan maaf kepada PP Muhammadiyah terkait penggunaan gambar KH Ahmad Dahlan dan PBNU terkait gambar KH Ahmad Dahlan dalam iklan politiknya.&lt;br /&gt;"Tidak perlu, itu tidak relevan," katanya.&lt;br /&gt;Dia mengatakan penggunaan gambar KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari adalah sebagai bentuk penghormatan terhadap pendiri Muhammadiyah dan NU itu sebagai guru bangsa.&lt;br /&gt;"Ini juga sebagai bentuk pendidikan politik bagi masyarakat yang ingin memilih pemimpin baru," katanya.&lt;br /&gt;Dia mengaku heran dengan sikap Amin Rais yang mengimbau PKS minta izin dulu sebelum menggunakan gambar KH Ahmad Dahlan. Dia membandingkan sikap PDI Perjuangan yang tidak keberatan atas penggunaan gambar Soekarno. Itu menunjukkan betapa kader PDI Perjuangan jauh lebih dewasa menyikapi penokohan guru bangsa oleh siapapun dibandingkan Amien Rais.&lt;br /&gt;Demikian juga dengan keluarga besar Hasyim Asy'ari yang tak menyampaikan persyaratan tertentu. "Karena mereka semua milik rakyat. Mereka adalah guru Bangsa," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelouse politik&lt;br /&gt;Bagi penulis, diskursus soal pengikutsertaan dua guru bangsa dalam iklan PKS hanya semacam gelouse politik biasa. Seperti halnya keirian seorang anak TK terhadap keberhasilan temannya sendiri dengan kecerdasannya memanfaatkan resources anak TK tersebut.&lt;br /&gt;Tapi dibalik gelouse politik tersebut memang penjabarannya sangat luas. Antara lain, pertama, sepak terjang PKS yang menuai simpati luas yang ditandai dengan lonjakan dukungan suara paling tidak dalam prosesnya sangat efektif memakan pangsa suara partai-partai berbasis Muhammadiyah dan NU.&lt;br /&gt;Kedua, kondisi ini tentu saja mengancam prospek politik parpol-parpol berbasis Muhammadiyah dan NU ke depan, paling tidak pada Pemilu 2009. Padahal suara warga Muhammadiyah dan NU juga tersedot ke Partai Golkar, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, dan mungkin saja ke Hanura dan Gerindra. Tapi mengapa mereka begitu bersungut-sungut hanya kepada PKS.&lt;br /&gt;Ketiga, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari adalah bukan sebuah merek dagang (trade mark) yang didaftarkan di Departemen Perdagangan, apalagi WTO. Keduanya truly guru bangsa, jadi siapa saja boleh mengidolakan dan menjadikannya teladan, sebagaimana siapa saja boleh mengidolakan dan meneladani Soekarno atau bahkan Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;Keempat, para pemrotes yang seharusnya sudah kenyang makan asam garam politik nasional sehingga juga layak diteladani, justru terperangkap isu figuritas. KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari seharusnya diteladani tingkat kekiayiannya dan keilmuannya, malah diributkan aspek figuritasnya. Sehingga para pemrotes gagal menutupi diri telah terperangkap pada figur sentris, jargon dan simbol belaka. Padahal value dari kedua kiyai besar ini adalah yang memiliki nilai, bukan figurnya.&lt;br /&gt;Kelima, kita jadi tahu dan terang benderang, siapa ormas, parpol dan politisi, bahkan politiscien yang memiliki mental kenegarawanan dan mana yang masih memiliki mental tukang cela, tukang protes, dan tukang klaim. Padahal kalau KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari masih hidup, keduanya juga kemungkinan akan mengecam sikap tersebut.&lt;br /&gt;Dalam pandangan Sosiolog Islam dan Guru Besar IAIN Sumut, Nur Ahmad Fadhil Lubis, sikap penolakan yang ditunjukkan NU dan Muhammadiyah bahkan bisa berbahaya buat Hasyim Asyari dan Ahmad Dahlan. Sikap itu, menurutnya, bisa dibaca pula sebagai upaya memperkecil ketokohan Ahmad Dahlan karena dianggap semata hanya milik warga Muhammadiyah.&lt;br /&gt;Dalam kaitan Muhammadiyah, penyesalan yang disampaikan Din Syamsuddin juga bisa merugikan organisasi umat itu. “Muhammadiyah seolah-olah terjebak dengan perbuatan yang selama ini selalu dihindarinya, yakni pengkultusan terhadap seseorang,” katanya.&lt;br /&gt;Jika saja keberatan Din karena iklan PKS dianggap sebagai iklan politik, tidak pulakah langkah Ketua Umum PP Muhammadiyah itu bisa dibaca sebagai langkah politik. Pasalnya, Din pun bakal maju ke panggung politik 2009. Tidakkah majunya Din bakal menyeret-nyeret warga Muhammadiyah, sebuah organisasi nonpolitik, yang dipimpinnya ke wilayah politik?&lt;br /&gt;Maka, tidaklah bisa dipungkiri pula, bahwa keberatan yang dilakukan orang-perorang di NU dan Muhammadiyah adalah keberatan politis pula. Artinya, muncul ketakutan-ketakutan bahwa pengaruh PKS sebagai sebuah parpol terhadap warga mereka yang nantinya diniatkan menjadi komoditas politik pula.&lt;br /&gt;Lalu, kalau orang-orang NU bisa memanfaatkan Hasyim Asyari sebagai pendiri NU, kenapa PKS tak bisa dalam kapasitas ulama itu sebagai tokoh nasional? Jika orang-orang Muhammadiyah bisa mendompleng Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah, kenapa PKS tak bisa dalam kapasitas tokoh karismatik itu sebagai figur milik nasional?&lt;br /&gt;Yang terpenting saat ini diteladani, adalah bagaiamana kita bisa mewarisi daya juang para kyai tersebut, bagaimana sikap kenegarawanan keduanya bisa kita serap dan kita terapkan dalam etika berpolitik dan berbangsa dan bernegara. Atau karena memang leader, apalagi strong leader itu sudah begitu langka di negeri ini?&lt;br /&gt;Dalam kekeringan jiwa seorang pemimpin, kemunculan Barack Obama yang memimpin Gedung Putih, seperti pelepas dahaga seluruh bangsa. Padahal Obama belum lagi berbuat, dia baru saja stay sebagai pemenang Pemilu. Semoga lahir Bapak-Bapak Bangsa dari rahim mental kenegarawanan yang makin langka ini...! (djonyedward@yahoo.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-3837640659554175708?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/3837640659554175708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=3837640659554175708' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/3837640659554175708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/3837640659554175708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/bapak-bangsa-diperebutkan-partai-dan.html' title='BAPAK BANGSA DIPEREBUTKAN PARTAI DAN POLITISI'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-5273938479180987017</id><published>2008-11-26T05:03:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T05:05:47.972-08:00</updated><title type='text'>BRETTON WOODS KEDUA</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1JdFV84kI/AAAAAAAAADc/IqyVnGVBXLY/s1600-h/stigliz.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 274px; height: 274px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1JdFV84kI/AAAAAAAAADc/IqyVnGVBXLY/s320/stigliz.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272951502720000578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;Joseph E. Stiglitz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia saat ini sedang mengalami slowdown global yang parah, mungkin paling buruk selama seperempat abad, mungkin juga sejak Depresi Besar 1929. Krisis ini adalah krisis "made in America" dalam banyak arti.&lt;br /&gt;Amerika telah mengekspor bentuk hipotek yang sangat merusak ke seluruh dunia berupa surat berharga yang didukung aset itu. Amerika mengekspor falsafah deregulasi pasar bebasnya, yang sekarang diakui sendiri oleh pendeta agungnya, Alan Greenspan, sebagai kekeliruan. Amerika mengekspor budaya corporate irresponsibility--opsi saham yang non-transparan, mendorong pembukuan yang buruk yang berperan dalam membawa bencana ini, sama seperti yang dilakukannya dalam skandal Enron dan Worldcom beberapa tahun yang lalu. Dan, akhirnya, Amerika telah mengekspor downturn ekonomi yang kini melanda dunia.&lt;br /&gt;Pemerintah Bush akhirnya menyerah dan melakukan apa yang dianjurkan setiap ekonom agar dilakukannya, yaitu mengucurkan equity dalam jumlah yang lebih besar ke dalam perbankan. Tapi, seperti selalu terjadi, penyakitnya itu adalah dalam pelaksanaan kebijakan, dan Menteri Keuangan Amerika Serikat Henry Paulson mungkin sudah berhasil mensubversi bahkan ide yang bagus itu; ia tampaknya paham benar bagaimana merekapitalisasi perbankan sedemikian rupa sehingga tidak boleh mengakibatkan maraknya kembali pinjaman, sebuah langkah yang bakal berakibat buruk bagi ekonomi Amerika.&lt;br /&gt;Yang paling penting, persyaratan yang terpaksa diterima Paulson bagi modal yang dikucurkannya kepada bank-bank di Amerika ternyata jauh lebih buruk daripada yang diterima Perdana Menteri Inggris Gordon Brown (untuk tidak menyebut persyaratan yang diterima Warren Buffett bagi modal yang jauh lebih kecil jumlahnya yang dikucurkannya kepada bank investasi paling sehat di Amerika, Goldman Sachs). Harga saham menunjukkan bahwa investor yakin mereka telah memperoleh good deal yang benar-benar menguntungkan.&lt;br /&gt;Sebaliknya, yang memprihatinkan adalah bad deal yang diperoleh para pembayar pajak di Amerika berupa utang nasional yang sudah menggelembung di depan mata. Bahkan, sebelum terjadinya krisis keuangan ini, utang nasional Amerika sudah dijadwalkan meningkat dari US$ 5,7 triliun pada 2001 menjadi lebih dari US$ 9 triliun tahun ini. Defisit tahun ini bakal mendekati setengah triliun dolar; defisit tahun depan bahkan bakal lebih besar lagi, sementara downturn ekonomi makin tajam.&lt;br /&gt;Amerika membutuhkan paket stimulus yang besar. Tapi kaum konservatif fiskal di Wall Street (ya, orang-orang yang sama yang menyeret kita ke dalam downturn ini) sekarang menyerukan moderasi defisit (yang mengingatkan kita akan Andrew Mellon di masa Depresi Besar).&lt;br /&gt;Sekarang krisis sudah menyebar, seperti diramalkan, ke pasar-pasar yang baru muncul dan di negara-negara yang belum berkembang. Anehnya, Amerika, dengan segala permasalahan yang dihadapinya, tetap dipandang sebagai negara paling aman untuk berinvestasi. Tidak mengherankan, saya kira. Sebab, bagaimanapun, jaminan yang diberikan pemerintah AS memiliki kredibilitas yang lebih tinggi daripada jaminan yang diberikan negara dunia ketiga.&lt;br /&gt;Sementara Amerika menyerap tabungan dari luar yang mengalir untuk mengatasi masalah yang dihadapinya, sementara premi risiko melambung, sementara pendapatan, perdagangan, dan harga komoditas global menurun, negara-negara berkembang bakal menghadapi masa-masa yang sulit. Beberapa di antaranya adalah negara-negara yang mengalami defisit perdagangan yang besar sebelum dilanda krisis, negara-negara yang mempunyai utang nasional yang besar yang harus di-roll-over, dan negara-negara yang mempunyai hubungan dekat dengan AS; mereka mungkin akan menderita lebih parah ketimbang negara-negara lainnya. Negara-negara yang tidak sepenuhnya meliberalisasi pasar modal dan keuangannya, seperti Cina, bakal bersyukur karena mereka tidak mengikuti anjuran Paulson untuk berbuat demikian.&lt;br /&gt;Banyak yang sudah berpaling meminta bantuan Dana Moneter Internasional. Yang merisaukan adalah, setidak-tidaknya dalam beberapa kasus, IMF bakal kembali lagi ke resep lamanya yang sudah terbukti gagal itu: kontraksi fiskal dan moneter, yang hanya bakal meningkatkan ketidaksetaraan global. Sementara negara-negara maju berupaya menstabilkan kebijakan countercyclical mereka, negara-negara berkembang bakal terpaksa menjalankan kebijakan yang membuat makin tidak stabilnya keadaan dan larinya modal justru pada saat mereka paling membutuhkannya.&lt;br /&gt;Sepuluh tahun yang lalu, saat terjadinya krisis keuangan di Asia, banyak dibicarakan perlunya mereformasi arsitektur keuangan global. Sekarang ternyata sedikit sekali--terlalu sedikit--yang telah dilakukan. Pada waktu itu banyak yang mengira bahwa seruan yang muluk-muluk itu cuma upaya yang disengaja untuk menjegal reformasi yang sesungguhnya: negara-negara yang tidak terkena imbas krisis di bawah sistem yang lama tahu bahwa krisis itu akan berlalu, dan bersamanya, berlalu pula tuntutan dilakukannya reformasi. Kita tidak boleh membiarkan itu terjadi lagi.&lt;br /&gt;Kita mungkin berada pada momen lahirnya "Bretton Woods" yang kedua. Lembaga-lembaga yang lama sudah mengakui perlunya reformasi, tapi lembaga-lembaga itu bergerak bagaikan di atas es. Mereka tidak berbuat apa-apa untuk mencegah terjadinya krisis sekarang ini dan ada kekhawatiran mengenai efektivitas lembaga-lembaga ini dalam merespons krisis yang sudah melanda dunia saat ini.&lt;br /&gt;Perlu waktu 15 tahun dan perang dunia bagi kita untuk bersama-sama mengatasi kelemahan sistem keuangan global yang dahulu menyebabkan terjadinya Depresi Besar. Semoga kali ini ia tidak akan memakan waktu yang sama lamanya: sebab, mengingat tingkat saling ketergantungan global, harga yang harus kita bayar jelas terlalu mahal.&lt;br /&gt;Tapi, sementara AS dan Inggris dahulu mendominasi Bretton Woods, lanskap global sekarang sudah berubah. Begitu juga, lembaga-lembaga Bretton Woods itu dahulu dipandu oleh doktrin-doktrin ekonomi yang sekarang sudah terbukti gagal tak hanya di negara-negara berkembang, tapi juga bahkan di negara jantungnya kapitalisme sendiri. Konferensi puncak global yang akan datang ini harus mampu menghadapi realitas baru ini jika ia ingin bergerak secara efektif ke arah terciptanya sistem global yang lebih stabil dan lebih adil. *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joseph E. Stiglitz, guru besar ekonomi pada Columbia University, peraih Hadiah Nobel Ekonomi 2001 (Tempo Interaktif)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-5273938479180987017?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/5273938479180987017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=5273938479180987017' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/5273938479180987017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/5273938479180987017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/bretton-woods-kedua.html' title='BRETTON WOODS KEDUA'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1JdFV84kI/AAAAAAAAADc/IqyVnGVBXLY/s72-c/stigliz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-2119911057968453368</id><published>2008-11-26T05:01:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T05:02:45.275-08:00</updated><title type='text'>PASCA OBAMA, WHAT NEXT?</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;Adian Husaini, MA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menyambut gembira kemenangan Barack Hussein Obama. Apakah mungkin seorang Obama akan mampu mengubah kebijakan terhadap Israel semacam ini? Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-248&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu (6 November 2008) siang waktu Indonesia, Barack Hussein Obama akhirnya jadi Presiden Amerika Serikat ke-44. Dunia gembira. Sorak sorai di mana-mana. Tak sedikit yang mengucurkan air mata. Anak imigran berkulit hitam keturunan Afro-Amerika berhasil menjebol tembok rasialis yang kokoh tertanam 232 tahun sejak Amerika merdeka, 1776.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terkecuali di Indonesia. Sejumlah stasiun TV menayangkan saudara-saudara dan kawan-kawan Obama yang bersuka cita, bangga, berurai air mata bahagia menyambut kemenangan Obama. Dia pun dapat julukan mentereng: ’anak Menteng’. Syahdan, dia pernah tinggal 3,5 tahun di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Obama membuat sejarah. Di Amerika dan di dunia. Umat Islam pun turut gembira. Sejumlah tokoh yang biasa muncul di media mengumbar kata-kata penuh harap. Obama akan beda dengan pendahulunya, George Bush, yang sering dijuluki sang pengumbar angkara. Obama akan mau bicara; bukan hanya mengumbar senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama muncul ketika dunia sedang sakit. Amerika sakit. Eropa sakit. Indonesia juga sakit. Krisis ekonomi, kerusakan lingkungan, perang yang tiada henti, semakin membuat banyak penduduk bumi frustrasi. Cara apalagi yang bisa digunakan untuk menyulap dunia menjadi rumah damai? Banyak yang kemudian putus asanya. Patah arang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, dunia sedang merindukan obat mujarab untuk keluar dari krisis. Dan Obama muncul pada saat yang tepat. Penampilannya luar biasa. Pidatonya menyihir milyaran umat manusia. Dia mengawali pidato dengan kata-kata memukau: “If there is anyone out there who still doubts that America is a place where all things are possible, who still wonders if the dream of our founders is alive in our time, who still questions the power of our democracy, tonight is your answer”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luarrr biasa! Jika ada yang masih ragu bahwa di Amerika segala sesuatu bisa terjadi, kata Obama, maka dia sudah membuktikannya! Dia bisa jadi Presiden Amerika dalam usia belia. Keturunan warga kulit hitam yang ratusan tahun dijadikan sebagai budak dan diinjak-injak, justru kemudian membalik sejarah. Dia menjadi pemimpin negara adikuasa. Itu Obama bin Hussein!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan terlalu berharap!&lt;br /&gt;Kemenangan Obama tentu menyiratkan harapan besar. Setidaknya, masih ada yang bisa diharap. Tapi, untuk mengubah kebijakan luar negeri AS, bukanlah perkara mudah. Mantan pejabat Deplu Amerika, William Blum, dalam bukunya Rouge State: A Guide to the World’s Only Superpower (2002), pernah mengajukan resep untuk mengakhiri kemelut internasional dan menciptakan rasa aman bagi warga AS: (1) minta maaf kepada semua janda dan anak yatim, orang-orang yang terluka dan termiskinkan akibat ulah imperialisme AS, (2) umumkan dengan jiwa tulus ke seluruh pelosok dunia, bahwa intervensi global AS telah berakhir (3) umumkan bahwa Israel tidak lagi menjadi negara bagian AS yang ke-51 (4) potong anggaran belanja pertahanan AS, sekurangnya 90 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Blum, itulah program tiga harinya di Gedung Putih, andaikan dia diangkat menjadi Presiden AS. Hanya saja, katanya, “On the fourth day, I’d be assassinated.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blum menggambarkan betapa peliknya problem politik luar negeri AS. Sifat ofensifnya sudah sangat mencengkeram dunia. Tidak mudah bagi Presiden siapa pun untuk mengubah tradisi imperialistik semacam itu. Film JFK garapan Oliver Stone menggambarkan bagaimana terbunuhnya John F. Kennedy juga tak lepas dari benturannya dengan ’kepentingan besar’ tersebut. Mampukah Obama membuat sejarah baru dalam hal ini? Kita tunggu saja! Toh, dia sudah berpidato: ”America is a place where all things are possible.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumus serupa juga pernah disampaikan perumus teori dependensia dan strukturalisme, Prof Johan Galtung, dalam wawancaranya dengan harian Kompas di Jakarta (17/11/2002). Ketika itu, Galtung ditanya tentang penyelesaian soal peristiwa 11 September 2001 dan program perang melawan terorisme yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Jawab Prof. Galtung: "Dibanding serangan yang pernah dilakukan teroris, terorisme negara yang dilakukan AS jauh lebih berbahaya karena menggabungkan fundamentalisme agama dan fundamentalisme pasar. Serangan AS terhadap Afganistan memenuhi kriteria tindakan teroris.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerima Right Livelihood Award tahun 1987 ini mengaku berulangkali menjawab pertanyaan soal serangan 11 September 2001: "Tangkap pelakunya dan ubah kebijakan luar negeri AS!" Ia juga berkirim surat kepada Presiden AS George W Bush - yang isinya meminta AS mengubah politik luar negeri, mengakui negara Palestina, meminta maaf karena sering mencampuri urusan negara lain, melanggar hukum internasional, dan tidak menghormati Islam. Tapi, suratnya, memang tidak digubris. "Saya tidak tahu apakah Bush membaca surat itu. Tetapi, yang dilakukan justru sebaliknya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imperialisme Barat yang melahirkan kezaliman global, seperti yang dinyatakan Blum bukanlah isapan jempol belaka. Mengutip pendapat Prof. Noam Chomsky, dalam bukunya, Year 501: The Conquest Continues, Ketua Just World Trust (JUST) Malaysia, SM Mohammed Idris menulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penaklukan bagi Dunia Baru, dalam sejarah peradaban, telah berakibat pada dua katastrofi demografik yang sangat luas, yang tidak saling berkaitan: pemusnahan yang sungguh-sungguh atas penduduk susku-suku asli yang tinggal di kawasan Barat dan penghancuran bangsa-bangsa Afrika dengan memperbudak penduduknya dan memperjualbelikannya dalam ekspansi besar-besaran demi memenuhi keserakahan para penakluk... Ketika keadaan telah berubah, tema fundamental dari penaklukan tetap bertahan dalam vitalitas dan daya lentingnya, dan akan terus berlanjut sedemikian sehingga dalam kesadaran tentang sebab-sebab ketidakadilan nan ganas yang betul-betul dikemukakan secara jujur dan terbuka.” (Lihat, Candra Muzaffar dkk., Human’s Wrong: Rekor Buruk Dominasi Barat atas Hak Asasi Manusia, (Yogya: Pilar Media, 2007), hal. 446).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempertahankan hegemoninya, berbagai instrumen – politik, ekonomi, budaya, ideologi, militer – digunakan. Hingga kini, meskipun didesak sebagian besar negara-negara dunia, AS dan sekutunya tetap enggan melepas hak istimewa ’veto’ di PBB. Hak istimewa atas penguasaan persenjataan nuklir juga terus dipertahankan. Sebab, AS dan sekutunya memang memposisikan diri sebagai ”malaikat” dan musuh-musuh mereka diposisikan sebagai ”poros setan” (axis of evil). Dalam kasus dunia Islam, hak istimewa Negara Yahudi Israel tetap dilindungi, meskipun laporan kebiadaban dan pelenggaran HAM Israel telah menumpuk di markas PBB. Setiap Presiden AS – baik dari Partai Demokrat atau Republik – masih tetap menjalankan politik luar negeri yang tidak masuk akal dalam membela negara zionis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Literatur yang mengupas hubungan spesial antara AS dan Israel sangat melimpah. Bernard Reich, misalnya, dalam artikelnya berjudul ‘The United States and Israel: The Nature of a Special Relationship’ (yang dimuat dalam buku The Middle East and The United States: A Historical and Political Reassessment (ed. David W. Lesch), Westview Press, 1996), menggambarkan tradisi tiap Presiden AS untuk membuat pernyataan berisi komitmen untuk mempertahankan hubungan spesial antara AS dan Israel. Berbagai upaya perdamaian Israel-Palestina pertama kali harus menjamin kepentingan Israel. untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Bill Clinton, misalnya, membuat pernyataan: "In working for peace in the Middle East, a first pillar is the security of Israel."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan-bantuan AS terhadap Israel yang sangat fantastis diungkap oleh Paul Findley dalam bukunya Deliberate Deceptions: Facing the Facts about the US-Israeli Relationship. Setiap tahun, negara Yahudi berpenduduk sekitar 6 juta jiwa ini menerima bantuan AS yang jumlahnya melampaui bantuan yang diberikan pada negara-negara lainnya. Sejak tahun 1987, bantuan ekonomi dan militer langsung berjumlah 3 milyar USD atau lebih. Antara 1949 sampai akhir 1991, pemerintah AS telah memberikan dana senilai 53 milyar USD kepada Israel dalam bentuk bantuan maupun keuntungan-keuntungan istimewa. Jumlah itu setara dengan 13 persen dari semua bantuan ekonomi dan militer AS ke seluruh dunia dalam kurun yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak perjanjian damai Mesir-Israel tahun 1979 sampai 1991, jumlah total bantuan AS ke Israel mencapai 40,1 milyar USD, atau setara dengan 21,5 persen dari semua bantuan AS, termasuk semua bantuan bilateral maupun multilateral. Tahun 1992, Senator Robert Byrd dari Virginia Barat, mengungkapkan data-data yang menunjukkan begitu royalnya bantuan AS kepada Israel. Dia katakan: "Kita telah memberikan bantuan luar negeri kepada Israel selama beberapa dasawarsa dengan jumlah dan syarat-syarat yang belum pernah diberikan kepada satu negeri mana pun di dunia ini. Sekutu-sekutu Eropa kita, sebagai perbandingan, hampir tidak memberikan apa-apa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mungkin seorang Obama akan mampu mengubah kebijakan terhadap Israel semacam ini? Hingga kini, tanda-tanda itu belum ada sama sekali! Kondisi internal politik AS, kekuatan lobi Yahudi, dan dinamika politik dalam negeri Israel sendiri, beberapa kali menjadi faktor penghambat pembentukan negara Palestina merdeka. Perjanjian Camp David II di Presiden Clinton berakhir dengan kegagalan. Presiden George W. Bush sempat berkoar akan merealisasikan pembentukan negara Palestina tahun 2005. Tapi, ujungnya juga kegagalan. Memang, secara substansial, Obama diduga akan sama saja dengan pendahulunya. Tapi, apa salahnya berharap ada perubahan. Toh Obama sudah terlanjur bicara: “America is a place where all things are possible.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal Palestina dipandang oleh berbagai kalangan sebagai isu terpenting dalam penyelesaian masalah terorisme. Berbagai pemimpin dunia Islam sudah mengimbau agar AS mengubah kebijakan anti-terornya yang jelas-jelas menganakemaskan Israel. Kelompok perlawanan Hamas dicap sebagai teroris. Sedangkan Israel justru diangkat sebagai sekutu utama dalam pemberantasan terorisme. Bahkan, Prof. Chomsky sendiri tak segan-segan mengkritik negaranya: “We should not forget that the US itself is a leading terrorist state.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya lebih pelik ketika isu terorisme bukanlah isu yang harus diselesaikan, tetapi justru isu yang direkayasa untuk memberikan justifikasi keberlangsungan industri persenjataan di AS. Jika tidak ada musuh lagi, peperangan tiada lagi, bagaimana nasib industri senjata? Maka, tidaklah berlebihan, ketika Huntington menulis dalam buku populernya, The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order (1996), bahwa keberadaan musuh harus tetap dipertahankan. ”For self definition and motivation people need enemies,” tulis Huntington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca Perang Dingin, hubungan AS-Dunia Islam bahkan lebih pelik lagi. Strategi preemptive strike (serangan dini) yang dijalankan AS semakin menggencarkan penyebaran paham liberal keagamaan di dunia Islam. AS mengucurkan dana besar-besaran kepada kelompok-kelompok dan kalangan Muslim tertentu untuk membangun apa yang disebutnya sebagai ’Islam progresif’. Isu-isu liberalisasi, kesetaraan gender, pluralisme agama, multikulturalisme, dan sebagainya menjadi isu-isu favorit bagi AS dan LSM-LSM bentukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah ini, AS bertindak lebih jauh dibanding kolonial Belanda dulu. Kebijakan untuk mengubah kurikulum dan pemikiran Islam dijadikan sasaran penting oleh AS dan negera-negara Barat lain. Ini pernah diungkapkan oleh Menhan AS, Donald Rumsfeld. Dengan alasan membendung arus terorisme, Donald Rumsfeld, pada 16 Oktober 2003, meluncurkan sebuah memo: “AS perlu menciptakan lembaga donor untuk mengubah kurikulum pendidikan Islam yang radikal menjadi moderat. Lembaga pendidikan Islam bisa lebih cepat menumbuhkan teroris baru, lebih cepat dibandingkan kemampuan AS untuk menangkap atau membunuh mereka. (Republika, 3/12/2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, tidak mudah bagi Obama untuk keluar dari ’jaring-jaring kebijakan global’ seperti ini. Banyak pemimpin Barat yang menghendaki umat Islam mengubah pikirannya agar menyesuaikan diri dengan ’dunia modern’. Dan tanpa disuruh pun, sudah banyak kalangan cendekiawan yang sudah menjalankan perintah Barat, karena keberhasilan program ’cuci otak’. Maka tidak heran, jika ekspor paham liberal ke tengah-tengah umat Islam tampaknya akan berjalan terus. Apalagi, Partai Demokrat pun memiliki kebijakan moral dan agama yang lebih liberal dibanding Republik. Bisa-bisa, politik belah bambu akan terus dijalankan: kelompok-kelompok liberal di Indonesia akan semakin diangkat ke atas, dan kaum non-liberal semakin diinjak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Identitas keislaman Obama bisa menjadi batu sandungan psikologis bagi dirinya. Tudingan bahwa dirinya akan lebih mendekat ke Islam, malah bisa membuat dia ingin menunjukkan sikap sebaliknya. Setidaknya, Obama akan bersikap jauh lebih hati-hati dalam soal Islam. Maka, dalam kaitan ini, Obama diduga tidak akan banyak berbeda dengan pendahulunya. Politik Islam AS tetap berpegang pada norma internasional: diabdikan untuk kepentingan nasionalnya sendiri. Jadi, tidaklah realistis berharap terlalu banyak pada Obama. Hanya saja, sekali lagi, boleh-boleh saja berharap sedikit. Toh, Obama sudah terlanjur berkata, di Amerika, segala sesuatu mungkin saja terjadi: “America is a place where all things are possible.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dalam situasi yang berat tersebut, umat Islam sebaiknya tidak terlalu berharap serius pada seorang Obama. Kemenangan Obama adalah sebuah drama (tontonan) yang menarik. Ibarat obat sakit kepala, Obama bisa meringankan pusing sejenak. Nantinya, entahlah! Tentu, lebih menarik andaikan tontonan ini dilanjutkan ke babak berikutnya: Obama bin Hussein bertemu dengan Osama bin Ladin. Dua tokoh puncak dunia bertemu. Dunia mungkin akan segera damai. Pabrik senjata gulung tikar. Tentara AS pulang kandang. Ini memang mimpi. Tapi, bukankah kata Obama, di AS semua bisa terjadi dan AS juga dibangun oleh mimpi para pendirinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, tidak ada salahnya, kita bermimpi di atas mimpi. Toh mimpi masih bebas pajak di negara Republik Indonesia. [Depok, 7 November 2008/www.hidayatullah.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-2119911057968453368?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/2119911057968453368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=2119911057968453368' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/2119911057968453368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/2119911057968453368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/pasca-obama-what-next.html' title='PASCA OBAMA, WHAT NEXT?'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-1340521480807756426</id><published>2008-11-26T04:59:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T05:01:03.395-08:00</updated><title type='text'>TAK KAN LEKANG NABI MUHAMMAD DIHUJAT</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;Johny Edward&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1Ia8m0ftI/AAAAAAAAADU/6AVni9qidBw/s1600-h/Johny.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 238px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1Ia8m0ftI/AAAAAAAAADU/6AVni9qidBw/s320/Johny.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272950366503468754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cacian dan makian, bahkan hujatan, terhadap Nabi Muhammad saw seperti tak ada habis-habisnya. Ujian itu datang baik dari non muslim, bahkan dari kelompok muslim sendiri. Ujian diwujudkan baik dalam bentuk gambar, lukisan, karya sastra, film, bahkan patung, kartun dan komik. Tapi semua itu tak mengurangi kehormatan dan kebesaran sang penakluk 2/3 dunia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan komik yang menggambarkan sosok Nabi Muhammad saw kembali muncul. Kali ini komik tersebut dibuat dalam versi Indonesia, dimana umat Islam Indonesia adalah yang terbesar di dunia saat ini. Selain memunculkan gambar Nabi, komik itu juga penuh penghinaan terhadap Muhammad, nabi paling sabar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komik tersebut dibuat dalam sebuah blog yang dihosting di wordpress.com. Komik ini tersebar dari orang ke orang lewat instant messenger dan surat elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua cerita dalam komik tersebut dengan judul 'Muhammad dan Zainab' dan 'Kartun Sex Muhammad dengan Budak'. Dua kartun tersebut, sangat banyak sekali menampilkan gambar yang disebutnya sebagai Nabi Muhammad. Pada 'Muhammad dan Zainab', misalnya, Nabi digambarkan sebagai sesosok orang mengenakan jubah hijau lengkap dengan surbannya. Wajah Nabi berewokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Islam melarang sosok Nabi Muhammad dihadirkan dalam gambar, foto maupun film. Bila ada kisah tentang Nabi Muhammad, hanya boleh ditampilkan dengan tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya menampilkan gambar Nabi, komik di wordpress.com ini juga menggambarkan Muhammad sebagai sosok yang cabul. Komik ini bercerita tentang kisah pernikahan Muhammad dengan Zainab yang merupakan mantan istri dari anak angkatnya, kisah Muhammad dengan Aisyah dan kisah Muhammad dengan budaknya, Mariah. Tiga kisah ini memang sering dijadikan senjata untuk memojokkan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar-gambar Zainab dan Mariah dalam kartun ini ditampilkan dengan pakaian yang menggoda bahkan ada yang telanjang. Komik itu juga mengutip ayat-ayat Alquran dan hadist dengan penafsiran versi si komikus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbanyak di Denmark&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media cetak Denmark kembali membuat ulah dengan menduplikasi ulang kartun Nabi Muhammad yang pernah membuat heboh dua tahun lalu. Jumlah media cetak yang menerbitkan lagi kartun nabi mencapai belasan nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemberitaan AFP, Kamis (14 Februari), sekurangnya ada 17 media cetak yang memunculkan lagi kartun kontroversial itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan koran hanya menerbitkan 1 kartun yang melukiskan kartun nabi dengan sorban yang berbentuk bom. Tapi Tabloid Ekstra Bladet berani mencetak ulang semua gambar yang berjumlah 12 karikatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan atas usaha terorisme pembunuhan terhadap sang karikaturis Kurt Westergaard. Mereka menyatakan hal tersebut sebagai bentuk kebebasan berekspresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rencana pembunuhan sangat mengejutkan dan mencemaskan. Itu menunjukkan ada kelompok fanatik Islam yang siap untuk mewujudkan ancamannya sekaligus menunjukkan di negara ini ada yang tidak menghormati kebebasan berekspresi," demikian editorial Politiken.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan kartun itu memunculkan reaksi bagi umat Islam di Denmark. Imam Walid Abdul Pedersen mengatakan, pembelaan Westergaard tidak seharusnya diwujudkan dalam bentuk seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu bukan ide yang bagus untuk memunculkannya lagi. Surat kabar bisa membela karikaturis dengan cara lain, tanpa ulah provokatif. Hal yang bagus untuk membuka dialog kebebasan berkespresi, tapi Anda jangan memulainya dengan kontroversi," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati difitnah, dicaci, dihina, pamor dan kebesaran Muhammad saw tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan. Pujian justru datang dari seorang sejarawan Kathollik ortodox Michael Hart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya 100 Tokoh Yang Berpengaruh di Dunia, Hart menempatkan Muhammad saw di peringkat pertama. Padahal ada tokoh Isa as, Michael Angelo, Plato, Aristoteles, Karl Marx, Angel, Thomas Alfa Edison, James Watt, Franklyn D. Roosevelt, hingga Lenin. Diantara jajaran orang-orang besar dan terbaik di dunia itu, mengapa Hart menempatkan Muhammad saw sebagai the best of the best?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita umat Islam sudah tahu jawabannya, bahwa dibalik Nabi Muhammad ada contoh teladan yang baik (kaana fii rasulullahi uswatun hasanah). Selain memberikan konsep kehidupan kelas satu, Muhammad saw juga pelaksana konsep itu dengan sebaik-baiknya. Ia memimpin dunia dengan keteladanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelembutannya telah berhasil meluluhkan kerasnya perangai Umar bin Khattab, keteladanannya mampu mempengaruhi Abu Bakar Shiddiq yang bersifat kenegarawanan, cara berniaganya yang jujur mampu memikat konglomerat Usman bin Affan, kecerdasannya mampu mempengaruhi intelektual muda Ali bin Abi Thalib. Pendek kata, pilihan Hart pada Muhammad saw sebagai orang paling berpengaruh di dunia sepanjang zaman, tidak hanya tepat tapi juga penuh makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, dibandingkan hujatan demi hujatan yang datang, pujian terhadapnya jauh lebih banyak dan lebih berkualitas. Itu sebabnya pula, setiap hujatan datang, setiap saat itu pula kebesaran Muhammad saw mencuat mengingat hujatan yang datang tak lebih sebuah fitnah zaman semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shallallah 'ala Muhammad&lt;br /&gt;Shallallah 'alaihi wassallam&lt;br /&gt;Shallallah 'ala Muhammad&lt;br /&gt;Ya Robbi shalli wa sallim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(djonyedward@yahoo.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-1340521480807756426?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/1340521480807756426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=1340521480807756426' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/1340521480807756426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/1340521480807756426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/tak-kan-lekang-nabi-muhammad-dihujat.html' title='TAK KAN LEKANG NABI MUHAMMAD DIHUJAT'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1Ia8m0ftI/AAAAAAAAADU/6AVni9qidBw/s72-c/Johny.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-2373639073418018225</id><published>2008-11-26T04:56:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T04:58:26.668-08:00</updated><title type='text'>KRISIS MASIH PANJANG</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1Htn9xXdI/AAAAAAAAADM/hE98Xfyh_Uk/s1600-h/Didik.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 145px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1Htn9xXdI/AAAAAAAAADM/hE98Xfyh_Uk/s320/Didik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272949587868474834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(Catatan dari Amerika Serikat)&lt;br /&gt;Didik J. Rachbini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah euforia demokrasi Amerika sudah berlalu dengan sejarah keputusan kolektif bangsa tersebut untuk pertama kalinya memilih warga kulit hitam sebagai presiden. Ini baru terjadi setelah demokrasi di negeri Paman Sam tersebut telah berlangsung lebih dari dua abad.&lt;br /&gt;Barack Obama yang terpilih kemudian dinyatakan sebagai babak sejarah baru demokrasi Amerika, yang plural, tidak pandang ras, kulit, dan agama. Demokrasi Amerika dipertontonkan oleh bangsa tersebut sebagai demokrasi paling mendasar, yang mengakui persamaan diantara warganya.&lt;br /&gt;Tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah catatan tentang faktor krisis ekonomi di negeri ini, yang didiagnosa cukup mendalam. Kebobrokan warisan ekonomi pada masa Presiden Bush memberi andil cukup kuat terhadap peluang Barack Obama dalam pemilihan umum tersebut.&lt;br /&gt;Obama dan Amerika memiliki pekerjaan rumah yang sangat besar, bahkan rumit karena krisis ekonomi tersebut telah menjalar tidak lagi hanya pada pasar kredit perumahan, pasar modal dan lembaga keuangan lainnya. Krisis tersebut sudah menjalar ke sektor riil dan ekonomi rumah tangga di Amerika Serikat, yang dampaknya secara politik emoh memilih calon dari Partai Republik dan kandidat yang berasosiasi dengan Presiden Bush.&lt;br /&gt;Banyak rumah tangga di Amerika yang sudah mulai melepas barang-barang miliknya untuk dijual dalam rangka kelangsungan hidupnya. Toko-toko tidak ramai seperti biasanya, bahkan mulai banyak yang tutup.&lt;br /&gt;Yang sedang menjadi perbincangan ramai, setelah banyak lembaga keuangan rontok, adalah kebangkrutan perusahaan otomotif terbesar di Amerika Serikat. Perusahaan tersebut bangkrut karena penjualannya tidak dapat menutupi ongkos produksinya, termasuk persaingan yang ketat dengan perusahaan otomotif saingannya dari negara lain.&lt;br /&gt;Jika kasus ini terjadi, maka jutaan tenaga kerja yang bekerja di dalam sistem industri otomotif tersebut akan menganggur. Jajaran pengangguran di Amerika Serikat akan semakin besar jumlahnya. Kontribusi dari otomotif ini akan terjadi dari hulu pasokan bahan baku dan produksi sampai hilir suku cadang dan distribusi penjualan.&lt;br /&gt;Maka krisis ekonomi Amerika akan terjadi dan terlihat semakin dalam. Karena itu, maslah industri otomotif di Amerika sekarang sedang menjadi masalah politik di parlemen, sekaligus menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi presiden terpilih, Barack Obama.&lt;br /&gt;Perdebatan publik yang menonjol, apakah negara akan menyelamatkan industri otomotif tersebut dengan menalangi utang dan kerugiannya (bailout) dalam rangka menghindari pengangguran massal di negeri ini. Jika iya, berapa banyak uang publik yang harus dikucurkan ? Atau adakah pilihan lain perusahaan tersebut dijual kepada perusahaan otomotif lainnya dari Jepang, Jerman, dll ?&lt;br /&gt;Semua perdebatan tersebut menunjukkan bahwa krisis di Amerika Serikat memang telah lama terjadi dan sampai pada puncaknya pada akhir tahun 2008 ini, yang bersamaan dengan pemilihan umum dan pergantian kepemimpinan kepresidenan. Peristiwa ini tentu harus menjadi catatan dan perhatian negara lainnya karena Amerika dan ekonominya bertali-temali erat serta mendalam dengan hampir seluruh negara di muka bumi ini.&lt;br /&gt;Bahkan ketika krisis masih terjadi anomali dimana matang uangnya justru menguat dibandingkan banyak mata uang lainnya. Itu berarti bahwa mata uang AS sudah merasuk ke seluruh sendi-sendi ekonomi dunia sebagai basis perdagangan antar negara.&lt;br /&gt;Karena Amerika adalah ekonomi besar dan telah menjadi pusat ekonomi dunia dengan pendapatan nasional yang besar, maka pengaruh krisis Amerika ini terasa pada ekonomi negara-negara lainnya. Pengaruh negatif tersebut tidak terkecuali pada ekonomi Indonesia.&lt;br /&gt;Yang patut diperhatikan adalah bahwa krisis ekonomi Amerika tersebut cukup mendalam dan akan cukup panjang. Keadaan ini harus diantisipasi oleh pemerintah dan para pengambil keputusan di Indonesia.&lt;br /&gt;Kondisi ini diantaranya akan melemahkan perdagangan ekspor dan impor Indonesia sekarang ini. Paling tidak perdagangan dengan Amerika yang bisa dipertahankan harus dilakukan agar penerimaan devisa tidak mengalami penurunan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-2373639073418018225?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/2373639073418018225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=2373639073418018225' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/2373639073418018225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/2373639073418018225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/krisis-masih-panjang.html' title='KRISIS MASIH PANJANG'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1Htn9xXdI/AAAAAAAAADM/hE98Xfyh_Uk/s72-c/Didik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-2884165372384556988</id><published>2008-05-28T20:19:00.000-07:00</published><updated>2008-06-01T18:59:08.532-07:00</updated><title type='text'>Bulog, Beras, dan Ketahanan Pangan</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;em&gt;Indonesia kini dibayang-bayangi kecemasan terjadinya krisis pangan, seperti yang sudah nyata di berbagai belahan dunia ini. Sebab, kelaparan tentu saja bukan hanya menurunkan kesehatan fisik manusia, melainkan juga kesehatan jiwa. Perum Bulog diharapkan berperan optimal menjalankan manajemen perberasan. Namun sayangnya, badan khusus itu baru menguasai 4-5 persen pangan nasional. Kalau Bulog bisa menguasai 10 persen saja, krisis pangan akan bisa dihindari.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205635051097592210" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4hf5L-kZI/AAAAAAAAABA/QDH1xzVgWxs/s320/Petani1.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;[&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jakarta, April 2008&lt;/span&gt;]&lt;br /&gt;Gonjang-ganjing masalah beras selalu menjadi isu menarik dan berulang yang mengharu-biru stabilitas pemerintahan di negeri, yang konon negeri agraris ini. Sedikitnya, dua kali dalam setahun, di saat panen raya dan di musim paceklik, beras mera maikan pemberitaan seluruh media massa di Indonesia.&lt;br /&gt;Itu terjadi karena kita semua cemas akan datangnya bencana krisis pangan, terutama beras yang menjadi makanan pokok, yang kini menjelma menjadi kecemasan global. Kerusuhan di sejumlah negara Asia dan Afrika akibat kelangkaan disusul melambungnya harga beras, kian memperbesar kecemasan itu.&lt;br /&gt;Akankah Indonesia mengalami nasib yang sama atau bahkan lebih buruk?&lt;br /&gt;Pengamat ekonomi pertanian, Bustanul Arifin dalam sebuah kesempatan mengatakan, kecemasan itu tidak perlu terjadi jika manajemen stok pangan nasional, khususnya beras terlaksana dengan baik. Yang dibutuhkan masyarakat di saat-saat seperti ini adalah jaminan dari pemerintah bahwa stok beras aman sepanjang tahun.&lt;br /&gt;"Mengelola stok beras nasional seharusnya tidak sulit, mengingat persoalan beras senantiasa berulang dan bisa diprediksi sebelumnya," ujar Bustanul.&lt;br /&gt;Produksi terbesar beras di Indonesia dihasilkan dalam empat bulan, yaitu Februari, Maret, April, dan Mei dengan kontribusi sekitar 65 persen. Itu artinya, sekitar 23 juta ton beras dari target produksi Deptan tahun ini, yang mencapai 35 juta ton itu, dihasilkan dalam musim panen raya, yakni dalam kurun empat bulan itu.&lt;br /&gt;Persoalan klasik kebijakan beras di Indonesia adalah setiap musim panen raya, harga gabah di tingkat petani anjlok, bahkan sampai di bawah harga dasar. Anehnya, harga beras di pasaran tak juga turun mengikuti anjloknya harga gabah.&lt;br /&gt;Sementara pada musim paceklik, harga eceran beras di tingkat konsumen melambung, melebihi tingkat kemampuan daya beli masyarakat miskin, terutama di perkotaan.&lt;br /&gt;Berkaca pada politik pangan pada zaman Nabi Yusuf, saat panen raya itulah pemerintah seharusnya memperbesar volume stok beras nasional guna mencegah bencana krisis pangan di musim paceklik. Begitu saran pengamat keagamaan Yonky Karman. Ia pun meminta Perusahaan Umum (Perum) Bulog meniru Nabi Yusuf dalam pengelolaan stok beras nasional.&lt;br /&gt;Tugas Publik&lt;br /&gt;Menanggapi hal itu, Dirut Perum Bulog, Mustafa Abubakar menyadari tugas publik yang mulia sekaligus berat, yang disandang BUMN yang dipimpinnya itu adalah menjaga ketahanan pangan nasional. Berat, karena Bulog harus berperan di tataran mikro dan makro sekaligus.&lt;br /&gt;Pada tataran ketahanan pangan, Peran Bulog memiliki perspektif mikro tentang kecukupan pangan dan gizi bagi seluruh lapisan masyarakat. Sedangkan pada tataran sangat makro, Bulog harus menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan dalam konteks pasar nasional, regional, dan pasar lokal.&lt;br /&gt;Padahal, semua orang tahu, mendesain suatu ketahanan pangan di tingkat mikro dan makro sekaligus, bukan pekerjaan mudah, apalagi di tengah era keterbukaan dan ekonomi pasar sekarang ini. Tugas itu menjadi kian sulit di tengah harga beras di pasar dunia yang terus melonjak naik.&lt;br /&gt;Hanya dalam kurun waktu tiga bulan, harga rata-rata beras internasional melonjak dari kisaran US$ 350-385/ton pada Januari 2008 melewati US$ 1.000/ton pada bulan April 2008.&lt;br /&gt;Alhasil hingga detik ini, rakyat pun tetap cemas. Amankah stok beras nasional kita? Mampukah Bulog memenuhi targetnya menyerap beras petani minimal sebanyak 2,43 juta ton?&lt;br /&gt;Terlebih belakangan target itu direvisi menjadi tiga juta ton beras karena pemerintah tidak mau mengambil risiko kelangkaan beras akibat cuaca yang sulit diprediksi.&lt;br /&gt;Rakyat pantas cemas karena hingga menjelang kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan beras pertengahan April lalu, napas Bulog terengah- engah kalah bersaing dari pedagang bermodal besar, yang berani membeli beras petani lebih mahal. Disparitas tinggi harga beras di dalam negeri, yang berkisar Rp 4.300-Rp 5.500/kg, dengan harga internasional yang mencapai Rp 10.000/kg bahkan lebih, membuat para pedagang itu rela keluar-masuk pelosok desa penghasil beras guna menjemput beras petani.&lt;br /&gt;Jelas, kebanyakan para pemburu rente itu bertujuan menyelundupkan beras ke luar negeri, seperti disinyalir banyak pihak tiga bulan terakhir ini. Indikasi paling gampang, menurut Ketua Umum Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir adalah melonjaknya volume perdagangan beras antarpulau, padahal permintaan relatif stabil.&lt;br /&gt;Ia mencatat, volume perdagangan beras antarpulau pada Januari 2008 tercatat 120.000 ton, Februari naik menjadi 168.000 ton, dan berikutnya pada Maret melonjak tajam menjadi 368.000 ton.&lt;br /&gt;Sinyalemen itu seakan diperkuat oleh pernyataan Kepala Divisi Bulog Regional III Jabar, Agusdin Fariedh maupun Kepala Subdivre Bulog Pekalongan, Hamid. Fariedh mengakui, sebelum HPP beras dinaikkan, penyerapan beras berkurang drastis. Yang biasanya tiap hari menyerap 4.000 ton/hari, berkurang menjadi hanya 1.000 ton/hari.&lt;br /&gt;Demikian juga volume kontrak antara pedagang mitra Bulog dengan Dolog Pekalongan yang menurun drastis dibanding tahun lalu. "Jika pada Maret-April 2007 volumenya mencapai 600 ton per nilai kontrak, periode yang sama tahun ini hanya sekitar 150 ton per nilai kontrak," ujar Hamid.&lt;br /&gt;Pertarungan tak seimbang pun terjadi, karena Bulog wajib berpatokan pada Inpres 3/2007 yang mengatur HPP gabah kering sebesar Rp 2.000/kg dan beras Rp 4.000/kg. Sementara pedagang berani membeli beras berkualitas sama dengan harga Rp 4.300/kg.&lt;br /&gt;Bulog pun mendesak pemerintah mempercepat kenaikan HPP gabah dan beras agar pertarungan menjadi seimbang. Seusai kenaikan HPP, Mustafa pun meminta masyarakat tak lagi cemas karena Bulog yakin bisa memenuhi target stok nasional hingga tiga juta ton. Indikasinya, kenaikan volume pengadaan beras oleh Bulog yang terus meningkat hingga mencapai 70 persen secara nasional.&lt;br /&gt;"Kami tetap fokus membeli beras dalam negeri untuk mendukung stabilitas harga dan ketahanan pangan sampai 100 persen," tegasnya.&lt;br /&gt;Mustafa menyadari, beras menjadi unsur penentu bagi stabilitas dan ketahanan pangan bangsa. Ia pun berjanji sekuat tenaga untuk tidak lengah menutup celah bermainnya para spekulan. Mustafa mengaku, harus pontang-panting bekerja keras berkeliling Indonesia mengawasi kinerja anak buahnya di daerah dalam upaya menyerap beras petani. "Butuh waktu cukup lama dalam mereformasi kinerja Bulog," akunya.&lt;br /&gt;Mustafa seakan menepis tudingan sejumlah pengamat, karena dia yakin, manajemen stok pangan nasional akan semakin baik, sejalan dengan reformasi internal yang dilakukan. "Bulog sudah menerapkan manajemen stok beras, yang merupakan tugas utama Bulog," katanya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4ifZL-kbI/AAAAAAAAABQ/BiAChDKGupQ/s1600-h/Bulog1.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205636142019285426" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4ifZL-kbI/AAAAAAAAABQ/BiAChDKGupQ/s320/Bulog1.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4iGJL-kaI/AAAAAAAAABI/vBYfvZTNPRA/s1600-h/Bulog1.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4-8 Persen&lt;br /&gt;Ahli perberasan Husein Sawit mengatakan, manajemen stok merupakan inti dari kebijakan stabilisasi harga beras. Itulah peran Perum Bulog di era otonomi.&lt;br /&gt;Sayangnya, hasil kajian Sawit menemukan Bulog selama ini hanya menguasai stok beras antara 4-8 persen saja dari produksi dalam negeri. Itu tidak akan menjadi masalah jika tidak ada disparitas harga dalam negeri dengan harga internasional, yang mendorong terjadinya penyelundupan.&lt;br /&gt;Namun dalam situasi seperti saat ini, pemerintah melalui Perum Bulog, harus menguasai cadangan pangan minimal 10 persen, agar memudahkan upaya stabilisasi harga. Misalnya melalui operasi pasar murni (OPM) atau operasi stabilisasi harga beras (OSHB), maupun untuk pemenuhan kebutuhan raskin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Momentum saat ini harus dijadikan Bulog, maupun pemerintah daerah, untuk membangun jaringan cadangan pangan, baik secara vertikal maupun horizontal," ujar Sawit.&lt;br /&gt;Secara vertikal adalah berupa koordinasi cadangan pangan di tingkat pusat hingga tingkat kabupaten/kota yang bersifat saling melengkapi. Sedangkan secara horizontal adalah koordinasi cadangan pangan yang dikuasai pemerintah, pedagang, dan rumah tangga di suatu wilayah kabupaten/kota, bahkan jika perlu tingkat desa.&lt;br /&gt;Di sinilah perlunya komitmen nasional untuk mendukung tugas Bulog sebagai lembaga pengendali stabilitas harga pangan, sekaligus melindungi kepentingan produsen dan konsumen secara bersamaan. Masyarakat pun kini menantikan kiprah nyata Perum Bulog, bukan hanya dalam penguatan ketahanan pangan nasional, namun juga perannya di percaturan internasional. Melalui manajemen stok pangan nasional yang baik, menjadi eksportir beras kelas dunia bukan sesuatu yang mustahil bagi Bulog. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-2884165372384556988?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/2884165372384556988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=2884165372384556988' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/2884165372384556988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/2884165372384556988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/05/bulog-beras-dan-ketahanan-pangan.html' title='Bulog, Beras, dan Ketahanan Pangan'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4hf5L-kZI/AAAAAAAAABA/QDH1xzVgWxs/s72-c/Petani1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-5369588957448860261</id><published>2008-05-28T20:11:00.000-07:00</published><updated>2008-06-01T19:10:57.452-07:00</updated><title type='text'>Pantang Menyerah, Modal Jadi Juara Dunia Reli</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SENWGbU1B1I/AAAAAAAAACk/I_dhSxaORCo/s1600-h/masuoka1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SENWGbU1B1I/AAAAAAAAACk/I_dhSxaORCo/s320/masuoka1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207100262584747858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bali, Mei 2008&lt;/span&gt;]&lt;br /&gt;Bagi pencinta olahraga otomotif tentu mengenal nama Hiroshi Masuoka. Pria kelahiran 13 Maret 1960 di kota Saitama, Jepang ini adalah pereli dunia. Sejak tahun 1987 Masuoka telah aktif mengikuti reli paling ganas di dunia, yaitu Paris Dakar. Tahun 2002 dan 2003, Masuoka berhasil menjadi kampiun di ajang reli tersebut.&lt;br /&gt;Akhir pekan lalu, SP berkesempatan mewawancarai Masuoka (48), seusai menjadi 'navigator' sang pereli di medan off-road Garuda Wisnu Kencana, Bali menggunakan Mitsubishi Strada Triton. Masuoka memacu kendaraan hingga mendekati 100 kilometer per jam di jalanan gravel dengan tanjakan, turunan, serta tikungan-tikungan tajam.&lt;br /&gt;Di usianya yang hampir setengah abad, duta promosi Mitsubishi Motor Corporation itu masih mampu tampil prima di medan off-road yang cukup berbahaya itu.&lt;br /&gt;Kepada para pereli Indonesia khususnya para pereli muda, Masuoka berpesan agar memiliki semangat pantang menyerah dan tidak bosan untuk senantiasa giat berlatih.&lt;br /&gt;"Dunia reli itu sangat menarik untuk ditekuni. Selain memberikan beragam pengalaman berharga, reli juga mengajarkan kita pada semangat bekerja keras dan pantang menyerah," ujar Pria yang mengaku sudah senang belajar membalap sejak usia delapan tahun itu.&lt;br /&gt;Berikut petikan wawancara SP dengan Hiroshi Masuoka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sejak kapan Anda mulai menekuni dunia Reli?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada usia 19 tahun yakni di tahun 1979, saya sudah mulai mengikuti berbagai ajang "off-road" di tingkat lokal di berbagai kota di Jepang. Saya berlatih keras mengenal teknik dan melatih ketrampilan ngebut di jalan rusak. Enam tahun saya berlatih keras dan mempersiapkan diri sebelum terjun di ajang Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lantas Kapan Anda memutuskan terjun sepenuhnya menjadi Pereli Profesional?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tidak serta merta begitu. Tapi saya mulai berani terjun di luar Jepang pada Tahun 1985, dengan debut pertama kali di ajang reli Pharaoh (Mesir), meski belum juara. Pada tahun itu juga saya berhasil menduduki peringkat ketiga di ajang reli Australia Safari. Setahun kemudian, saya menduduki peringkat kedua di kejuaraan yang sama. Kemudian saya pindah ke Eropa meninggalkan Tanah Air saya ke Paris agar bisa menikmati "habitat" para jagoan reli dunia. Awal 1987 saya menjuarai Reli Atlas, yang merupakan persiapan menghadapi Reli Paris-Dakar tahun 1987.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SENV3xJexmI/AAAAAAAAACc/17QfcKshCj4/s1600-h/Masuoka2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SENV3xJexmI/AAAAAAAAACc/17QfcKshCj4/s320/Masuoka2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207100010744694370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kapan akhirnya Anda terjun di ajang reli Paris Dakar?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1987 itu saya masuk menjadi anggota tim Mitsubishi, namun lebih banyak hanya berkutat di bagian mekanik. Selama 12 tahun saya hanya menjadi anggota tim kedua atau pembalap pelapis tim utama. Semua itu saya jalani dengan ketekunan dan kesabaran. Namun, belakangan disadari keterampilan mekanik dan penguasaan medan reli selama menjadi tim kedua membuat saya tangguh.&lt;br /&gt;Tahun 1990 saya tampil di kelas Modified Road Car atau kategori T2 tepatnya pada gelaran reli Paris-Dakar ke-12. Saya hanya mampu bertengger di posisi 10 klasemen balap kategori tersebut. Tahun-tahun tersebut juga banyak saya isi dengan mengikuti berbagai ajang reli untuk mengasah keterampilan saya. Saya terpacu untuk berprestasi lebih tinggi dan ikut bertarung di reli Paris-Cape Town di tahun 1992. Untuk ajang reli Paris-Dakar sendiri, Tahun 1994 saya mampu menembus 10 besar dengan duduk di posisi 4 klasemen pembalap dan tahun 1997 hingga 1998, saya kembali mempertahankan posisi.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Apa keistimewaan Reli Paris Dakar dibandingkan ajang reli dunia lainnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya kira Paris Dakar merupakan reli paling menantang di dunia. Bukan saja kita harus melintasi berbagai macam medan yang berat, namun juga cuaca yang ekstrim. Selama dua minggu penuh, stamina kita harus tetap prima meski kita hanya sekali makan dalam sehari. Pagi dan siang, saya hanya minum air putih dan pil penambah stamina. Barulah di malam hari saya makan normal. Di malam hari, kita tetap berpacu di ajang reli seolah- olah kita memasuki sebuah terowongan yang gelap gulita. Terkadang banyak binatang buas yang melintas di arena reli. Tekad, semangat, dan mental pantang menyerah yang membuat saya akhirnya menjadi juara di tahun 2002 dan 2003. Sebetulnya tahun 2001 saya juga juara, namun terkena diskualifikasi karena alasan teknis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-5369588957448860261?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/5369588957448860261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=5369588957448860261' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/5369588957448860261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/5369588957448860261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/05/pantang-menyerah-modal-jadi-juara-dunia.html' title='Pantang Menyerah, Modal Jadi Juara Dunia Reli'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SENWGbU1B1I/AAAAAAAAACk/I_dhSxaORCo/s72-c/masuoka1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-3580063548599104712</id><published>2008-03-15T20:35:00.000-07:00</published><updated>2008-11-27T00:38:57.110-08:00</updated><title type='text'>Mencegah Bom Waktu Krisis Beras</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SENSCTEdCII/AAAAAAAAACM/wvsSiDqzPx0/s1600-h/irigasi1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SENSCTEdCII/AAAAAAAAACM/wvsSiDqzPx0/s320/irigasi1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207095793602594946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tasikmalaya, Maret 2008&lt;/span&gt;] &lt;br /&gt;Mang Oyon (60) petani Desa Arjasari, Singaparna, Tasikmalaya tersenyum sumringah saat SP bertandang ke rumahnya pekan lalu. Ia mengaku kini hidupnya lebih tenteram karena sudah bisa menanam padi tiga kali dalam setahun. Sebelumnya, paling banyak petani di desanya hanya bisa menanam sebanyak dua kali setahun karena harus bergiliran memanfaatkan air yang sangat terbatas. Mang Oyon menunjuk jaringan irigasi desa (Jides) sebagai penyelamat keberlangsungan usaha tani di desanya. Jides dibangun secara swadaya dengan bantuan dana stimulus dari Deptan sebesar Rp 75 juta.Bukan hanya bisa tiga kali panen, namun  hasil panen juga lebih produktif dari sebelumnya 4,5 ton per hektar menjadi 7 ton per hektar karena air mencukupi. Sehingga dengan harga gabah Rp 2.000 per kg, pendapatan kotor per tahun dari hasil sawah meningkat dari Rp 14 juta menjadi Rp 62 juta.&lt;br /&gt;"Alhamdulillah kondisi perekonomian petani di desa kami kini jauh lebih baik," ujar lelaki yang dipercaya menjadi Ketua Rukun Tani Mukti itu.&lt;br /&gt;Sesungguhnya keberhasilan Mang Oyon dan juga ribuan petani lainnya di berbagai daerah di Indonesia dalam menaikkan produksi padi mereka, bukan sekedar menyelamatkan periuk kehidupan keluarganya semata. Namun juga, tanpa mereka sadari, kenaikkan produksi mereka telah menyelamatkan bangsa ini dari ancaman krisis beras akibat kelangkaan stok. &lt;br /&gt;Rakyat Indonesia sedikit beruntung, meskipun sebagian rakyat menjerit karena mahalnya harga beras, namun setidaknya dari sisi stok Indonesia untuk sementara ini tidaklah kekurangan. Berbeda dengan rakyat di sejumlah negara seperti Bangladesh , Filipina, dan sejumlah negara di Benua Afrika, mereka menjerit bukan hanya karena mahalnya harga beras namun juga susahnya mencari stok beras di pasar global. Iklim yang tidak menentu, membuat sejumlah negara produsen utama beras dunia menyimpan produksi mereka sebagai cadangan stok.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SENSO4SC9WI/AAAAAAAAACU/aD-xglVTqG4/s1600-h/beras1.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SENSO4SC9WI/AAAAAAAAACU/aD-xglVTqG4/s320/beras1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207096009750148450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hancurnya Irigasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya hanya sebagian kecil petani yang seberuntung Mang Oyon bisa memperoleh air dalam jumlah cukup. Sementara jutaan petani lainnya banyak yang mengalami kesulitan air, akibat buruknya jaringan irigasi dalam sepuluh tahun terakhir. Bukan hanya jaringan irigasi yang memble, namun juga waduk, danau, ataupun dam penampung air banyak yang tak terurus. Akibat tidak berfungsinya waduk dan danau sebagai pengendali air, menurut Staf Pengajar IPB, Baran Wirawan membuat banyak areal sawah terutama di Jawa yang kebanjiran disaat musim hujan, dan kekeringan di musim kemarau. Baran menyontohkan areal pertanian di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Cimanuk dan Citarum, dua buah sungai besar di Jawa Barat, yang seringkali menghadapi masalah air tersebut.&lt;br /&gt;Akibat ketiadaan waduk maupun rusaknya jaringan irigasi sekunder, tersier, hingga Jides membuat produktivitas padi di daerah lumbung beras seperti Karawang, Indramayu, dan Subang mengalami penurunan. Ia menyontohkan, dari potensi air DAS Cimanuk sebesar 4,3 milyar kubik pertahun hanya termanfaatkan 28 persen saja. Selebihnya terbuang ke laut karena tidak ada waduk.&lt;br /&gt;Fungsi irigasi dalam upaya menggenjot produksi beras sangat vital. Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air (PLA) Deptan, Hilman Manan, peran irigasi dalam meningkatkan produksi padi dan juga komoditas pertanian lainya sangat signifikan.&lt;br /&gt;Penjelasannya, irigasi yang berfungsi baik akan meningkatkan indeks pertanaman (IP) yakni frekuensi penanaman komoditas dalam setahun. Saat ini rata-rata nasional IP lahan sawah 1,57, artinya dalam setahun sawah bisa ditanami padi sebanyak 1,57 kali. Menurut Hilman, untuk sawah irigasi golongan I yaitu yang terdekat dengan sumber air bisa memiliki IP 3,0 atau bisa ditanami tiga kali dalam setahun. Sementara sawah golongan III yang jauh dari sumber air atau jaringan irigasinya rusak hanya bisa menanam padi sekali setahun. Selebihnya ditanami palawija atau tanaman sela.&lt;br /&gt;Saat ini dengan IP 1,57 tahun lalu produksi beras nasional mencapai 34 juta ton dari luas tanam 12,4 juta hektar. Jika rata-rata IP nasional bisa dinaikkan menjadi 2,0 maka luas tanam padi akan menjadi 14,8 juta hektar. Dengan produktivitas rata-rata 4,7 ton gabah per hektar maka produksi beras nasional akan mencapai 42 juta ton beras atau terjadi surplus sekitar 10 juta ton beras dari kebutuhan nasional yang mencapai sekitar 32 juta ton di tahun 2008. &lt;br /&gt;Namun menurut Hilman, angka-angka tersebut hanya tercapai jika perbaikan irigasi terealisir. &lt;br /&gt;"Kata kuncinya adalah perbaikan irigasi agar kebutuhan air untuk sawah tercukupi. Sehingga swasembada beras tercapai," papar Hilman.  &lt;br /&gt;Data dari Departemen Pekerjaan Umum (PU) sebagai yang bertanggung jawab soal irigasi menunjukkan, hingga tahun 2012 pemerintah hanya menargetkan pembangunan 17 waduk baru dengan target mengairi 121.000 hektar sawah. Total sawah beririgasi saat ini versi Departemen PU hanya 6,7 hektare. Itupun sebagian besar warisan orde baru yang sebagian membutuhkan rehabilitasi. &lt;br /&gt;Namun demikian Hilman meminta masyarakat tidak perlu khawatir. Dengan kondisi saat ini berdasarkan angka ramalan BPS, tahun ini produksi gabah akan mencapai 58, 27 juta ton atau setara hampir 35 juta ton beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fokus Di Luar Jawa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Departemen PU Iwan Nursyirwan menegaskan, departemennya sedang giat membangun irigasi. Namun makin terbatasnya lahan pertanian di Pulau Jawa, mendorong Departemen Pekerjaan Umum lebih memfokuskan pembangunan irigasi ke luar Jawa.&lt;br /&gt;Di Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Barat, tahun 2006-2008 tidak ada pembangunan irigasi baru. Berdasarkan data Direktorat Jenderal SDA, rencana pembangunan baru jaringan irigasi tahun 2008 terluas di Nusa Tenggara Timur (8.062 hektar), disusul Sumatera Selatan-Bangka Belitung (6.890 ha), Sulawesi Selatan (6.207 ha), Sumatera Barat (4.884 ha), dan Nanggroe Aceh Darussalam (4.807 ha).&lt;br /&gt;Awal April 2008 ini, Dirjen SDA Departemen PU mencanangkan pembangunan lanjutan Jaringan Irigasi Komering tahap II fase II di Desa Nusa Raya, Kecamatan Belitang III, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Ini bukti perluasan daya dukung irigasi di luar Jawa.&lt;br /&gt;Nantinya, jaringan irigasi Komering tahap II fase II mengairi 14.140 ha persawahan, didukung saluran sekunder sepanjang 39 kilometer, dan melewati 15 desa.&lt;br /&gt;Pembangunan ini akan memaksimalkan pemanfaatan potensi pengairan Daerah Irigasi (DI) Komering seluas 125.000 ha di Sumsel dan Lampung, yang kini baru mengairi 44.990 ha sawah.&lt;br /&gt;Hilman menyambut baik pembangunan jaringan irigasi baru di luar Jawa. Namun Ia berharap PU juga merehabilitasi jaringan irigasi di Pulau Jawa yang banyak mengalami kerusakan dalam satu dekade terakhir. Pemda juga bisa berperan dengan membangun Jides ataupun memperbaiki jaringan irigasi tersier untuk mengairi saah-sawah di Jawa yang faktanya masih sangat produktif.&lt;br /&gt;“Tidak perlu pembangunan jaringan besar yang memerleukan lahan luas, cukup dengan merehabilitasi jaringan irigasi yang rusak, itu sudah bisa memacu produksi padi di Jawa,” tutur Hilman.&lt;br /&gt;Pengamat ekonomi Indef, Iman Sugema mengingatkan krisis beras global yang memicu kerusuhan di sejumlah negara di Asia dan Afrika sangat mungkin berimbas ke Indonesia . Saat ini pasokan beras ke pasar global makin kecil karena negara-negara produsen beras mengutamakan pasokan dalam negerinya. Akibatnya harga beras pun melambung tinggi yang naik 100% dibanding akhir tahun lalu.&lt;br /&gt;"Jadi kondisinya bukan sekedar harganya mahal, untuk memperoleh nya di pasar global juga sulit karena stok amat terbatas," ujar Iman.&lt;br /&gt;Agar terhindar dari ancaman kelangkaan beras, Indonesi mau tidak mau harus menggenjot produksi dalam negeri diatas 31 juta ton beras per tahun. Cadangan beras nasional harus diperkuat paling tidak setiap bulan sepanjang tahun cadangan beras pemerintah tidak kurang dari tiga juta ton. Sebaiknya pemerintah menyiapkan langkah-langkah strategis guna mengantisipasinya. Hal itu bisa dimulai dengan fokus pembenahan manajemen stok beras nasional agar tidak terjadi krisis beras. &lt;br /&gt;Iman mengatakan, stok beras dunia akan mencapai titik terendah yang mendorong harga mencapai level tertinggi selama 20 tahun terakhir. Kondisi tersebut harus diwaspadai pemerintah agar imbasnya di Indonesia tidak berakibat buruk dan mengancam stabilitas nasional, ujarnya.&lt;br /&gt;Salah satunya sarana infrastruktur seperti irigasi maupun input produksi seperti pupuk harus terjamin ketersediaanya. Lalai dalam hal ini, maka bom waktu krisis beras global siap meledak di Indonesia mencerai-beraikan stabilitas nasional bangsa ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-3580063548599104712?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/3580063548599104712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=3580063548599104712' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/3580063548599104712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/3580063548599104712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/05/mencegah-bom-waktu-krisis-beras.html' title='Mencegah Bom Waktu Krisis Beras'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SENSCTEdCII/AAAAAAAAACM/wvsSiDqzPx0/s72-c/irigasi1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-6385244793175601217</id><published>2008-03-03T04:16:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T00:38:01.842-08:00</updated><title type='text'>“Yarnen” Terus Melilit Petani</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SENIvaLSGrI/AAAAAAAAABg/d6jVQX3D3k4/s1600-h/petani2.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SENIvaLSGrI/AAAAAAAAABg/d6jVQX3D3k4/s320/petani2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207085573488122546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan remuk dan tak berdaya berkecamuk di dada Onah (39), petani di Kampung Cipelang, Desa Warung Menteng Kecamatan Cijeruk, Bogor saat gabahnya hanya diharga Rp1.800 per kilogram oleh tengkulak. Sudah hasil panen merosot karena diserang hama , sekarang  harga gabah jatuh dibawah harga pembelian pemerintah. “Gabahmu terlalu basah,” begitu alasan Tholib (42), tengkulak yang mebeli gabahnya. Onah tak berkutik karena Ia berhutang modal tanam saat membeli pupuk dan obat antihama.Di sawahnya yang berukuran sepertiga hektar, Onah Rini dan suaminya, Piyan (43), mengumpulkan butir-butir gabah kering hasil panen yang tersisa. Hasil panen mereka kali ini hanya 1,5 ton atau turun 30 persen dibandingkan dengan tahun lalu karena sawah itu sempat terendam air saat hujan turun terus menerus beberapa waktu lalu. Menjelang masuknya saat panen raya gabah kering dan beras anjlok di tangan tengkukal.  Gabah kering panen (GKP) kini hanya dihargai Rp 1.800 per kg, atau di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 2.000 per kg. Sedangkan harga beras hanya Rp 3.700 per kg atau di bawah HPP Rp 4.300 per kg di gudang Bulog. Namun, Onah dan suaminya tak punya pilihan selain menjual gabah ke tengkulak. Selain Ia terjerat hutang modal pada tengkulak, menjelang gabah mereka habis dijual, Bulog belum juga dating membeli gabah petani. Padahal, mereka harus segera membayar utang Rp 4 juta kepada tengkulak untuk modal tanam berupa pupuk, benih, obat-obatan tanaman, serta membeli beras untuk makan selama paceklik lalu. " Para tenkulak itu, merekalah yang ‘menolong’ kami menolong kami saat kesusahan modal, tetapi mereka juga yang menyengsarakan petani karena selalu mempermainkan harga saat panen," ujar Onah lirih. Anjloknya harga gabah akibat ulah tengkulak menyebabkan hasil panen tidak akan mencukupi kebutuhan hidup petani dan modal untuk tanam berikutnya. Pada saat kesulitan modal, tengkulak masuk meminjamkan modal tanam dengan pamrih petani menjual hasil panen kepada mereka. Akibatnya, petani lagi-lagi terjerat tengkulak "Koperasi dan kelompok tani memang ada, tetapi tidak pernah membeli gabah dan beras petani. Bulog sampai sekarang juga tidak turun langsung untuk membeli beras petani," kata Rosid, petani di Kampung Babakan, Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, BogorIa lalu berandai-andai kalau saja Bulog mampu menyerap beras petani saat panen seperti ini, pasti petani tidak akan tercekik seperti sekarang. Sayangnya, Bulog selalu terlambat disbanding tengkulak yang lincah.Maman (40), Ketua Kelompok Tani Harapan Jaya di Desa Warung Menteng, Cijeruk mengatakan, selama ini kelompok tani kesulitan untuk menjalin mitra dengan Bulog karena kurang akses. Pemberdayaan dan pembinaan kelompok tani oleh pemerintah juga masih terbatas. "Seharusnya kelompok tani bisa lebih diberdayakan oleh pemerintah dan Bulog untuk membantu modal tanam dan menyerap hasil panen sehingga berperan lebih optimal," kata Maman.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesulitan Modal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ahli Ekonomi Pertanian dari Universitas Bengkulu, Dr Andi Irawan mengatakan, pembiayaan untuk petani memang sangat minim. Lembaga keuangan seperti Perbankan tidak tertarik mengelokasikan dana untuk pembiayaan usaha tani. Akibatnya, petanimencari jalan pintas dengan meminjam ke tengkulak meski resikonya harga gabahnya dibeli tengkulak dengan harga murah.Hasil riset Andi, di Pulau Jawa mengungkapkan, petani yang terjerat tengkukal saat ini mencapai 88 persen. Itupun jika hanya menghitung petani yang memiliki lahan kurang dari 0,5 hektar. Jika petani tanpa lahan, artinya sewa atau buruh tani juga dihitung, maka prosentasenya bias mencapai 90 persen. Mereka menggunakan system “Yarnen” atau hutang kepada tengkulak dibayar setelah panen. Jika tak sanggup membayar dengan uang, maka terpaksa dibayar dengan gabah meski dihargai lebih murah dari HPP. Disinilah sebetulnya peran Bulog untuk menyerap gabah petani secara maksimal diperlukan. Jika Bulog mampu menyerap gabah petani dengan harga sesuai HPP, maka petani masih punya sedikit keuntungan setelah dipotong pembayaran hutang ke tengkulak. Kondisi petani jauh akan ebih baik jika modal mereka untuk tanam padi diberi pinjaman tanpa bunga, misalnya. Jumlah petani Yarnen secara nasional saat ini diperkirakan mencapai 75% dengan 53 persen dantaranya petani pemiliklahankurang dari 0,5 hektare. Komponen paling banyak di beli dengan system Yarnen adalah pupuk, yang harganya jauh lebih mahal. Petani membeli pupuk  karena kesluitan modal untuk tanam. Mereka tidak sanggup membeli pupuk secara tunai.. Pengecer pupuk urea bersubsidi di Caringin, Bogor Salim (38) mengatakan, harga pupuk di wilayah itu Rp 60.000 per karung (berat 50 kg) jika dibayar tunai. Namun, jika dibeli secara, harganya lebih tinggi bisa mencapai 80 ribu per karung. Akibatnya disaat panen, petani tak bisa menikmati pendapatan yang layak meski harga beras dipasaran tinggi. Mereka meminta pemerintah dan para politisi di DPR tidak hanya mengumbar janji. Buktikan bahwa mereka peduli pada kesejahteraan petani, ujar Piyan kesal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-6385244793175601217?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/6385244793175601217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=6385244793175601217' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/6385244793175601217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/6385244793175601217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/05/yarnen-terus-melilit-petani.html' title='“Yarnen” Terus Melilit Petani'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SENIvaLSGrI/AAAAAAAAABg/d6jVQX3D3k4/s72-c/petani2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-4991407646881704347</id><published>2008-03-03T01:48:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T01:51:40.591-08:00</updated><title type='text'>Menambang "Emas Hitam" dari Gunung Kidul</title><content type='html'>Pengantar&lt;br /&gt;Kedelai hitam, yang dijuluki "siemas hitam", yang diproduksi oleh petani Indonesia, ternyata tidak hanya untuk kebutuhan kecap dan tauco. Jika diolah dengan baik, dengan skala besar, bisa menjadi bahan baku obat-obatan untuk berbagai penyakit. Dalam tulisan wartawan SP, Setia Lesmana, berikut ini ditekankan agar para petani memenuhi standar mutu, sehingga layak digunakan sebagai bahan baku makanan olahan dan obat-obatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANYAK orang mengenal kedelai hitam sebagai bahan baku pembuatan kecap atau tauco. Namun, dibalik legam kulitnya dan di antara kelezatan rasanya, tersimpan beragam manfaat bagi kesehatan. &lt;br /&gt;Jika diolah menjadi obat dengan skala industri, nilai ekonominya bisa disejajarkan dengan emas. Sayangnya, belum banyak yang menambang "siemas hitam" itu untuk industri kesehatan karena minimnya informasi tentang manfaat yang dikandungnya.&lt;br /&gt;Namun, di kalangan peneliti gizi dan kesehatan, si emas hitam merupakan komoditas favorit untuk ditelisik beragam manfaatnya bagi kesehatan. Kedelai hitam mengandung antisianin, zat yang potensial mencegah proses oksidasi yang terjadi secara dini dan menimbulkan penyakit degeneratif. &lt;br /&gt;Menurut Guru Besar Fakultas Pertanian dari Universitas Gadjah Mada, Dr Ir Mary Astuti MS, oksidasi LDL kolesterol merupakan awal terbentuknya plak ataupun gumpalan-gumpalan kecil dalam pembuluh darah. Akibatnya, aliran darah terhambat sehingga memicu berkembangnya penyakit tekanan darah tinggi dan berkembangnya penyakit jantung koroner. &lt;br /&gt;"Pada orang yang menderita arterosklerosis terdapat plak-plak di pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan aliran darah dan oksigen tidak lancar, sehingga terjadi pengerasan pembuluh darah. Akibatnya, timbul penyakit jantung koroner, stroke, dan beragam penyakit berbahaya lainnya," paparnya. &lt;br /&gt;"Zat antisianin itulah yang mampu melancarkan sumbatan di dalam pembuluh darah," ujar Mary. &lt;br /&gt;Antisianin dari kulit kedelai mampu menghambat oksidasi LDL kolesterol. "Dengan rajin mengkonsumsi tempe dan produk olahan kedelai hitam sebanyak 150 gram/hari, mampu menurunkan kadar kolesterol secara signifikan," tambahnya. &lt;br /&gt;Kedelai hitam juga diyakini bisa mencegah diabetes dan kegemukan. Seperti dimuat dalam Journal of the Science of Food and Agriculture edisi Februari, tim peneliti dari Korea Selatan menemukan, konsumsi kedelai hitam bisa mengontrol pertumbuhan berat badan hingga 50 persen dibanding tidak mengonsumsi kedelai hitam. &lt;br /&gt;Kadar kolesterol dalam darah juga 25 persen lebih rendah. Sedangkan kolesterol LDL yang merugikan, kadarnya 10 persen lebih rendah.&lt;br /&gt;Menurut David Bender, wakil dekan di Royal Free and University College Medical School, London, Inggris, protein pada kedelai hitam mungkin menurunkan produksi asam lemak dan kolesterol. Protein tersebut, berperan saat lemak diuraikan di dalam hati dan jaringan lemak.&lt;br /&gt;Temuan ini menjelaskan, mengapa makanan tradisional di sejumlah negara Asia memanfaatkan kedelai hitam untuk melawan diabetes. &lt;br /&gt;Masalah utama diabetes tipe 2, yang banyak menyerang penduduk dunia, adalah rusaknya kerja insulin karena jaringan lemak yang terbentuk terlalu berlebihan. Karena itu, dengan pembentukan jaringan lemak yang lambat, dan berat badan tidak naik terlalu cepat, pengendalian glikemi atau pengaruh makanan terhadap kadar gula darah juga makin baik.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Antikanker&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kedelai hitam juga membawa kabar gembira bagi mereka yang khawatir terkena kanker. Kandungan flavonoidnya dapat berfungsi sebagai antikanker. Kandungan flavonoid, banyak ditemukan dalam buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian. &lt;br /&gt;Salah satu yang termasuk isoflavon adalah genestein. Sedangkan kedelai yang dibuat tempe mempunyai kandungan genestein paling tinggi dibandingkan produk olahan kedelai lainnya. &lt;br /&gt;Prof Mary mencontohkan, sebuah penelitian terhadap penduduk Jepang yang telah hijrah ke Hawaii terbukti rentan mengalami penyakit kanker. Itu karena mereka jarang mengonsumsi tempe dibanding saat mereka masih tinggal di Jepang. &lt;br /&gt;Bagi kaum hawa, kedelai hitam juga bisa membuat para wanita tersenyum. Tidak hanya berfungsi sebagai antioksidan, kedelai hitam mampu mengurangi gejala-gejala menopause pada wanita.&lt;br /&gt;Menurut Mary, struktur kimia kedelai mirip dengan struktur hormon estrogen. "Salah satu senyawa yang menyerupai estrogen yang terdapat di dalam tanaman adalah isoflavon," papar alumnus Department of Food Nutrition University Agriculture Jepang ini. &lt;br /&gt;Keluhan yang biasa dialami wanita yang telah memasuki masa menopause, seperti badan terasa panas (hot flashes), keringat banyak, berdebar-debar, nyeri otot, bisa dikurangi, bahkan dihilangkan dengan mengonsumsi kedelai hitam. Isoflavon pada kedelai hitam juga dapat menghambat penuaan dini pada wanita jika dikonsumsi secara rutin. &lt;br /&gt;Sementara itu, Program Manager PT Unilever Indonesia Tbk, Maya F Tamimi mengatakan, kedelai hitam berpotensi menjadi salah satu pemasok utama ketersediaan kedelai lokal. Kedelai hitam dijadikan bahan baku utama industri kecap nasional.&lt;br /&gt;Menurut Maya, kedelai hitam memberi andil 80 persen dalam pembuatan kecap. Kandungan asam mino glutamate pada kedelai hitam yang sedikit lebih tinggi ketimbang saudaranya, kedelai kuning, membuat "Si Hitam" lebih gurih, rasanya.&lt;br /&gt;Namun, terdapat sejumlah tantangan pengembangan kedelai hitam. "Produksinya saat ini belum mampu mengimbangi kebutuhan industri kecap nasional," ujar Maya. &lt;br /&gt;Lahan kedelai hitam di Bantul, Yogyakarta, pada tahun 2007, hanya sekitar 57 hektare. Dengan rata- rata produktivitas antara 0,7 ton sampai 2,7 ton per hektare, cuma bisa memasok sekitar 20 persen kebutuhan pabrik kecap. &lt;br /&gt;Untuk itu, diperlukan perluasan lahan. Hal itu perlu didukung oleh&lt;br /&gt;peningkatan nilai tambah kedelai hitam menjadi lebih bermutu. Itu berarti, terbuka lebar bagi petani untuk memasok kebutuhan kedelai di dalam negeri. &lt;br /&gt;Memang, masih ada kendala dalam pengembangan kedele hitam, di mana petani kurang mengerti budidaya kedelai hitam maupun pascapanen dan rantai bisnis kedelai hitam yang digunakan sebagai bahan baku kecap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola Pikir &lt;br /&gt;Namun, bukan berarti tidak ada peneliti yang berminat mengembangkan varietas unggul maupun membantu mengubah pola pikir petani mengenai prospek pasar kedelai hitam serta kualitas tanaman sehingga mampu bersaing dalam persaingan pasar. &lt;br /&gt;Adalah peneliti-peneliti asal Universitas Gadjah Mada yang dikomandoi oleh Mary Astuti, yang merupakan Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM, bermitra dengan Unilever, yang berjuang untuk menghasilkan varietas unggul kedelai hitam maupun mengubah persepsi petani tentang kedelai hitam.&lt;br /&gt;Selama ini, petani memang sudah memiliki pengalaman menanam kedelai hitam secara konvensional. Tetapi, agar komoditas tersebut dapat terserap pabrik, tentunya harus memenuhi standar tertentu.&lt;br /&gt;Peran serta industri dalam mengembangkan tanaman kedelai hitam sangat penting. Selain bisa meningkatkan pendapatan petani, tingginya nilai manfaat si emas hitam, juga menguntungkan industri itu sendiri.&lt;br /&gt;Tinggal bagaimana pemerintah membuka iklim investasi yang kondusif bagi pengembangan kedelai hitam baik hulu maupun hilir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-4991407646881704347?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/4991407646881704347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=4991407646881704347' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/4991407646881704347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/4991407646881704347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/menambang-emas-hitam-dari-gunung-kidul.html' title='Menambang &quot;Emas Hitam&quot; dari Gunung Kidul'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-8079548718447140382</id><published>2008-02-13T06:08:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T00:34:15.014-08:00</updated><title type='text'>"Obat" yang Menyakitkan Petani</title><content type='html'>Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Perpres Stabilisasi Pangan yang baru dikeluarkan oleh pemerintah, dinilai berbagai kalangan sebagai langkah yang memundurkan gerakan ketahanan pangan nasional. Sebab, Perpres yang hanya ampuh menekan harga 3-6 bulan tersebut, jelas-jelas menimbulkan penyakit baru bagi petani kecil. Para petani gurem itu, dipaksa bersaing dengan kekuatan global, juga dengan para petani di negara-negara kuat yang selalu diproteksi oleh pemerintah masing-masing. Justru yang memetik keuntungan lewat kebijakan berbiaya hampir Rp 14 triliun itu, adalah importir dan produsen luar negeri. Wartawan SP, Setia Lesmana mengulasnya dalam tulisan ini.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini ibarat sedang sakit demam akibat krisis harga pangan yang mengharu-biru kehidupan rakyat, yang terus merosot daya belinya. Dalam kondisi seperti itu, seharusnya pil pahit antidemam yang diminum sebagai obat penyembuh demam, bukan sirup pelepas dahaga penghilang rasa haus sesaat. Alih-alih hilang rasa haus itu, malah si penderita demam kian didera rasa haus.&lt;br /&gt;Gambaran tersebut, dihadirkan untuk menyoroti langkah dan kebijakan pemerintah tatkala menghadapi krisis harga pangan. Melambungnya sejumlah komoditas pangan, seperti kedelai, terigu, minyak goreng, dan beras, dijawab dengan langkah panik menelurkan kebijakan fiskal dan moneter dengan visi jangka pendek. Alih-alih menurunkan harga, hingga 10 hari pascakebijakan itu dikelurkan, harga-harga tetap saja tinggi dan memberatkan rakyat.&lt;br /&gt;Kebijakan berbiaya hampir Rp 14 triliun itu, jelas-jelas hanya menguntungkan importir dan produsen luar negeri. Petani sendiri dalam negeri, dipaksa bertarung dengan kekuatan global, yang siap menggelontorkan produk-produk mereka ke Indonesia.&lt;br /&gt;Seperti dikatakan Ketua Serikat Petani Indonesia, Henry Saragih, Perpres Stabilisasi Pangan tidak pro petani dan hanya menguntungkan importir. Selain itu, pemerintah telah menyubsidi petani asing.&lt;br /&gt;Cara-cara pemerintah dalam menurunkan harga akan berdampak pada semakin rapuhnya kemandirian pangan. Pemerintah dengan kebijakan fiskal dan moneternya, berpotensi kian membuat petani tambah miskin.&lt;br /&gt;Lebih jauh Saragih menuding isi materi Perpres Stabilisasi Pangan menunjukkan dominasi atau kemenangan kelompok menteri pro pasar bebas atas kelompok menteri pro petani. Perpres yang didominasi kebijakan fiskal dan moneter, yang lebih memihak kepentingan importir, menunjukkan pemerintah tidak memihak kepentingan petani dan pembangunan pertanian.&lt;br /&gt;Di saat banyak negara besar, seperti Amerika Serikat, melindungi petaninya dengan berbagai insentif, Pemerintah RI justru kian memudahkan jalan bagi masuknya produk pangan impor. "Dari total dana Rp 13,7 triliun yang dialokasikan untuk stabilisasi pangan, hanya Rp 1 triliun yang dialokasikan untuk membantu petani," ujar Saragih baru-baru ini.&lt;br /&gt;Itu pun menurut Saragih tidak jelas komitmen realisasinya. Kondisi tersebut, sangat menyedihkan dan bisa berakibat makin rapuhnya kemandirian pangan akibat banjirnya pangan impor.&lt;br /&gt;Kekecewaan juga diungkapkan pelaku usaha pertanian. Sekretaris Asosiasi Petani Padi, Palawija, dan Hortikultura Indonesia (AP3HI) Arum Sabil mengatakan, pihaknya menolak keras pelaku bisnis yang meminta pemerintah menurunkan bea masuk impor bahan pangan. Hal itu akan mengakibatkan nilai jual produk petani menjadi tidak kompetitif.&lt;br /&gt;"Kami menuntut agar Perpres direvisi total dan diisi oleh kebijakan yang pro petani dan pembangunan pertanian dalam negeri. Segera ganti kebijakan yang menyubsidi petani asing," ujar Arum.&lt;br /&gt;Lebih lanjut Arum mengatakan, jika Perpres tidak direvisi, semangat petani untuk menanam padi dan bahan pangan lain akan merosot. Petani akan menjual tanahnya dan beralih pekerjaan.&lt;br /&gt;Krisis pangan diperkirakan akan menjadi-jadi. Jumlah pengangguran pun akan meningkat tajam, mengingat sebagian besar penduduk Indonesia adalah petani. Ketergantungan pada ekspor juga akan memukul rakyat, karena membuka peluang negara produsen memonopoli harga.&lt;br /&gt;"Dampaknya, program menciptakan ketahanan pangan nasional, yang digagas pemerintah selama ini, akan jadi sia-sia, kalau ternyata banyak produk pangan impor masuk pasar Indonesia tanpa terkendali," kata Arum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecaman&lt;br /&gt;Namun, akhir pekan lalu, pemerintah lewat Menko Perekonomian, Boediono buru-buru membantah tudingan sejumlah pihak bahwa pemerintah tidak memihak petani. Menurut Boediono, pemerintah sudah memberikan subsidi sangat besar untuk petani.&lt;br /&gt;Subsidi untuk pupuk, benih, dan pengamanan harga di tingkat petani besarnya mencapai Rp 19 triliun. Boediono mencontohkan pengadaan beras miskin (raskin) sebagai bentuk lain dari pengamanan harga beras di tingkat petani oleh Bulog.&lt;br /&gt;Namun, kecaman terhadap pemerintah tak juga surut. Ketua Wahana Masyarakat Tani Indonesia (WAMTI), Agusdin Pulungan mengecam pemerintah karena hanya menempatkan petani sebagai alat produksi. Seharusnya, mengatasi mahalnya harga pangan diatasi dengan meningkatkan daya beli masyarakat dan mempercepat produksi.&lt;br /&gt;Paket kebijakan kreasi pemerintah, hanya membuat kemandirian pangan semakin rapuh dan memiskinkan petani. Padahal, dengan mensejahterakan petani, pemerintah bisa menurunkan angka kemiskinan lebih dari separuhnya.&lt;br /&gt;Sementara itu, ahli ekonomi pertanian Universitas Bengkulu, Dr Andi Irawan menilai, paket kebijakan yang membuka lebar pintu impor tersebut, akan semakin menekan harga produk petani, sehingga mereka merasa tidak mendapat keuntungan ekonomis dari lahan pertanian yang dimilikinya.&lt;br /&gt;Dampak lanjutannya, terjadi ancaman penjualan lahan-lahan pertanian hingga lebih dari 150.000 hektare, karena dianggap usaha tani tak lagi menguntungkan.&lt;br /&gt;Sedangkan jumlah petani yang meninggalkan profesinya juga meningkat, namun belum ada angka pastinya. "Pemerintah secara sadar mengambil pilihan kebijakan yang justru menjadi disinsentif bagi petani. Pemerintah memilih jalan impor pangan yang terbukti telah membuat bangsa ini terpuruk," ujar Andi.&lt;br /&gt;Untuk mencukupi kebutuhan, petani terpaksa menjadi buruh di luar pertanian. Karena itu, Andi mendesak pemerintah untuk membuat kebijakan kemandirian dan ketahanan pangan secara jangka panjang.&lt;br /&gt;Petani, sebagai pelaku ekonomi di sektor produksi, harus menjadi bagian penting dari upaya membangun ketahanan pangan. Pemerintah juga seharusnya fokus pada upaya meningkatkan daya beli masyarakat, antara lain merealisasikan penciptaan lapangan kerja dan pemberantasan kemiskinan.&lt;br /&gt;Jangan sampai, kebijakan pangan hanya menjadi retorika menjelang Pemilu 2009 saja. Semoga saja tidak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-8079548718447140382?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/8079548718447140382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=8079548718447140382' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/8079548718447140382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/8079548718447140382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/10/obat-yang-menyakitkan-petani.html' title='&quot;Obat&quot; yang Menyakitkan Petani'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-5506971704599209519</id><published>2007-02-01T05:24:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T00:32:37.755-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Tulisan'/><title type='text'>Mewujudkan Partisipasi Publik Membangun Jakarta</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;Setia Lesmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesona Jakarta yang menawarkan kehidupan gemerlap membuat kota ini semakin menarik di usianya yang mendekati setengah milenium. Namun, di balik gairah kehidupan yang tampak, Jakarta juga menyimpan sejumlah persoalan yang harus dibenahi untuk menunjang citranya sebagai ibu kota negara. &lt;br /&gt;Persoalan kemiskinan dan pengangguran, lalu lintas dan trasportasi, layanan kesehatan, layanan publik dan fasilitas umum, keamanan dan ketertiban, serta tata kota dan permukiman. Hingga saat ini, persoalan-persoalan tersebut belum mampu dipecahkan pemimpin Jakarta. Kebijakan pembangunan yang dijalankan tidak pernah menunjukkan visi yang jelas dan cenderung inkonsisten. &lt;br /&gt;Sebagai contoh, Pemprov DKI giat mengembangkan transportasi publik massal seperti busway dan monorel. Namun di saat bersamaan, ia berencana membangun enam ruas tol dalam kota dan membangun area parkir di jantung kota tepatnya di eks Stadion Menteng. &lt;br /&gt;Dalam banyak kasus, program pembangunan yang dilakukan seolah ingin menunjukkan bahwa pemerintah sedang "bekerja". Pemerintah Provinsi DKI mungkin tidak menyadari bahwa masyarakat Jakarta makin sadar akan masalah-masalah yang kini mereka hadapi. Masyarakat Jakarta juga makin tahu alternatif solusi untuk kotanya. &lt;br /&gt;Ketidakpuasan yang ditunjukkan masyarakat terhadap kepemimpinan Jakarta saat ini, seperti ditunjukkan sejumlah jajak pendapat, menyiratkan pesan bahwa sudah tiba waktunya untuk lahirnya perubahan yang mendasar. &lt;br /&gt;Di mata pengamat perkotaan, Marco Kusumawijaya, Jakarta membutuhkan pemimpin baru yang mampu menggalang dan menggerakkan kemampuan kolektif untuk memperbaiki Jakarta, melebihi kemampuan masing-masing individu. Jakarta yang baru memerlukan gubernur yang inovatif, khususnya dalam membangun sinergi antara kepala daerah sebagai pemimpin pucuk, birokrasi sebagai mesin pemerintahan, dan rakyat yang telah memilihnya. &lt;br /&gt;Pemilihan langsung dalam pemilihkan kepala daerah (pilkada) DKI 2007 ini membuat siapapun yang terpilih punya kesempatan luas melakukan hal itu. "Selama ini, rakyat Jakarta belum menjadi bagian penting dari setiap pengambilan keputusan dan kebijakan pembangunan di Jakarta," kata Marco dalam satu diskusi di Jakarta, pekan lalu. &lt;br /&gt;Mantan Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Parahiyangan, Bandung ini percaya selalu ada solusi teknis bagi kota Jakarta. Selama ini, lanjutnya, publik juga lupa mengkritik birokrasi. Jakarta yang baru memerlukan perubahan birokrasi dalam artian birokrasi yang mampu melahirkan kebijakan alternatif dan kreatif. &lt;br /&gt;Birokrasi yang baik harus mampu melahirkan inovasi-inovasi yang diarahkan oleh kepemimpinan yang juga inovatif. "Karena gubernur dipilih rakyat, maka ia memiliki mandat untuk mempertemukan birokrasi dengan rakyatnya," tegas Marco. &lt;br /&gt;Memang di dalam setiap perubahan selalu ada perlawanan. Oleh karena itu gubernur Jakarta nanti harus banyak berkomunikasi dengan rakyatnya karena ia dipilih oleh rakyat. &lt;br /&gt;Menanggapi masalah itu, calon gubernur Jakarta, Sarwono Kusumaatmaja, mengatakan bukan perkara sulit mengubah watak birokrasi. "Birokrasi itu punya ciri yang khas. Jika atasannya benar maka dengan cepat birokrasi akan berubah menjadi benar. Sebaliknya jika atasannya brengsek, maka dengan cepat pula birokrasi menjadi rusak," ujar Sarwono yang juga jadi pembicara di diskusi itu. &lt;br /&gt;Ia menandaskan, kunci mengubah birokrasi itu adalah kepemimpinan yang berkarakter dan konsisten. Mengenai peningkatan partisipasi publik dalam bingkai sinergi, Sarwono menilai perlunya sebuah politik anggaran yang adil dan berpihak pada kepentingan rakyat. Maka, menurut dia, APBD DKI Jakarta nantinya harus lebih mencerminkan keberpihakan dan upaya pemberdayaan masyarakat. &lt;br /&gt;Senada dengan Marco, pakar ekonomi yang juga mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI, Faisal Basri, juga menganggap perlu sinergi antara gubernur-birokrasi-rakyat dalam pola kepemimpinan DKI Jakarta ke depan. &lt;br /&gt;Hanya saja selain melakkan sinergi perlu juga dilakukan pembenahan etos kerja ketiga komponen tadi agar Jakarta menggeliat lebih cepat. &lt;br /&gt;Terpasung &lt;br /&gt;Berbicara mengenai birokrasi, menurut Faisal, seringkali kebijakan pusat membuat Jakarta terpasung. Sebagai contoh, untuk memperbaiki birokrasi salah satunya gaji PNS harus naik. Ketika Jakarta mau menaikkan gaji PNS DKI, itu terbentur peraturan Mendagri yang membatasi kenaikan gaji PNS, tutur Faisal. Dengan demikian, melihat Jakarta tidak bisa sebagai sebuah kota tersendiri yang terlepas dari konteks nasional maupun internasional. &lt;br /&gt;Sementara itu Adang Daradjatun, yang dicalonkan Partai Keadilan Sejahtera dalam pilkada 2007, mengungkapkan bahwa perlunya bergeser dari tataran wacana ke tataran praktis saat berbicara mengenai pemberdayaan rakyat. "Selama ini upaya pemberdayaan rakyat gagal karena kita lebih banyak berkutat di tataran wacana," nilai Adang. &lt;br /&gt;Berbicara mengenai peningkatan kesejahteraan rakyat, ujarnya, maka harus dilakukan program pemberdayaan ekonomi rakyat yang didukung politik anggaran yang memihak. Ketika berbicara mengenai pedagang kaki lima misalnya, maka yang dilakukan tidak sekedar konteks penertiban ruang kota, tapi juga bagaimana melakukan dan memberdayakan kelompok ekonomi lemah. &lt;br /&gt;Sementara itu dalam konteks membangun Jakarta terkait partisipasi publik, Adang melihat perlunya melakukan bench marking atau perbandingan dengan kota-kota yang sukses melakukan hal itu. &lt;br /&gt;Ia mencontohkan Jepang yang mengembangkan konsep kolaborasi antara pemerintah, birokrat, dengan masyarakat dalam mengembangkan partisipasi publik. Bahkan, paparnya, pemerintah bukan sekadar mengajak partisipasi masyarakat namun justru mendahulukan inisiatif atau masukan dari warga. &lt;br /&gt;Sementara itu Bibit Waluyo yang juga akan maju sebagai calon gubernur DKI, mengatakan Indonesia punya kisah sukses partisipasi publik. Contoh paling gampang adalah keberhasilan sistem keamanan lingkungan yang menyinergikan energi aparat dan masyarakat. &lt;br /&gt;Jadi, berbicara mengenai membangun sinergi antara Gubernur, Birokrasi, Rakyat dalam membangun Jakarta, kuncinya terletak kemauan politik sang Pemimpin. Dan Andalah, rakyat Jakarta yang akan menentukan siapa Pemimpin Jakarta nanti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-5506971704599209519?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/5506971704599209519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=5506971704599209519' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/5506971704599209519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/5506971704599209519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/mewujudkan-partisipasi-publik-membangun.html' title='Mewujudkan Partisipasi Publik Membangun Jakarta'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-3104572547871491025</id><published>2006-12-29T02:14:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T02:16:01.217-08:00</updated><title type='text'>Normalisasi Kali Ciliwung Terhambat Pembebasan Lahan</title><content type='html'>oleh: Setia Lesmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[JAKARTA] Program normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 16 km mulai dari Jalan TB Simatupang hingga Manggarai, Jakarta Selatan hingga kini terhambat sulitnya pembebasan lahan di area sempadan sungai. Sejak dicanangkan tahun 1996, normalisasi baru terealisasi sepanjang 1.150 meter mulai dari sempadan sungai di kawasan gudang peluru, Jatinegara Jakarta Timur hingga Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Hal itu dikatakan Pemimpin Sub Pelaksana Wilayah Tengah Ciliwung-Cisadane, Sihar Simanjuntak, saat field trip menyusuri Kali Ciliwung, Kamis (28/12).&lt;br /&gt;Menurut Sihar, warga menolak ganti rugi sesuai nilai jual obyek pajak (NJOP) meski tanah yang mereka tempati merupakan area sempadan sungai yang tidak boleh ditinggali. Berdasarkan Undang-Undang No 7/2003 tentang Sumberdaya Air, batas garis sempadan sungai adalah 30 meter dari pinggir sungai pada saat debit air sungai normal. Sihar menyontohkan, di Jl Slamet Riyadi, Bukit Duri tak jauh dari komplek perguruan PSKD, batas garis sempadan sungai tepat di pinggir Jl Slamet Riyadi. Namun kenyataannya, didaerah tersebut berdiri 2-3 lapis rumah.&lt;br /&gt;Berdasarkan pantauan Pembaruan, di sepanjang aliran Kali Ciliwung, khususnya dari Kalibata hingga Manggarai saat ini area sempadan sungai sudah dipenuhi rumah-rumah warga. Bahkan sebagian dari rumah-rumah tersebut berbentuk bangunan permanen dengan cor beton yang kokoh. Di pinggiran Jalan Jatinegara Barat misalnya, bukan hanya bangunan permanen milik warga, juga terdapat bangunan pertokoan dan perkantoran yang berdiri persis di bibir sungai.&lt;br /&gt;Bahkan di beberapa lokasi di Kampung Melayu dan Bukit Duri terdapat bekas timbunan sampah yang mengeras menjadi gundukan tanah yang menjorok ke tengah sungai. "Beberapa rumah yang ada, juga didirikan diatas lahan yang dulunya merupakan bekas gundukan sampah," ujar Sihar.&lt;br /&gt;Tak ayal lagi, disaat debit air meningkat seperti saat musim hujan sekarang ini, air pun tertahan oleh bangunan-bangunan yang menjorok ke bibir sungai bahkan ke tengah sungai tersebut. Air sungai yang tertahan itu selanjutnya akan menerjang kawasan perkampungan di pinggiran sungai dan mengakibatkan banjir di saat debit air meninggi, ujar Kepala Induk Pelaksana Kegiatan Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (IPK PWSCC), Pitoyo Subandrio. Pitoyo menyontohkan beberapa kawasan seperti Condet, Gang Arus Cawang, Bidara Cina, Kampung Melayu, dan Bukit Duri. &lt;br /&gt;Pernyataan tersebut di benarkan Ketua RT 01/rw 13 Kampung Melayu, Hamzah. Menurut lelaki yang turun temurun tinggal di kawasan tersebut, bantaran sungai mulai dipenuhi pemukiman warga pendatang sejak tahun 1980-an. Akibatnya setiap kali datang musim hujan, kawasan tersebut selalu dilanda banjir. Rumah Hamzah yang lokasinya diatas area sempadan sungai pun kini ikut kebanjiran karena air bisa naik setinggi dua meter. &lt;br /&gt;"Banyaknya bangunan di bantaran sungai membuat aliran air tertahan dan menerjang kawasan di sekitar pinggiran sungai. Padahal dulu kami tidak pernah terkena banjir," ujar Hamzah. Kondisi Kali Ciliwung diperparah oleh besarnya volume sampah yang memenuhi badan sungai. Aneka jenis sampah domestik dan sampah padat seperti puing bangunan hingga kasur, tampah memenuhi badan sungai saat Pembaruan menyusuri Kali Ciliwung bersama rombongan wartawan dan pimpinan IPK PWSCC kemarin.&lt;br /&gt;Menurut Pitoyo, normalisasi Kali Ciliwung sebetulnya mendesak untuk dilakukan. Fungsi sungai selama ini sudah sangat terganggu oleh kegiatan manusia yang telah 'memperkosa' Kali Ciliwung sedemikian rupa. "Mengandalkan BKT saja tidak cukup untuk mengendalikan banjir di Jakarta, normalisasi Kali Ciliwung merupakan hal penting yang juga harus dilakukan," ujarnya. Idealnya menurut Pitoyo, normalisasi di lakukan sepanjang 16 km dari Jl. TB Simatupang hingga kawasan Manggarai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-3104572547871491025?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/3104572547871491025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=3104572547871491025' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/3104572547871491025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/3104572547871491025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2006/12/normalisasi-kali-ciliwung-terhambat.html' title='Normalisasi Kali Ciliwung Terhambat Pembebasan Lahan'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-7720968943867279309</id><published>2006-12-28T23:47:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T00:40:32.182-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Tulisan'/><title type='text'>Kali Ciliwung, Tak Putus Dirundung Limbah</title><content type='html'>"Pak mana sembakonya? Mi Instan juga tak apa-apa deh." Teriakan nyaring itu berkali-kali dilontarkan sejumlah ibu-ibu yang sedang mencuci di pinggiran Kali Ciliwung. Kamis (28/12) pagi. Ketika itu, Pembaruan bersama wartawan dari berbagai cetak dan elektronik mengikuti field trip menyusuri Kali Ciliwung menggunakan perahu karet bersama Induk Pelaksana Induk Pelaksana Kegiatan Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (IPK PWSCC).&lt;br /&gt;Dan siang itu di tepian Ciliwung cukup banyak perempuan yang sedang asyik mencuci alat-alat rumah tangganya dengan air yang berwarna kuning kecoklatan. Di sisi rakit lainnya seorang ibu ditemani anaknya sedang membilas baju. Sang anak asyik bermain-main air sembari berteriak kegirangan ketika menemukan ikan sapu kecil di sela-sela potongan bambu. Tak jauh dari rakit, sejumlah anak-anak usia SD asyik mandi sambil bermain dan melompat dari pinggiran kali.&lt;br /&gt;Sementara di ujung rakit seorang perempuan muda berjongkok membuang hajat dengan pintu bambu yang menutupi separuh badannya. Sesekali mereka berbicara satu sama lain. Tak lama datang seorang pemuda dan membuang kantong plastik hitam berisi sampah. Kantong plastik segera melaju dan berbaur dengan kotoran manusia yang baru saja "dilepaskan"dari pemiliknya. Di seberang sungai beberapa pemuda duduk di tepian sungai sambil bernyanyi dengan didiringi petikan gitar seorang dari mereka.&lt;br /&gt;Pemandangan seperti itu telah menyatu dengan keseharian Ciliwung. Mereka seakan tak peduli dengan kondisi air sungai yang sudah tidak layak untuk dikonsumsi, sekalipun hanya urusan membuang hajat. Bahkan menurut Inah (37), warga Kampung Pulo, Jakarta Timur yang saat itu sedang mencuci baju, kondisi air kuning kecokelatan tersebut masih bisa disebut "layak". Menurut Inah, jika air hanya sekedar kuning kecokelatan, warga masih menggunakannya untuk mandi. Nanti kalau sudah cokelat sekali barulah mereka mandi di MCK.&lt;br /&gt;Kali Ciliwung yang membelah Jakarta airnya tercemar berat. Namun meski kotor dan keruh, Ciliwung telah menjadi bagian dari kehidupan warga bantaran sungai. Kecuali minum, warga menggunakan air sungai untuk banyak hal. Pembaruan pun sempat melihat beberapa orang pemuda sedang membersihkan kedele yang menjadi bahan baku tahu/tempe. Di sepanjang tepian Ciliwung memang banyak dijumpai pengrajin tempe dan mereka memanfaatkan air Ciliwung untuk membuat tahu/tempe. Ehm, gurih bukan?&lt;br /&gt;Sumber Pencemaran&lt;br /&gt;Kondisi sungai yang tercemar dan begitu keruh bukan tanpa sebab. Buangan limbah rumah tangga, limbah industri besar dan kecil antara lain menjadi penyebab. Menurut data IPK PWSCC, setidaknya sepuluh industri yang membuang limbahnya ke sungai ini mulai dari percetakan sampai elektronik. Ditambah lagi industri kecil yang memanfaatkan air Ciliwung. Terdapat lebih dari 5.000 industri kecil skala rumah tangga di sepanjang Ciliwung.&lt;br /&gt;Berdasarkan pengamatan saat menyusuri Sungai Ciliwung dari Gudang Peluru hingga Pintu Air Manggarai, Kamis (28/12), sampah plastik memenuhi sungai, baik di tepi maupun tengah sungai. Bahkan, di sepanjang aliran sungai cukup banyak lokasi pembuangan sampah dengan lahan cukup luas. Beberapa orang bersepeda motor maupun berjalan kaki melemparkan sampah yang dibungkus kantong plastik. Tidak hanya sampah plastik yang ditemui di sana. Kasur, kursi kayu, bantal, kain perca, dan tas bekas bisa ditemui dengan mudah. Tentu saja sampah di sepanjang aliran sungai dan di tempat-tempat pembuangan liar akan menghambat arus air karena lokasinya menjorok ke badan kali.&lt;br /&gt;Menurut Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Rama Budi, persoalan sampah di Kali Ciliwung sudah sangat kompleks. Ciliwung sudah di penuhi sampah sejak dari bagian hulu (Bogor) hingga ke bagian hilir (Jakarta). Terlebih lagi banyak kaum miskin yang tinggal di bantaran kali yang bisa dipastikan membuang limbah domestiknya ke Kali Ciliwung. Menurut Rama tak kurang dari 600 meter kubik sampah dibuang ke Kali Ciliwung setiap harinya.&lt;br /&gt;Persoalan Kali Ciliwung bukan hanya limbah. Area sempadan sungai atau bantaran Kali Ciliwung pun banyak dipenuhi bangunan pemukiman warga. Dari pemukiman kumuh hingga bangunan permanen yang berdiri kokoh memenuhi bantaran kali yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau. Pemukiman padat mulai nampak sejak di kawasan Bidara Cina, Jatinegara tak jauh dari Jalan MT Haryono hingga menjelang Pintu Air Manggarai. Bangunan-bangunan itu bukan hanya 'mencaplok' area sempadan kali namun banyak yang menjorok hingga ke badan Kali Ciliwung.&lt;br /&gt;Menurut Pemimpin Sub Pelaksana Wilayah Tengah Ciliwung-Cisadane, Sihar Simanjuntak, batas garis sempadan sungai sesuai undang-undang 30 meter dari tepi sungai saat debit air normal. Untuk Kali Ciliwung setidaknya adalah 25 meter ke kiri dan 25 meter ke kanan, jika ditarik garis dari titik tengah sungai, ujarnya.&lt;br /&gt;Banyaknya sampah dan juga bangunan di bantaran kali membuat air Kali Ciliwung tertahan terutama di saat debit meningkat saat musim hujan seperti saat ini. Dalam kondisi normal, jelasnya, debit air Kali Ciliwung sekitar 200 meter kubik per detik, sedangkan saat air pasang tinggi debitnya bisa mencapai 450 meter kubik per detik, ujarnya. Sementara jika musim kemarau tiba, debit air Kali Ciliwung surut hanya berkisar 50-100 meter kubik per detik.&lt;br /&gt;Tak Beda&lt;br /&gt;Sementara itu, Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Naik Sinukaban mengatakan, sebenarnya curah hujan itu hampir sama sejak zaman dulu sampai sekarang. Total hujan selama setahun dalam DAS Ciliwung tidak banyak berbeda. Jumlahnya itu di wilayah Bogor, misalnya, berkisar 4.000 milimeter per tahun. Di wilayah lain yang masih masuk kawasan DAS Ciliwung jumlahnya di bawah 4.000. Di Cisarua atau Citeureup misalnya, antara 3.000 sampai 3.500 milimeter per tahun. Makin ke hilir, tentu makin berkurang.&lt;br /&gt;Penyebabnya tidak lain adalah pengelolaan DAS Ciliwung yang sudah tidak lagi memenuhi kaidah-kaidah konservasi lahan. Air hujan tadi, yang totalnya 3.500-4.000 milimeter per tahun itu, sebagian besar masuk ke dalam tanah. Hanya 15 persen mengalir di permukaan tanah, lalu masuk ke sungai.&lt;br /&gt;Artinya, 85 persen air hujan mengisi air tanah, yang nantinya akan dikeluarkan pelan-pelan, pada musim kemarau. Jadi, sungai masih mengalir meski musim kemarau. Menurut Sinukaban, tahun 1950-an, Sungai Ciliwung maupun Sungai Cisadane masih banyak air walaupun pada musim kemarau.&lt;br /&gt;Lebih lanjut Sinukaban mengatakan, Pemerintah DKI Jakarta dan Jawa Barat harus bersama-sama menangani masalah DAS Ciliwung. Kedua Pemda bersama IPK PWSCC harus bersama-sama mengatasi banjir di hilir (Jakarta) dengan prinsip utama meningkatkan infiltrasi (penyusupan) air di daerah hulu DAS Ciliwung, yakni daerah atas dari Jakarta. Itu dilakukan baik di kawasan Gunung Gede, maupun di kawasan Cisarua, Ciawi, Bogor, Cibinong, mapun Depok. Wilayah DAS Ciliwung ini sekitar 130 ribu hektare. Jadi, daerah yang menampung air hujan yang akan mengalir ke Sungai Ciliwung itu sekitar 130 ribu hektare.&lt;br /&gt;Sinukaban setuju dengan upaya normalisasi Kali Ciliwung. Oleh karena janji Pemprov DKI untuk merelokasi warga yang bermukim di bantaran kali Ciliwung ke tempat yang lebih layak dan manusiawi harus cepat diwujudkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-7720968943867279309?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/7720968943867279309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=7720968943867279309' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/7720968943867279309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/7720968943867279309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2007/11/kali-ciliwung-tak-putus-dirundung.html' title='Kali Ciliwung, Tak Putus Dirundung Limbah'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-4160027845854961568</id><published>2006-08-26T06:21:00.000-07:00</published><updated>2008-11-27T00:15:58.159-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Tulisan'/><title type='text'>Kemacetan Akibatkan 20% BBM Terbuang Percuma</title><content type='html'>IBARAT penyakit, persoalan kemacetan yang melanda kota-kota besar di Indonesia sulit dicari penyembuh mujarabnya. Kota semegah Jakarta, gagal merepresentasikan kenyamanannya akibat kemacetan tiada akhir. Kemacetan lalu lintas, angkutan umum yang buruk, polusi udara, kriminalitas di jalan, dan berbagai problem transportasi lainnya telah menjadi menu sehari-hari warga Ibukota. &lt;br /&gt;Masalah kemacetan sedikit banyak ikut menurunkan kualitas hidup masyarakat dan menjadi lubang besar pemborosan sumber daya, baik dari sisi waktu, tenaga dan bahan bakar minyak. Meski ekonomi kita belum pulih benar, nyatanya tidak berdampak banyak pada tingkat mobilitas penduduk. Bahkan kemacetan kota semakin parah akibat masih buruknya manajemen angkutan umum dan lalu lintas yang diterapkan. &lt;br /&gt;Kemacetan yang kian parah, akan membuat lama perjalanan warga Jakarta kian lama. Menurut Pakar Transportasi Institut Tekonologi Bandung (ITB), Harun Al Rasyid Lubis, di Jabotabek rata-rata orang melakukan perjalanan selama 2 - 3 jam untuk berangkat/pulang kerja di pagi/sore hari. Lima atau 10 tahun mendatang bisa jadi waktu perjalanan kerja akan meningkat dua kali lipat, minimal 4 - 6 jam. &lt;br /&gt;“Kondisi ini sangat mempengaruhi produktivitas dan kualitas hidup warga kota, di mana lebih dari 1/4 waktu hidupnya habis di jalan, 1/3 waktu untuk bekerja, dan 1/4 lainnya untuk tidur. Lalu, kapan mereka akan menikmati hidup atau bersosialisasi?” tanya Harun.&lt;br /&gt;Lebih lanjut Harun menggambarkan seberapa besar pemborosan biaya ekonomi yang diakibatkan kemacetan. Untuk Jabotabek kecepatan rata-rata perjalanan hanya sekitar 14,75 km/jam. Total biaya transpotasi di Jabotabek sekitar Rp 34,73 triliun/tahun (Rp 115,77 miliar/hari). Diperkirakan, pemborosan akibat kemacetan di Jabotabek sekitar Rp 12,32 triliun/tahun (Rp 41,05 miliar/hari).&lt;br /&gt;“Pemborosan biaya transportasi ini hampir setara dengan 25% PDRB, dalam bentuk pemborosan energi, biaya operasi kendaraan dan waktu,” papar Harun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian Ekonomi&lt;br /&gt;Andi Rahmah, salah satu peneliti bidang transportasi di Yayasan Pelangi mengatakan tahun 2003, untuk wilayah Jakarta tidak kurang dari Rp 12 trilyun kerugian ekonomi yang diakibatkan kemacetan, pemborosan bahan bakar dan kerugian waktu. Belum lagi kerugian akibat gangguan kesehatan akibat polusi udara yang pada tahun 1996 saja diperkirakan sudah sebesar US$ 2,16 milyar. Sementara trend angka-angka ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat. &lt;br /&gt;Sementara itu pakar transportasi Universitas Indonesia yang juga Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta, Sutanto Soehodho merisaukan pemborosan bahan bakar minyak (BBM) akibat kemacetan. Padahal dengan persediaan energi yang semakin terbatas dan daya dukung lingkungan kota yang makin buruk, variabel konsumsi BBM dan emisi gas buang kendaraan mau tidak mau akan menjadi variabel sentral. &lt;br /&gt;Ilustrasi paling gampang untuk menghitung besarnya pemborosan BBM akibat kemacetan bisa dihitung dari angka kecepatan kendaraan. Jika kondisi lalu lintas lancar, didalam kota mobil bisa bergerak dengan kecepatan sekitar 40 km/jam. Sedangkan dalam kondisi kemacetan parah, rata-rata kendaraan mungkin hanya bergerak sekitar 5 km/jam. Artinya ada pemakaian energi delapan kali lebih besar pada saat macet dibanding kondisi lalu lintas lancar, ujar Sutanto.&lt;br /&gt;Sedangkan Strategic Urban Road Infrastructure (Surip) pernah menghitung bahwa kemacetan lalu lintas telah menyebabkan 20 persen dari BBM yang digunakan kendaraan roda empat menjadi terbakar percuma karena kendaraan hanya berjalan di tempat. Dari mana angka itu berasal? Ilustrasinya, ketika kendaraan mulai bergerak maka membutuhkan bahan bakar lebih banyak dari takaran normal. Jika beberapa meter harus direm kembali, sejumlah BBM yang telanjur meninggalkan tangki BBM tak akan terbakar dan terbuang percuma.Nah angka itulah yang dihitung oleh Surip. &lt;br /&gt;Oleh sebab itu tak heran kalau instruksi presiden soal penghematan energi menjadi percuma karena tidak diikuti kebijakan untuk mengubah kondisi kemacetan di jalan.&lt;br /&gt;Pusat Penelitian Transportasi dan Komunkasi ITB melansir, operasi jaringan jalan di Jabotabek mengonsumsi BBM sekitar 2,45 miliar liter/tahun atau 8,17 juta liter/hari. Sedangkan, produksi emisi gas buang di Jabotabek sekitar 7,03 juta ton/tahun atau 23,43 ribu ton/hari. Sumbangan emisi gas buang sektor transportasi (objek bergerak) melebihi 55% dari total emisi gas buang seluruh sektor industri pemakai bahan bakar dan sepeda motor dalam hal ini merupakan penyumbang terbesar, ujar Harun.&lt;br /&gt;Pada dasarnya kemacetan lalu lintas kota adalah penyakit bawaan akibat urbanisasi dan meningkatnya pemilikan kendaraan di sejumlah kota besar. Menurut Sutanto populasi mobil pribadi di Jakarta saat ini sekitar 1,6 juta unit. Dengan populasi penduduk sekitar 8 juta orang, berarti secara statistik Jakarta memiliki satu kendaraan pribadi per lima orang penduduk. Jumlah kendaraan tersebut belum termasuk sepeda motor yang jumlah mencapai lebih dari 2,5 juta unit. &lt;br /&gt;Sementara menurut Harun, panjang jalan di Jakarta sekitar 0,6 meter per kapita. Sebagai perbandingan di Eropa 2 - 3 meter per kapita, Kanada/Australia 5-6 meter per kapita,  dan Bandung 0,4 meter per kapita. Jika terus dibiarkan, Jakarta akan semakin macet dan akan semakin banyak BBM yang terbuang sia-sia di jalanan. Persepsi yang salah selama ini perlu diluruskan, bukan laju pertumbuhan jalan yang harus mengikuti laju pertumbuhan kendaraan!&lt;br /&gt;Selama ini paradigma pemerintah dalam pembangunan di sektor transportasi darat hanya berorientasi pada pembangunan jalan, seperti pelebaran jalan, pembangunan jalan tol, fly over dan underpass, guna mengakomodir pengguna kendaraan pribadi. Hal ini terbukti menyebabkan beberapa permasalahan yang sulit ditangani di kemudian hari, seperti penurunan kualitas lingkungan akibat hilangnya sejumlah lahan untuk ruang publik, polusi udara yang terus meningkat, kemacetan lalu lintas, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu Andi menekankan pentingnya pengembangan angkutan umum sebagai pelayanan publik di sektor transportasi. “Sudah menjadi keharusan adanya pembenahan di sektor angkutan umum, terutama dari segi peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan,” ujarnya.&lt;br /&gt;Sebagai sektor yang melayani lebih dari 50% penduduk, jenis kendaraan angkutan umum yang dioperasikan harus disesuaikan dengan hirarki jalan, kapasitas, dan permintaan angkutan yang dilayaninya. Kehandalan transportasi sebagai pelayanan publik ditinjau dari aspek keadilan sosial, harus berfokus pada pengembangan angkutan umum yang nyaman, aman dan murah agar dapat mengoptimalkan aksesibilitas masyarakat, terutama masyarakat kelas bawah, dalam melakukan perjalanan. Di dalamnya termasuk pengembangan angkutan umum yang terintegrasi baik antara sesama moda maupun dengan moda yang lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-4160027845854961568?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/4160027845854961568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=4160027845854961568' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/4160027845854961568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/4160027845854961568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/kemacetan-akibatkan-20-bbm-terbuang.html' title='Kemacetan Akibatkan 20% BBM Terbuang Percuma'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-960512669128128863</id><published>2006-08-12T23:57:00.000-07:00</published><updated>2008-11-27T00:39:46.840-08:00</updated><title type='text'>Fungsi IMB Tak Lagi Jadi Sarana Pengendali</title><content type='html'>&lt;div&gt;Siang itu di akhir Agustus 2006 setumpuk dokumen dikirim ke meja Wali Kota Jakarta Timur, Koesnan A Halim. Isinya laporan warga mengenai maraknya bangunan dengan surat izin mendirikan bangunan (IMB) yang diduga palsu. Jika laporan bangunan yang tidak ber-IMB atau menyalahi IMB barangkali hal itu selama ini merupakan hal yang biasa. Namun jika yang marak adalah IMB aspal (asli tapi palsu)? Tentu bukan hal biasa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Koesnan sendiri tidak menampik kabar beredarnya IMB palsu di wilayahnya. "Kami sudah membentuk tim untuk menyelidiki kebenaran informasi ini, dan kami sinyalir IMB palsu memang benar adanya," aku Koesnan saat Pembaruan mengonfirmasi hal ini. Namun Koesnan sendiri tidak bisa memperkirakan berapa banyak surat IMB palsu yang beredar di masyarakat. Hal itu patut disayangkan mengingat besarnya kerugian negara akibat kasus ini. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan salinan dokumen yang diterima Pembaruan, IMB yang diduga aspal umumnya terdapat pada bangunan untuk kegiatan komersial seperti rumah toko (ruko), mini market, ataupun pemukiman mewah. Dari dokumen yang dikirim LSM Depeka misalnya, disebutkan dua unit ruko dua lapis di Jl Taruna Jaya, Cibubur, dan empat unit ruko dua lapis di Jl Raya Ciracas, Kelapa Dua Wetan, Jakarta Timur, diduga menggunakan IMB aspal. Kemudian dua buah rumah di Jl Pengantin Ali, Kampung Rambutan dan tiga buah bangunan di Jl Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur juga diduga menggunakan IMB aspal. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Laporan dari beberapa LSM lainnya menunjukkan, bangunan ber-IMB aspal tersebar cukup banyak di seluruh wilayah Jaktim. Antara lain puluhan bangunan di Kecamatan Duren Sawit, puluhan bangunan di Kecamatan Makasar, Kecamatan Pasar Rebo, Kecamatan Cipayung, Kecamatan Jatinegara, dan Kecamatan Pulogadung. Dari laporan LSM tersebut, mayoritas bangunan ber-IMB yang diduga aspal itu berada di kawasan ruang terbuka hijau atau daerah resapan air. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Jaktim, Paimin Napitupulu, ciri bahwa surat IMB itu tidak sahih terlihat dengan tidak terdaftarnya IMB bangunan-bangunan tersebut pada Seksi Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) Kecamatan Pasar Rebo. "Dari sisi status kepemilikan lahan, bangunan tersebut memang berdiri di atas lahan dengan kepemilikan yang sah, namun bangunan tersebut menyalahi peruntukan lahan," ujarnya.&lt;br /&gt;Dua Kemungkinan &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Paimin tidak menampik jika keluarnya IMB aspal itu kemungkinan melibatkan aparat dari instansi terkait. Namun penyelidikan tetap akan diarahkan pada dua kemungkinan yakni telah terjadi penyalahgunaan wewenang dan jabatan atau terjadi tindak kriminal dengan memalsukan surat IMB. Jika hasil penyelidikan menunjukkan adanya penyalahgunaan jabatan, maka kasus ini di proses dengan PP No 10 dan ditangani penyidik pegawai negei sipil. Sedangkan jika ini murni tindak kriminal, maka kasus ini akan diserahkan ke pihak kepolisian, ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Paimin mengatakan, jika hasil penyelidikan Pemkot Jaktim membuktikan IMB bangunan-bangunan tersebut palsu, maka bangunan tersebut harus dibongkar.''Tidak ada pilihan lain, karena kepemilikan IMB merupakan persyaratan mendasar. Sepengetahuan Paimin, disinyalir IMB palsu tidak hanya ditemukan di Kecamatan Pasar Rebo. Tapi juga ditemukan di kecamatan lainnya seperti Kecamatan Cipayung, Kecamatan Ciracas dan Kecamatan Duren Sawit. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi yang didapat Pembaruan, kini kasus ini sudah di tangani badan pengawas daerah (Bawasda) DKI Jakarta. Kepala Bawasda DKI telah memerintahkan Bawasko Jaktim dan Sudin Pengawasan dan Penataan Bangunan (P2B) untuk menyelidiki kasus ini.&lt;br /&gt;Sementara itu Kasudin P2B Jakarta Timur, Memed menolak berkomentar mengenai kasus ini hingga penyelidikan yang dilakukan timnya selesai. Namun menurut sumber Pembaruan di Sudin P2B Jaktim, kasus IMB aspal di Jaktim merupakan persoalan yang sudah lama berlangsung. Namun selama ini, pihak sudin memilih "cara damai" ketimbang melaporkan hal ini ke pihak kepolisian. Yang jelas menurut sumber tersebut, jumlah bangunan ber-IMB aspal di Jaktim jumlahnya ratusan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Tata Ruang&lt;br /&gt;Sementara itu Ketua LSM Depeka, Abuzar mensinyalir, IMB palsu bukan hanya marak di Jakarta Timur namun di seluruh DKI Jakarta. Hal itu makin menambah panjang daftar kasus mengenai IMB bangunan di DKI Jakarta yang berujung pada pelanggaran rencana tata ruang. Jika kasus IMB palsu ini dijumlahkan dengan kasus bangunan tak ber-IMB, sangat mungkin mayoritas bangunan yang didirikan beberapa tahun terakhir menyalahi tata ruang, ujarnya.&lt;br /&gt;Agustus lalu, sejumlah menara pemancar telepon selular di Jaktim terpaksa di bongkar karena tak memiliki IMB. Dalam waktu dekat menurut Kasie Penertiban P2B Jaktim, belasan menara telepon selular yang menyusul akan di bongkar. Pihaknya sudah memberi peringatan tertulis kepada sejumlah pemilik menara yang tidak memiliki IMB tersebut, ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Gencarnya penertiban bangunan tak ber IMB juga dilakukan Sudin P2B Jakarta Pusat. Menurut Kepala Sudin P2B Jakpus, Saut P Siagian kawasan Kemayoran dan Menteng disinyalir sebagai kawasan yang paling banyak ditemukan masalah IMB. Bangunan-bangunan tersebut melanggar Perda No 7/2004 sehingga terpaksa harus dibongkar atau disegel, ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kemungkinan banyaknya IMB palsu di wilayahnya, Saut menolak berkomentar karena belum ada penyelidikan ke arah itu. Namun Saut berjanji pihaknya akan menyelidiki kemungkinan kasus tersebut terjadi di wilayahnya. Gebrakan Pemprov DKI untuk menertibkan bangunan-bangunan bermasalah memang sangat ditunggu-tunggu. Dampak penyalah gunaan IMB tersebut bukan hanya kerugian negara karena tidak masuknya retribusi. Namun juga persoalan lingkungan yang makin parah. Menyusutnya RTH, melorotnya kandungan air tanah, serta persoalan banjir yang makin parah merupakan dampak langsung yang dirasakan masyarakat akibat penyalahgunaan IMB.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-960512669128128863?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/960512669128128863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=960512669128128863' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/960512669128128863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/960512669128128863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2006/08/fungsi-imb-tak-lagi-jadi-sarana.html' title='Fungsi IMB Tak Lagi Jadi Sarana Pengendali'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-4179426686816353893</id><published>2006-07-03T06:16:00.000-07:00</published><updated>2008-11-27T00:17:09.716-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Tulisan'/><title type='text'>Belanja Hemat di Bursa Buku-buku Bekas</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;Setia Lesmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ajaran baru merupakan momen menangguk rezeki lebih bagi para penjual buku. Buku-buku yang dijajakannya laris manis terutama bagi para mahasiswa yang mencari buku pegangan kuliah. Tengok saja pasar buku di jalan Kwitang, Jakarta Pusat misalnya. Hari-hari ini para pembeli yang datang jauh lebih ramai dibandingkan biasanya. Di kawasan ini para pembeli tidak saja bisa mendapatkan buku-buku baru, namun juga buku-buku bekas dengan kualitas yang masih oke.&lt;br /&gt;Seperti sore itu, hingga menjelang Maghrib, para pembeli masih cukup ramai mencari buku-buku yang diperlukannya. Mereka umumnya mahasiswa yang lebih suka mencari buku-buku bekas dengan alasan lebih hemat. Seperti yang dituturkan Yanti, mahasiswi smester akhir di Fakultas MIPA Universitas Indonesia itu sengaja datang ke kwitang untuk mencari sejumlah buku rujukan untuk skripsinya.&lt;br /&gt;Lain lagi dengan Erwin, yang tahun ini memulai kuliahnya pada program pasca sarjana di salah satu universitas ternama. Ia pun nampak sibuk mencari buku-buku lawas yang masih bisa dijadikan sumber bahan bacaan penunjang kuliahnya. Ia pun mengaku memilih buku bekas karena harganya lebih murah. “Jika saya membeli buku-buku bekas, jumlah yang bisa saya beli jadi lebih banyak ketimbang buku baru yang dijual di toko-toko ternama,” begitu Ia beralasan.&lt;br /&gt;Kebutuhan para mahasiswa dan konsumen lainnya itu jelas menjadi peluang manis bagi para penjual buku bekas. Seperti yang diutarakan Alfian Tanjung, yang mengaku meneruskan usaha rintisan ayahnya sejak tahun 1970-an di Jalan Kwitang Raya. Pria asal ranah minang ini mengaku mengkhususkan usahanya pada buku-buku kuno, Alfian lebih terfokus pada buku ajar perguruan tinggi, termasuk buku SLTA dan SLTP.&lt;br /&gt;Berjualan buku bekas, bagi tamatan STM ini, tetap mempunyai daya tarik yang tinggi. Dalam masa-masa memasuki tahun ajaran baru seperti saat ini, sehari omzet penjualannya bisa mencapai Rp 500.000, sedikitnya ia meraih keuntungan Rp 150.000. Jumlah tersebut relatif lebih besar dibandingkan dengan keuntungan yang ia raih jika menjual buku-buku baru. &lt;br /&gt;"Jelas enakan buku bekas, orang, kan, enggak tahu modal kita membeli buku itu. Kalau buku-buku baru, orang sudah tahu berapa modal kita," ungkap Alfian. Lagi pula, biarpun bukan tahun ajaran baru peminatnya tetap banyak dan tak pernah surut, tetap digemari para mahasiswa. Menurut Alfian, meskipun harga buku bisa ada yang mencapai 50 persen dari buku baru, mahasiswa senang karena buku itu paling dipakai cuma satu semester doang.&lt;br /&gt;Seorang penjual lain, Saripudin yang sudah belasan tahun jualan di Kwitang, tidak hanya menyediakan buku-buku pelajaran bekas. Beberapa buku bekas yang sudah tidak diterbitkan lagi dengan harga relatif murah masih dijajakan. Seperti buku Kahar Muzakar dengan Petualangannya terbitan tahun 1964, atau buku Soekarno yang berjudul Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi terbitan pertama, dan buku Sarinah atau Di Bawah Bendera Revolusi. Tak akalah ketinggalan buku-buku bernuansa ideologi tertentu yang ditulis pada masa pemerintahan Orde Lama dan awal Orde Baru.&lt;br /&gt;Laris tidaknya berjualan buku bekas sebetulnya harus ditunjang oleh kepiawaian para pedagang mengolah nilai guna buku-buku bekas. Dan tak kalah pentingnya adalah kelincahan mereka di dalam menjalankan strategi menjaring pembeli. Dapat dikatakan, kios kaki lima buku-buku bekas mampu memberikan alternatif bagi para konsumennya yang sama sekali belum tersentuh oleh para penjaja buku-buku baru.&lt;br /&gt;Strategi cerdas dilakukan Rizaldi, seorang penjual buku bekas di dekat pasar Anyar Bogor. Pada setiap buku yang dijualnya, ia menempelkan label exchange. Misalnya, untuk novel impor, dia menjualnya seharga Rp 25.000 kepada salah seorang pembeli. Beberapa hari kemudian, pembeli tersebut diperbolehkan datang kembali untuk menukarkan novel yang telah dibacanya dengan buku-buku novel lain. Namun, terhadap novel yang dikembalikan, ia menghargainya sebesar Rp 15.000. Sementara dari novel lain yang akan dibeli, ia pun menghargainya dengan harga yang berbeda. Dengan cara demikian, ia mampu meraih omzet antara Rp 4 juta hingga Rp 6 juta per bulan.&lt;br /&gt;Lain lagi dengan Bustomi, seorang pedagang buku bekas di kawasan Jatinegara, Jakarta. Ia mampu mengolah buku bekas menjadi buku bernilai tinggi. Buku bekas biasanya ia peroleh pertama kali dari pengumpul barang bekas yang keliling ke kampung-kampung dan membeli kertas atau buku secara kiloan. Kemudian, pedagang keliling tersebut menjual kembali barang dagangannya kepada lapak pengumpul barang bekas secara kiloan pula. Dari sinilah para pedagang buku bekas, termasuk Bustomi, membeli buku-buku tersebut, baik secara kiloan ataupun satuan, dengan harga relatif murah. &lt;br /&gt;"Pernah suatu kali, saya membeli buku bekas seharga Rp 5.000, setelah dilakukan rekondisi, buku tersebut bisa dijual dengan harga Rp 300.000 atau enam kali lipatnya," ungkap Bustomi.&lt;br /&gt;Kepiawaian lain bagi Bustomi adalah Ia tidak hanya bersandar dari para pengumpul barang bekas. Ia pun kerap berburu buku dari instansi-instansi yang ingin menjual koleksi buku-buku bekas mereka. Dan jika sedang mujur, buku-buku yang diinstansi tersebut sudah dianggap sampah itu jumlahnya bisa mencapai ratusan kilo. Setelah direkondisi, buku-buku tersebut bisa dijual dengan harga menggiurkan.&lt;br /&gt;Dari segi koleksi judul buku, para penjaja buku-buku bekas ternyata memiliki jumlah yang nyaris tak terbatas. Dan itu merupakan bagian dari kelincahan dalam hal pelayanan bagi para konsumennya. Selain itu, untuk menggaet calon pembeli para pedagang kaki lima itu aktif menawarkan dagangannya. &lt;br /&gt;Seperti Kamis (21/7) petang kemarin di Kwitang Raya, pedagang sibuk mondar-mandir setengah berlari mencarikan buku yang diinginkan pembelinya. Itu merupakan pemandangan biasa karena pedagang pun tidak ingin kehilangan keuntungan yang akan diperoleh dari konsumennya. Kalaupun saat itu tidak dijumpai buku yang diinginkan konsumen, mereka pun mampu menyediakannya pada kesempatan lain asalkan masih berminat terhadap buku yang dicari saat itu.&lt;br /&gt;Agar cepat mendapatkan buku sesuai keinginan pembeli, seorang pedagang harus tahu jenis dan judul buku yang sering dicari konsumennya. Tidak mengherankan jika Alfian hafal betul sejumlah buku dan penulis untuk kalangan mahasiswa. Seperti Ia katakana, kuncinya adalah kita harus tahu bukunya, judulnya, dan pengarangnya. Kalo enggak tahu, gimana mau menggaet konsumen, paparnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-4179426686816353893?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/4179426686816353893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=4179426686816353893' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/4179426686816353893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/4179426686816353893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/belanja-hemat-di-bursa-buku-buku-bekas.html' title='Belanja Hemat di Bursa Buku-buku Bekas'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-9162414841793904372</id><published>2006-06-13T05:11:00.000-07:00</published><updated>2008-11-27T00:33:19.807-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Tulisan'/><title type='text'>Keluhan Panjang dari Pasar Tradisional</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1LWrWKPMI/AAAAAAAAADk/TjR9P4Q9tUI/s1600-h/Face+book.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 233px; height: 281px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1LWrWKPMI/AAAAAAAAADk/TjR9P4Q9tUI/s320/Face+book.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272953591685594306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Setia Lesmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pedagang tidak mempersoalkan retribusinya, namun seharusnya dana tersebut digunakan hanya untuk perawatan pasar itu saja. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gegap-gempita hari ulang tahun ke-479 Kota Jakarta, bukanlah hal yang menarik bagi para pedagang di sejumlah pasar tradisional di DKI Jakarta. Bagi mereka, ada HUT Jakarta atau tidak sama saja, wajah pasar tradisional dibawah naungan PD Pasar Jaya tetap kusam. Alih-alih bisa bersaing dengan pasar modern, pasar tradisional kian terjepit karena persaingan yang tak adil. Tak heran jika keluhan panjang masih nyaring terdengar di pasar-pasar tradisional di DKI Jakarta.&lt;br /&gt;Menurut Sajiran, yang berjualan di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, kondisi pasar tradisional umumnya becek, sumpek, uyel-uyelan dengan pencopet, dan berbau busuk. Dari aspek kenyamanan dan keamanan saja, jelas sekali pasar tradisional dipandang sangat tidak memenuhi persyaratan. &lt;br /&gt;"Padahal, untuk menciptakan kebersihan, kenyamanan, dan keamanan, pedagang tradisional masih ditarik retribusi dan biaya-biaya lainnya," ujarnya. &lt;br /&gt;Pedagang makin terjepit. Minimnya pendapatan membuat kehidupan mereka kian sulit. Sudah disiasati sedemikian rupa, tetap saja tidak untung. &lt;br /&gt;Walaupun sudah berinovasi dalam menjual aneka komoditas, tetap saja pedagang kecil "buntung". &lt;br /&gt;"Gimana mau untung, pasarnya saja sekarang sepi banget. Buka jam tujuh pagi, paling-paling cuma sampai jam 10," ujar Aminah Siregar, pedagang kantong plastik di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. &lt;br /&gt;Aminah sudah 15 tahun berdagang di pasar tradisional. Mulai dari berdagang ikan asin, beralih berdagang kerupuk, hingga sekarang berdagang kantong plastik. Kondisi pasar semakin sepi karena pasar-pasar swalayan makin merebak di sekitar pasar tradisional. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1NFsAW4uI/AAAAAAAAADs/TiQJ3OGxlwA/s1600-h/Pasar.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 258px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1NFsAW4uI/AAAAAAAAADs/TiQJ3OGxlwA/s320/Pasar.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272955498828063458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, pedagang di Pasar Cibubur, salah satu pasar percontohan di DKI yang berlokasi di Ciracas, Jakarta Timur, resah. Pasalnya, mereka harus melunasi pembayaran pembelian kios dengan jangka waktu lebih cepat ditambah dengan bunga pinjaman. &lt;br /&gt;Untuk tiap meter persegi kios tempat mereka berdagang, para pedagang harus membelinya dengan harga bervariasi antara Rp 6 juta-Rp 28,5 juta. Pada penawaran awal pihak pengembang, PT DA mewajibkan pembayaran uang muka sebanyak 20 persen, dan sisanya bisa dibayar dengan jangka waktu selama lima tahun tanpa bunga. Namun, pada Mei 2006, PT DA secara sepihak mulai melakukan penyegelan terhadap kios-kios di Pasar Cibubur. &lt;br /&gt;Suwardi, seorang pedagang pakaian di Pasar Cibubur mengatakan, pemberlakuan pembayaran yang baru akan diperlakukan, Rabu (14/6). &lt;br /&gt;''Saya mohon kebijaksanaan pada PD Pasar Jaya untuk memperhatikan nasib para pedagang,'' kata dia. Dengan omzet penjualan hanya sekitar Rp 200 ribu per bulan, terlalu berat bagi kami melunasi hutang selama tiga tahun ditambah bunga, tambah Suwardi. Bila dihitung dengan harga kios dengan ukuran 2x3 meter dengan harga Rp 170 juta, tiap bulan ia harus membayar sekitar Rp 5 juta perbulannya. &lt;br /&gt;Sementara itu, sejumlah pedagang di Pasar Tanah Abang Blok B-E mengeluhkan minimnya perawatan pasar meski para pedagang sudah membayar iuran pengelolaan pasar (IPP) yang besarnya sekitar Rp 350.000 per bulan. Menurut pedagang, perawatan pasar sangat amburadul, antara lain kabel-kabel listrik semerawut dan hidran air sering macet. &lt;br /&gt;"Uangnya mau, melaksanakan kewajibannya engak mau," ujar Indah menyorot kinerja PD Pasar Jaya yang memble. &lt;br /&gt;Pedagang tidak mempersoalkan retribusinya, namun seharusnya dana tersebut digunakan hanya untuk perawatan pasar itu saja. &lt;br /&gt;"Alasan PD Pasar Jaya itu aneh, masa dana IPP kami untuk menyubsidi pasar lain yang tidak ada manfaatnya untuk para pedagang di Tanah Abang," kata dia. &lt;br /&gt;Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI), Ibih T Hasan menyayangkan minimnya kepedulian PD Pasar Jaya terhadap kenyamanan dan keamanan pasar-pasar tradisional. Padahal selama ini, mereka meraup keuntungan cukup besar dari keberadaan pasar-pasar tradisional. &lt;br /&gt;Saat ini ada sekitar 155 pasar tradisional di seluruh DKI Jakarta dengan 800.000 pedagang di dalamnya. &lt;br /&gt;Pemeriksaan BPK &lt;br /&gt;Kondisi di pasar tradisional itu memang tak lepas dari berbagai kekurangan dalam pengelolaan pasar oleh manajemen pasar, PD Pasar Jaya. Di tengah maraknya peremajaan pasar, yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan para pedagang, namun menimbulkan "koor" ketidakpuasan di antara para pedagang. &lt;br /&gt;Dari hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pendapatan dan biaya PD Pasar Jaya pada Semester II Tahun Anggaran 2005 terungkap, banyak yang harus dievaluasi dalam tubuh PD Pasar Jaya, baik masalah internal maupun kebijakan Dirutnya &lt;br /&gt;Prabowo Soenirman. &lt;br /&gt;Menurut BPK, prosedur kenaikan gaji dan tunjangan Direksi PD Pasar Jaya tidak sesuai ketentuan. Soal status Prabowo sebagai pegawai negeri sipil (PNS), yang menjadi Dirut BUMD PD Pasar Jaya, pun sudah lama dipertanyakan. &lt;br /&gt;Salah satu temuan BPK adalah penerapan persentase tarif biaya pengelolaan pasar (BPP) belum sesuai dengan ketentuan. Akibatnya, mengurangi penerimaan BPP hingga puluhan juta pada tahun 2004 dan 3005 lalu. &lt;br /&gt;Pada peremajaan pasar pun, PD Pasar Jaya bukan malah menuai untung, tetapi malah menggerus keuangan perusahaan, seperti pada peremajaan Pasar Cibubur baru-baru ini. Dalam satu proyek itu saja, PD Pasar Jaya rugi Rp 3,844 miliar. &lt;br /&gt;Selain itu, masih ada denda keterlambatan yang belum dipungut Rp 2,297 miliar dalam peremajaan Pasar Cibubur, PPN belum dikenakan atas biaya proyek Rp 4,589 miliar, serta ketidakjelasan status kepemilikan aset Rp 36,213 miliar. &lt;br /&gt;Satu contoh ini membuktikan, peremajaan pasar belum tentu menguntungkan PD Pasar Jaya dan kebanyakan merugikan pedagang lama. Lantas siapa yang untung? &lt;br /&gt;Proyek-proyek yang merugikan PD Pasar Jaya juga terjadi di tempat lain, seperti pada pembangunan perubahan tampak muka Pasar Jatinegara, pembangunan dan pengembangan Pasar Pluit, pembangunan Pasar Induk Kramatjati, dan sebagainya. &lt;br /&gt;Selain itu, puluhan miliar kerugian PD Pasar Jaya timbul karena kewajiban pihak ketiga yang belum diterima, seperti pada penataan Pasar Santa dan Pasar Cipulir wilayah Jakarta Selatan. &lt;br /&gt;Di sisi lain, kontribusinya terhadap PAD Pemprov DKI juga belum optimal. &lt;br /&gt;Pada semester II 2005, PD Pasar Jaya diketahui kurang menyetorkan pembagian laba BUMD ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Rp 2,582 miliar. PD Pasar Jaya kurang menyetor retribusi kebersihan lingkungan Rp 1,677 miliar. &lt;br /&gt;Penyelesaian &lt;br /&gt;Sementara itu, Humas PD Pasar Jaya, Nurman Adhi mengatakan, pihaknya sudah melakukan beberapa penyelesaian dari temuan BPK tersebut. Adhi mengelompokkan temuan BPK kedalam tiga kelompok, yakni temuan kekurangan penerimaan negara, temuan indikasi kerugian negara, dan temuan kesalahan administrasi yang bisa mengakibatkan kerugian negara. &lt;br /&gt;Untuk temuan kekurangan penerimaan negara dari total temuan Rp 41 miliar sudah diselesaikan sebesar Rp 32 miliar lebih. Sisanya yang dalam bentuk PPN yang merupakan kewajiban pengembang sudah kami layangkan surat teguran agar pengembang segera menyelesaikannya. &lt;br /&gt;Sementara itu, lanjut Adhi, mengenai indikasi kerugian negara Rp 78,263 miliar telahada penyelesaian Rp 43 miliar lebih. Sedangkan sisanya sekitar Rp 35 miliar akan diselesaikan hingga sebelum tutup buku tahun ini. &lt;br /&gt;Sedangkan temuan ketiga merupakan aset PD Pasar Jaya yang belum diserahterimakan dari pengembang dari total Rp 826 miliar lebih sudah diselesaikan sekitar Rp 47 miliar. &lt;br /&gt;Menurut Adhi, angka terbesar berasal dari aset Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat sebesar Rp 777 miliar lebih dan Pasar Pluit, Jakarta Utara Rp 2 miliar lebih. &lt;br /&gt;"Belum diserahterimakannya aset-aset tersebut, karena memang pengembang belum menyelesaikan kewajibannya, seperti belum terpenuhinya pasokan listrik di Pasar Tanah abang," ujar Adhi. &lt;br /&gt;Dari kebutuhan 17.000 Kwatt saat ini PLN baru memasok 8.300 Kwatt sehingga masih kekurangan sekitar 9.000 Kwatt. PD Pasar Jaya meminta pengembang menyelesaikan hal itu terlebih dahulu. &lt;br /&gt;Mengenai keluhan pedagang bahwa harga kios dan harga biaya pengelolaan pasar (BPP) yang kelewat mahal, seharusnya itu tidak terjadi. "Sebelum pasar dibangun atau diremajakan, kami sudah melakukan kesepakatan-kesepakatan terlebih dahulu dengan pedagang," ujar Adhi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-9162414841793904372?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/9162414841793904372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=9162414841793904372' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/9162414841793904372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/9162414841793904372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/keluhan-panjang-dari-pasar-tradisional.html' title='Keluhan Panjang dari Pasar Tradisional'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1LWrWKPMI/AAAAAAAAADk/TjR9P4Q9tUI/s72-c/Face+book.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-1220446889029108007</id><published>2006-01-20T05:56:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T00:20:07.691-08:00</updated><title type='text'>Saatnya Berlibur ke Bogor</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;Nuke S Ernawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda ingin sejenak keluar dari rutinitas dengan mengambil cuti di kantor dan memutuskan berlibur, tapi bingung menentukan tujuan tempat libur? Cobalah berlibur ke Kota Bogor. Selain jaraknya yang tidak jauh dari Jakarta, sebagai tujuan berlibur, ada banyak hal yang bisa dinikmati di kota yang mendapat julukan Kota Hujan ini.&lt;br /&gt;Apa saja yang ada di Kota Bogor yang di zaman pendudukan Belanda dulu dinamai Buitenzorg itu? Pertama yang bisa dinikmati adalah tentu saja, Kebun Raya Bogor (KRB). KRB merupakan sebuah kebun penelitian besar. Luasnya mencapai 80 hektare dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1W85X_PbI/AAAAAAAAAD8/9f1arXViL8Q/s1600-h/kebun+raya1.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1W85X_PbI/AAAAAAAAAD8/9f1arXViL8Q/s320/kebun+raya1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272966342914293170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda ingin menikmati suasana hening, kesejukan, dan berjalan-jalan santai di kebun besar ini, sebaiknya jangan di hari Sabtu dan Minggu. Saat akhir pekan, KRB menjadi be- gitu ramai luar biasa. Semua orang tampaknya ingin berlibur di KRB, sekadar duduk-duduk di bawah pohon rimbunnya. Karena itu, ambillah cuti. Nikmati KRB di hari kerja. Anda akan puas berjalan-jalan melihat berbagai jenis pepohonan dan mengambil foto di sana. KRB juga indah dijadikan objek foto. Batang pohon yang besar-besar dan berulir, serta hijau dan teduhnya suasana, menjadi pemandangan yang menyenangkan untuk mata. Kalau Anda beruntung, Anda bisa menyaksikan bunga bangkai yang tengah mekar. Tetapi kalau bunga besar itu tidak sedang mekar, Anda tetap bisa melihat koleksi bunga-bunga lainnya, termasuk bunga anggrek &lt;br /&gt;KRB dimulai sejarahnya pada awal 1800-an ketika Gubernur Jenderal Thomas Stanford Raffles, yang mendiami Istana Bogor dan memiliki minat besar dalam botani, tertarik mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang cantik. Dengan bantuan para ahli botani W Kent, yang ikut membangun London's Kew Garden, Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula KRB dalam bentuknya sekarang. &lt;br /&gt;Pada mulanya kebun ini hanya akan digunakan sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan ke Hindia-Belanda (kini Indonesia). Namun pada perkembangannya juga digunakan sebagai wadah penelitian ilmuwan pada zaman itu (1880 - 1905). &lt;br /&gt;Pendirian KRB bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum serta Laboratorium Zoologi (1894). &lt;br /&gt;Pada tanggal 30 Mei 1868 Kebun Raya Bogor secara resmi terpisah pengurusannya dengan halaman Istana Bogor. Namun, bila Anda berjalan-jalan mengitari isi KRB, Anda tetap bisa melihat kemegahan Istana Bogor dari bangku besar di KRB yang posisinya menghadap kolam dan Istana Bogor. Sementara, Bila Anda di pagi hari berjalan kaki dari Jalan Sudirman hingga Jalan Ir H Juanda, Anda bisa melihat dan mengelus langsung rusa-rusa yang berlari-lari di halaman Istana Bogor hingga ke pinggir pagar besi. Di pinggir pagar ini, biasanya banyak anak-anak kecil yang mencoba memberi makan rusa itu dengan wortel yang juga dijajakan pedagang di depan Jalan Ir H Juanda. &lt;br /&gt;Sedikit lelah mengitari halaman kebun besar itu? Mampirlah ke Kafe Dedaunan yang letaknya tak jauh dari lokasi teratai raksasa. Anda bisa bersantap makanan ala kafe di situ. Sembari menikmati hamparan rumput hijau yang mengepung kolam teratai raksasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penganan &lt;br /&gt;Puas melihat-lihat KRB, Anda bisa menjajal koleksi beberapa factory outlet (FO) yang ada di Jalan Pajajaran Bogor yang tidak hanya mengeluarkan koleksi pakaian, tetapi juga tas dan sepatu. Di salah satu halaman FO itu, Anda juga mendapatkan beberapa penganan khas Bogor seperti roti unyil Venus dan tahu ala Bandung yang gurih lembut, yakni tahu Yun Yi. &lt;br /&gt;Bila ingin mencicip penganan kecil jelang makan siang, tak jauh dari Jalan Pajajaran, Anda bisa melangkah ke Jalan Pangrangro. Di Jalan Pangrangro itu, ada Macaroni Panggang dan onbijtkoek yang kondang kelezatannya ke mana-mana. Anda bisa menyantap macaroni schotel yang rasanya gurih bertabur keju itu panas-panas. Juga cake onbijtkoek yang pas buat peneman minum teh panas. Tak jauh dari kedai Macaroni Panggang, Anda bisa menjajal Pie Apple Pie yang juga populer hingga seluruh Jabodetabek. Ada banyak pilihan kue pie di situ. Ada yang adonan dasar apple, stroberi hingga pie gurih yang isinya cincangan daging. Semuanya gurih dan lezat. Bakal memuaskan selera pencinta kue pie. &lt;br /&gt;Masih ingin bersantap penganan khas Bogor? Cobalah susuri Jalan Siliwangi. Di sepanjang jalan ini, Anda akan menemui toko kue dan roti Tan Ek Tjoan dan beberapa tempat makan yang menyediakan menu Ngo Hiong goreng yang disantap dengan bumbu kacang, asinan bogor, taoge goreng, cakwe yang disantap dengan kuah dan asinan jagung yang penyajiannya berupa jagung manis yang dibakar dan disajikan dengan kuah asinan. Anda juga bisa menyambangi langsung, toko roti unyil Venus di pusatnya, di Suryakencana. Di lokasi itu, toko roti yang menyajikan roti ukuran mini dengan isian macam-macam rasa itu, bersebelahan dengan toko yang menjual asinan Gedung Dalam yang juga sangat kondang. Di lokasi yang sama, banyak terdapat pedagang kaki lima yang berjualan es cincau, es mangga, es krim durian dan lumpia ala Bogor yang isinya taoge, rebung, ayam dan disajikan dengan bumbu kacang. Hmm,... nyam,... nyam,... &lt;br /&gt;Saat malam menjelang, Anda bisa memuasi perut dengan bersantap di Kafe Gumati di Jalan Paledang yang memberikan pemandangan Kota Bogor. Anda juga bisa bersantap di beberapa kafe yang sekarang bermunculan di kota itu. Kafe-kafe itu antara lain Bakul-Bakul, Obonk, dan Mangare. Anda juga bisa bersantap menu khas Jawa Barat di rumah makan Kabayan Jalan Binamarga yang menyajikan sangu tutug oncom. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tajur &lt;br /&gt;Berlibur dan menghabiskan waktu luang di Bogor, memang tak jauh dengan makanan dan kelengkapan sandang. Nyaris seperti sensasi yang kita dapatkan bila berlibur ke Bandung. Masih ingin mengeksplorasi Bogor? Anda bisa berburu barang kerajinan dan aneka tas dan sepatu di kawasan Tajur dan Katulampa. Di kawasan Tajur, ada banyak toko yang menjual aneka bentuk tas dan sepatu yang cantik-cantik desainnya. Tak kalah dengan merek buatan luar negeri. &lt;br /&gt;Konon kabarnya, sepatu dan tas yang memang dibikin di Bogor itu, modelnya mengadopsi tren tas dan sepatu yang tengah mendunia. Saat akhir pekan, Anda akan terkesima dengan banyaknya calon pembeli yang memenuhi setiap toko dan jangan heran apabila melihat pemandangan, di tangan kiri dan kanan mereka tergantung tujuh macam tas bahkan lebih. &lt;br /&gt;Pilihan lainnya adalah Sumber Karya Indah (SKI) yang terletak di kawasan Katulampa Bogor. Di SKI ini, juga tersedia ratusan koleksi tas dan sepatu. Tidak hanya itu, SKI sering menjadi tujuan wajib bagi keluarga yang ingin berlibur sekaligus membeli tas dan sepatu. Sebab, di SKI ini, ada wahana bermain bagi anak-anak kecil, ada koleksi ikan besar dan juga orang utan. Belum lagi aneka penganan khas dan menu-menu menggiurkan seperti nasi liwet ala Solo, siomay, batagor, bakso, es krim, pizza dan sebagainya tersedia di situ. Hal ini menjadikan anak-anak menjadi tak bosan bila orangtua mereka asyik melihat dan memilih koleksi tas dan sepatu. Jadi? Ayo ambil cuti dan berlibur di Bogor.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-1220446889029108007?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/1220446889029108007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=1220446889029108007' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/1220446889029108007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/1220446889029108007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/saatnya-berlibur-ke-bogor.html' title='Saatnya Berlibur ke Bogor'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1W85X_PbI/AAAAAAAAAD8/9f1arXViL8Q/s72-c/kebun+raya1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-8671232315932921989</id><published>2005-12-15T05:49:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T00:20:48.125-08:00</updated><title type='text'>Tajur, Wisata Alternatif Bagi Kaum Hawa</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;Setia Lesmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penggemar tas, kawasan Tajur di Bogor, Jawa Barat, bisa menjadi salah satu tempat untuk berburu aneka tas dengan beragam bentuk, warna, serta model yang tak pernah ketinggalan. Uniknya, meski buatan para perajin lokal, produksi Tas Tajur sudah terkenal hingga mancanegara. Tak heran, pada akhir pekan biasanya pusat penjualan tas ini juga kerap dikunjungi pembeli dari berbagai daerah, khususnya Ibu Kota. Apalagi, dari Jakarta hanya membutuhkan waktu 1,5 jam untuk sampai di tempat ini. Tak ayal, kawasan ini pun berkembang menjadi kawasan wisata belanja yang cukup menarik, terutama bagi kaum hawa.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1VNyc6QwI/AAAAAAAAAD0/0eCY2x4bVYQ/s1600-h/tas+tajur1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 122px; height: 84px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1VNyc6QwI/AAAAAAAAAD0/0eCY2x4bVYQ/s320/tas+tajur1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272964434090410754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cing Yin (23), seorang mahasiswi asal Bogor yang kuliah di Melbourne, Australia mengaku punya kebiasaan unik setiap kali berkesempatan pulang ke Indonesia. Wanita berpostur tinggi langsing itu suka memborong aneka jenis tas di sentra Tas Tajur, Bogor untuk dijadikan oleh-oleh bagi teman-temannya di negeri Kangguru. &lt;br /&gt;Cing Yin mengaku, awalnya teman-teman kuliahnya tertarik dengan model dan warna tas yang digunakannya. Selanjutnya, wanita yang mendalami bidang bioteknologi itupun ketiban pulung karena teman-teman kuliahnya nitip minta dibawakan tas setiap kali pulang ke Bogor. Terkadang, Ia pun harus memborong banyak tas karena permintaannya cukup banyak.&lt;br /&gt;Tidak hanya Cing Yin dan kawan-kawan, bagi kaum perempuan tas bisa dibilang sebagai penunjang penampilan. Seiring perkembangan mode, model tas pun dibuat beragam sesuai dengan kebutuhan si pemakai. Untuk mendapatkan tas trendy dan berkualitas, biasanya orang memilih berbelanja di pusat perbelanjaan besar. Padahal, harga tas di tempat tersebut selangit. &lt;br /&gt;Akibatnya hobi yang satu ini umumnya banyak menguras dompet kaum hawa. Al hasil keberadaan outlet dari industri tas yang menjual produk berkualitas namun dengan harga murah menjadi favorit penggemar tas. Mereka pun bisa asyik berwisata di kawasan Wisata Belanja Tas Tajur, tanpa khawatir dompetnya terkuras habis. Sementara bagi yang jeli seperti halnya Cing Yin, keberadaan tas tajur memberinya peluang lain yang cukup menarik.&lt;br /&gt;Sebutan kawasan wisata belanja bagi sentra penjualan tas di Tajur, Bogor Jawa Barat agaknya tidaklah berlebihan. Nyaris setiap hari kawasan ini selalu ramai dikunjungi pembeli yang kebanyakan kaum hawa yang ingin tampil trendi. Kawasan inipun seringkali menjadi macet karena banyak mobil yang tidak kebagian parkir sehingga memenuhi bahu jalan.&lt;br /&gt;Itu tak lain karena aneka jenis tas tersedia di pusat penjualan yang didirikan berawal dari sebuah industri rumahan ini. Mulai dari tas anak-anak, tas kantor, sampai travel bag berukuran jumbo. Harga yang ditawarkan juga cukup variatif. Mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 300 ribu per buah. Tergantung dari bentuk dan desain tas itu sendiri. &lt;br /&gt;Bagi para wanita penggemar tas, di tempat inilah mereka bisa dengan leluasa mencari aneka bentuk, warna, serta model yang tak pernah ketinggalan dan tentu saja harga yang terjangkau. Mereka berasal tidak hanya dari kawasan Jabotabek namun juga dari kota-kota lain seperti Bandung dan kota-kota besar lainnya. Pengunjung dari luar Jabotabek, biasanya menyempatkan mampir ke Tajur usai menyelesaikan keperluannya di Ibukota Jakarta.&lt;br /&gt;Seperti halnya, Yuniar, pengusaha perempuan asal Balikpapan yang ditemui Pembaruan di salah satu outlet tas tajur. Ia mampir ke sentra penjualan tas tajur untuk memborong sejumlah tas sebagai oleh-oleh bagi anak dan kemenakannya di Balikpapan.&lt;br /&gt;Lain lagi dengan Ipung, pemuda asal Cicurug Sukabumi yang bermaksud membeli tas travel karena Ia akan berangkat sebagai TKI di Arab Saudi. Hanya dengan merogoh kocek antara Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu, tas travel berukuran cukup besar bisa didapatkan disini. Padahal di tempat lain, harganya paling murah mencapai Rp 500 ribu, ujar Ipung.&lt;br /&gt;Banyaknya pengunjung tentu saja menjadi berkah tersendiri bagi pengrajin dan pengusaha tas tajur. Misalnya saja Bagus M. Fathoni, pemilik Toko Sumber Tas. Dia mengaku memulai usaha di kawasan itu sejak tahun 2000. Bagus menyadari konsumennya tak hanya dari kalangan atas. Untuk itu, dia tidak hanya menyediakan tas impor, namun disediakan juga tas buatan lokal. &lt;br /&gt;"Impor mungkin cuma 25 persen, sisanya 75 persen lokal," kata Bagus. Tahun demi tahun, usaha yang dijalani Bagus terus berkembang. Bagus mengaku tokonya selalu ramai oleh pengunjung. Terlebih lagi pada Sabtu, Ahad, dan hari libur, pengunjung yang datang bisa mencapai 1.000 orang, kata Bagus.&lt;br /&gt;Lain lagi dengan Silvia Monica, pemilik Toko Central Tas. Ia mengatakan, 60 persen barang yang dijual di gerainya adalah tas impor. Sedangkan sisanya buatan lokal. Silvia mengaku dalam sebulan dapat menjual 1.000 unit tas.&lt;br /&gt;Hampir semua pemilik took tas tajur mengaku sangat menjaga kualitas barang yang dijualnya. Persaingan yang makin ketat membuat mereka berusaha memanjakan konsumen yang berkunjung ke gerainya. &lt;br /&gt;"Di samping karena diskon yang diberikan, tas disini kualitasnya cukup bagus," ujar Yuniar. Selain itu, ungkap Yuniar, took-toko di Tajur tak hanya menyediakan tas impor. Tas buatan Indonesia juga menurut dia sudah bisa mengikuti mode. Sementara pelanggan lainnya, Diana mengaku tas yang disediakan di gerai-gerai tersebut tak kalah jauh dengan pusat perbelanjaan besar lainnya.&lt;br /&gt;Harga memang menjadi faktor utama tas asal Tajur menjadi fenomenal. Di tempat ini, para pengunjung sudah bisa mendapatkan sebuah tas keren dengan rentang harga Rp 35-100 ribu. Namun, calon pembeli harus jeli. Sebab, kadang tas lokal banyak yang belum dapat menyaingi produk impor. Ini dikarenakan bahan baku yang digunakan oleh sebagian pengrajin kurang bagus dan pengerjaannya kurang halus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-8671232315932921989?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/8671232315932921989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=8671232315932921989' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/8671232315932921989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/8671232315932921989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/tajur-wisata-alternatif-bagi-kaum-hawa.html' title='Tajur, Wisata Alternatif Bagi Kaum Hawa'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pkvdhoHPyOk/SS1VNyc6QwI/AAAAAAAAAD0/0eCY2x4bVYQ/s72-c/tas+tajur1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-4118544619612061099</id><published>2005-10-26T05:40:00.000-07:00</published><updated>2008-11-27T00:31:54.229-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Tulisan'/><title type='text'>Sulitnya Menghalau Gepeng dari Ibu Kota</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;Setia Lesmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Menengadahkan tangan dengan wajah dan suara memelas, mengharap belas kasih orang. Tentu tak seorang pun sudi melakoninya. Tapi di tengah himpitan kesulitan ekonomi, pekerjaan yang dianggap hina pun tetap saja dilakukan banyak orang. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengoklah tempat-tempat keramaian di kota besar seperti Jakarta. Hampir di setiap sudut kota terdapat pengemis. Kawasan lampu merah, terminal, stasiun kereta, pusat perbelanjaan dan pasar tradisional adalah “tempat Kerja” mereka. Bahkan Masjid Istiqlal adalah tempat yang paling favorit yang banyak dibajiri pengemis. &lt;br /&gt;Di perempatan Jalan Agus Salim-Kebon Sirih, gepeng anak-anak biasanya hanya dua atau tiga orang, tetapi belakangan sudah lebih dari lima orang. Di pinggiran rel kereta ke arah Jalan Taman Sunda Kelapa, menjadi tempat istirahat para gepeng yang mangkal di sekitar kawasan itu. Pemandangan serupa juga bisa dlihat di Perempatan Slipi-Grogol-Gatot Subroto-Palmerah.&lt;br /&gt;Di Jalan Landmark-Sudirman-Manggarai yang biasanya bebas dari gepeng kini mulai terlihat satu atau dua gepeng yang memanfaatkan lampu merah untuk meraup rezeki. Keberadaan gepeng juga bisa dilihat di perempatan Jalan Pramuka.&lt;br /&gt;Pemandangan lebih parah lagi dapat dijumpai di perempatan Pejompongan-Tanah Abang-Landmark-Sudirman. Kawasan itu menjadi tempat favorit bagi gepeng pendatang baru menyodorkan tangan untuk meminta sedekah kepada masyarakat yang melintasi kawasan itu.&lt;br /&gt;Alih-alih berkurang, dari waktu ke waktu jumlah mereka justru kian bertambah. Sebagian besar datang dari berbagai kota di Jawa Barat seperti Subang, Cirebon, Sukabumi, Indramayu, dan Bekasi. Ada pula yang berasal dari daerah Jawa Tengah seperti Tegal, Pemalang, Purwokerto, dan Pekalongan.&lt;br /&gt;Terlebih lagi saat Ramadan dan Idul Fitri menjelang, gelombang kedatangan pengemis memuncak. Berdasarkan data di Dinas Bina Mental dan Kesejahteraan DKI, tahun 2004 lalu jumlah gelandangan di Jakarta mencapai sekitar 2.500 orang. Jumlah pengemis sekitar 2.250 orang. Sehingga jumlah gepeng (gelandangan dan pengemis) mendekati 6.000 orang. &lt;br /&gt;Namun banyak yang yakin, jumalah ril di lapangan jauh lebih banyak lagi. Hal itu beralasan mengingat faktanya setiap tahun jumlah gepeng terus saja bertambah. Menurut pantauan Pembaruan, usia para gelandangan dan pengemis itu beragam, dari bayi hingga mereka yang sudah tua renta, dari yang sehat hingga yang cacat. Mereka berkeliaran dan meminta belas kasihan di berbagai lokasi, seperti di lampu merah, terminal, pasar, masjid hingga di berbagai tempat umum lainnya.&lt;br /&gt;Bahkan belakangan, mereka mulai mendatangi satu per satu rumah penduduk untuk meminta sedekah. Sehingga diakui atau tidak, kehadirannya mereka cukup mengganggu kenyamanan warga.&lt;br /&gt;Menurut sejumlah pengemis, pendapatan paling tinggi diperoleh oleh pengemis dari kalangan anak-anak. Mereka biasanya mampu mengumpulkan Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Sedangkan orang tua hanya berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu. "Kalau lagi sepi paling dapetnya Rp 10 ribu," kata Minten, pengemis yang biasa beroperasi di Masjid Istiqlal.&lt;br /&gt;Banyak kalangan mencurigai, sebagian pengemis diduga berada di bawah koordinasi preman atau ketua kelompok. Mereka diharuskan menyetor Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu kepada preman sebagai uang keamanan jika sewaktu-waktu ada razia. Pengakuan beberapa pengemis di beberapa stasiun, misalnya di stasiun Kota mauapun di Kawasan Senen, Jakarta Pusat juga di stasiun Jatinegara, Jakarta Timur menunjukkan kebenaran dugaan tersebut. Sayangnya, para pengemis itu tidak berani memberitahukan nama Sang Penguasa. &lt;br /&gt;Kenyataannya tidak mudah untuk melacak keberadaan atau sekedar menemui “bos” kaum gepeng itu. Upaya untuk mencari jejaknya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Para pengemis pun lebih memilih tutup mulut.&lt;br /&gt;Komersialisasi pengemis sebenarnya diketahui aparat pemerintah. Namun, pemerintah sulit menangkap para preman karena selalu berpindah tempat. Sedangkan para pengemis takut membongkar identitas bos mereka karena ditekan. Tak kurang dari Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso yang mengaku kesulitan untuk mencegah terjadinya komersialisasi praktek menarik belas kasihan tersebut.&lt;br /&gt;Sejauh ini, Pemerintah DKI membendung kedatangan gelandangan dan pengemis dengan merazia dan memulangkan ke kampung halaman. Pemulangan paksa dilakukan atas dasar Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 1988 tentang Ketertiban Umum. Melalui sebuah panti sosial di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, ratusan pengemis secara bergelombang dipulangkan ke kampung halaman dengan menggunakan bus. Sebelum diberangkatkan, mereka diperingatkan untuk tidak kembali ke Ibu Kota.&lt;br /&gt;Namun banyak pihak yang meragukan efektivitas langkah yang Pemda semacam itu. Tiga hari setelah dipulangkan beberapa pengemis sudah berada di Jakarta, ujar Saiful, pedagang buku bekas di kawasan Senen. Ancaman razia rupanya tidak mematikan hasrat mereka mengais rezeki di Jakarta.&lt;br /&gt;Bahkan beberapa pejabat di kota sekitar Jakarta seperti Bekasi dan Bogor mencurigai Gepeng dari Jakarta banyak yang pindah ke daerahnya, secara paksa ataupun sukarela. Seperti halnya Walikota Bogor, Diani Budiarto yang mengeluhkan makin banyaknya gepeng yang membanjiri kota hujan. “Gepeng-gepeng itu limpahan dari Jakarta yang terkena razia. Kini jumlahnya mulai mendekati angka ribuan,” ujarnya.&lt;br /&gt;Namun demikian, sebagai manusia gepeng pun tak bisa menipu hati nuraninya. Jika ditanya, para pengemis itu mengaku tak berniat menjalani profesinya hingga tua. seperti Terlebih lagi umumnya mereka menjalankan profesinya itu bagai artis sandiwara. Sebelum beraksi, mereka memakai "make-up" untuk memancing iba masyarakat. Bahkan ada pengemis yang memakai tape dan obat merah untuk membuat luka palsu. Atau melumuri diri dengan oli agar terkesan kumal dan kumuh.&lt;br /&gt;Oleh karena itu penanganan yang tepat bagi kaum gepeng adalah melalui pendekatan mental dan spiritual. Pendekatan razia terbukti tidak membuat mereka takut dan jera. Bahkan mereka datang dalam jumlah yang makin banyak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-4118544619612061099?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/4118544619612061099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=4118544619612061099' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/4118544619612061099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/4118544619612061099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/sulitnya-menghalau-gepeng-dari-ibu-kota.html' title='Sulitnya Menghalau Gepeng dari Ibu Kota'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-1029671344510760819</id><published>2005-08-15T06:05:00.000-07:00</published><updated>2008-11-27T00:18:36.216-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Tulisan'/><title type='text'>Segitiga Emas Bogor Yang "Terlantar"</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;Setia Lesmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita melihat peta Bogor, kawasan Tajur merupakan bagian dari pintu gerbang untuk masuk ke kota Bogor dari arah Timur. Lokasinya tak jauh dari pintu tol Baranang Siang maupun dari arah Ciawi. Sehingga bagi warga Ibukota yang berakhir pekan dikawasan Puncak, Bandung, maupun Sukabumi usai berlibur bisa saja menyempatkan diri mengunjungi pusat penjualan tas di Tajur.&lt;br /&gt;Jika dikembangkan secara baik dan terencana, koridor Jalan Surya Kencana-Tajur (koridor SKT) mestinya bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata belanja yang menarik. Namun menurut pengamat ekonomi dari Universitas Djuanda Bogor, Agus Pranamulia, Pemerintah Kota Bogor tak cukup jeli memanfaatkan peluang tersebut. Hal itu tercermin dari masih semrawutnya lalu lintas di kawasan ini. Mestinya pemkot Bogor bisa maksimal mengembangkan kawasan segitiga Surya Kencana-Tajur-Baranang Siang sebagai tujuan wisata belanja khas Bogor.&lt;br /&gt;Kawasan Tajur misalnya, saat ini telah berkembang menjadi sentra penjualan tas yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Sementara Kawasan Surya Kencana dan Jalan Siliwangi sejak dulu terkenal dengan makanannya sebagai oleh-oleh sehabis berwisata. Asinan Bogor misalnya, penganan yang berisi buah-buahan berasa pedas ini menjadi oleh-oleh yang menarik untuk dibawa pulang. &lt;br /&gt;Sebenarnya, Asinan Bogor merupakan makanan khas Cina semacam acar yang justru terbuat dari sawi. Cuma, karena Bogor banyak menghasilkan buah segar, makanan tersebut dimodifikasi dengan bahan dasar buah segar dan sayuran asin yang diberi kuah warna merah. Tak heran, makanan tersebut berasa segar, manis, dan asam. Penganan ini sendiri dapat diperoleh di sepanjang Jalan Surya Kencana dan Jalan Siliwangi.&lt;br /&gt;Sementara itu kawasan Barang Siang saat ini juga berkembang sendiri sebagai pusat jajanan dan pusat perbelanjaan. Kawasan ini sebetulnya sangat strategis mengingat akses jalan terutama ke jalan tol yang sangat memadai. Hanya sayangnya, Baranang Siang, Tajur, dan Surya Kencana serta Siliwangi (segitiga BTS) dibiarkan berkembang sendiri-sendiri tanpa konsep yang terpadu, ujar Agus.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Agus mengusulkan agar Pemkot Bogor bisa melakukan penataan ulang terhadap kawasan segitiga tersebut. “Dengan menatanya sebagai sebuah kawasan wisata sekaligus bisnis terpadu, segitiga BTS akan menjadi kawasan penghasil PAD menarik bagi Bogor,” ujarnya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Pemkot harus tegas melakukan penataan arus lalu lintas, terutama di kawasan Tajur dan Surya Kencana-Siliwangi. Kemacetan parah yang sering terjadi di kedua kawasan ini membuat wisatawan enggan berkunjung ke kawasan ini. Hal utama yang harus dibenahi adalah sarana jalan yang memadai serta ruang parkir kendaraan yang cukup. Kemacetan yang terjadi antara lain karena ruas jalan yang cukup sempit serta penggunaan badan jalan untuk parkir. Hal yang juga harus diprioritaskan dalah penertiban angkutan kota yang seringkali menggunakan badan jalan untuk ngetem, ujar Agus&lt;br /&gt;Agus juga mengusulkan agar Pemkot mengembangkan kawasan Surya Kencana-Siliwangi sebagai kawasan wisata budaya. Sebab selain terkenal dengan sianan dan roti unyilnya, bagi Bogor kawasan ini merupakan China Town yang cukup menarik. Sehingga selain sebagai kawasan bisnis, kawasan ini juga bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata belanja dan wisata budaya yang menarik. &lt;br /&gt;Kedekatan segitiga BTS dengan kawasan wisata lainnya baik di dalam Kota Bogor maupun di luar Kota Bogor serta akses jalan tol mestinya bisa dimanfaatkan dengan kebijakan penataan kawasan yang cerdas, ujar Agus. Beberapa tujuan wisata di kota bogor antara lain Kebun Raya, Museum Herbarium, Museum Zoologi yang menyimpan nilai histories tinggi. Sedangkan di luar kota Bogor kawasan wisata Puncak maupun Sukabumi juga ramai dikunjungi. Tidak ruginya menjadikan BTS sebagai kawasan segitiga emas bagi Bogor dengan konsep wisata sebagai strategi pendekatannya, ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-1029671344510760819?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/1029671344510760819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=1029671344510760819' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/1029671344510760819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/1029671344510760819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/segitiga-emas-bogor-yang-terlantar.html' title='Segitiga Emas Bogor Yang &quot;Terlantar&quot;'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-4073479891648073756</id><published>2005-06-26T05:44:00.000-07:00</published><updated>2008-11-27T00:25:03.428-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Tulisan'/><title type='text'>"Memanusiakan" Anak Jalanan</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;Setia Lesmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai gelandangan dan pengemis (gepeng), tentu tak bisa melewatkan anak jalanan yang memang banyak dilahirkan dari komunitas gepeng. Meski tidak semua anak jalanan (anjal) berasal dari keluarga gepeng, namun tak pelak lagi pengaruh kehidupan gepeng akan mempengaruhi anak-anak tersebut. Ekses negatif yang bisa membuat miris hati kita adalah kenyataan bahwa dunia anjal itu cenderung bebas nilai. Mereka tidak mau terikat peraturan baku, norma sosial maupun peraturan agama.&lt;br /&gt;Perkelahian misalnya, bagi anak-anak jalanan (anjal) sudah dianggap sebagai upaya mempertahankan jati diri bahkan dianggap sebagai "bumbu pergaulan". Banyak contoh peristiwa di Ibu kota ini, betapa demi harga diri seorang anjal bisa tega melenyapkan nyawa orang lain atau temannya sendiri.&lt;br /&gt;Kenyataan lain yang juga memprihatinkan, anak-anak yang seharusnya masih menikmati dunianya serta merasakan bangku sekolah, banyak diantara mereka yang terjebak menjadi kurir peredaran Napza (narkotika dan zat-zat aditif lainnya). Bahkan tak sedikit dari mereka yang juga menjadi pemakai dengan tingkat ketergantungan yang parah. Bagaimana sering terjadi beberapa anjal mengisap aroma lem aibon untuk bisa “ngeplay”.&lt;br /&gt;Tidak sedikit dari mereka yang harus terjangkit beragam penyakit kelamin akibat aktivitas seks bebas yang mereka jalani. Seperti halnya Johan (14) yang mengaku sempat menderita penyakiat sifilis atau raja singa. Namun penyakit kutukan itu pula yang menyadarkannya dan mengenalkannya dengan dunia pesantren di kawasan Bogor.&lt;br /&gt;Oleh karena mestinya perhatian kita bersama sudah tak lagi dalam bentuk kata-kata atau komentar-komentar panjang lebar. Sepatutnya kita tergerak untuk turun dengan beragam aksi simpatik untuk menyelamatkan masa depan mereka.&lt;br /&gt;Berbicara mengenai aksi penanganan anak jalanan, agaknya Bandung bisa dijadikan salah satu referensi pembinaan anjal. Banyak diantara mereka yang dibina di beberapa pesantren dan rumah singgah yang dikelola lembaga swadaya masyarakat tertentu. Rumah Zakat Indonesia Dompet Sosial Ummul Quro (RZI DSUQ) misalnya, Lembaga yang didirikan sejak tahun 2000 itu menyelenggarakan program pembinaan dan santunan terhadap anak jalanan, khususnya yang ada di sekitar Kota Bandung.&lt;br /&gt;Menurut Direktur RZI DSUQ, ustadz Abu Syauqi, RZI DSUQ mencoba melakukan pembinaan plus, serta berikhtiar memenuhi sisi kebutuhan materil, ruhiyah dan intelektualnya. Dengan begitu, diharapkan kelak mereka menjadi individu-individu yang tangguh dan mandiri dalam menyongsong masa depannya.&lt;br /&gt;Anjal yang dibina DSUQ usianya beragam antara 9 tahun sampai dengan 15 tahun. Pola penanganannya sama seperti anak yatim. Mereka kami seleksi seperti dicari informasi latarbelakang keluarganya dan hasratnya. Masing-masing anak jalanan itu, kami upayakan ada orangtua asuhnya. Dan untuk pembinaan ini, kami juga bekerjasama dengan Rumah Singgah Sabar Aja. Sayangnya, terkadang ada anak jalanan yang menjadi amat bergantung dengan rumah singgah atau pihak ketiga yang menyantuninya," tutur Abu Syauqi. &lt;br /&gt;Menurut Abu Syauqi, perlu ada upaya khusus yang intensif dan integral untuk menangani mereka. Hal itu sesuai dengan kebutuhan serta karakter anjal yang cenderung berbeda dengan kebanyakan anak-anak yang hidup dalam lingkungan keluarga sendiri dan kehidupan yang normal. &lt;br /&gt;Seringkali stigma atau pandangan masyarakat terhadap anjal, memperparah beban yang harus mereka tanggung. Anjal sering dianggap sebagai sumber pengganggu ketertiban umum yang harus segera disingkirkan.&lt;br /&gt;Keberadaan anjal di jalanan sejatinya sangatlah berisiko, lanjutnya. Kekerasan tetap mengintai mereka, baik dalam hal fisik, mental, psikologi maupun kekerasan seksual yang tentunya sangat merugikan mereka.&lt;br /&gt;Anjal sendiri merupakan sebuah subkelompok masyarakat yang memiliki ukuran norma dan nilai yang berbeda dengan subkelompok masyarakat lainnya. Namun pada dasarnya mereka memiliki kerekatan emosional yang cukup kuat dengan sesama temannya.&lt;br /&gt;"Dikenal pula posisi dan peran senioritas di kalangan anjal dalam menghadapi suatu masalah. Posisi dan peran inilah yang kiranya bisa dijadikan sebagai entry point dalam membantu mereka dengan segala permasalahan, dimana sering disebut sebagai peer educator," tuturnya dalam sebuah kesempatan berbincang dengan Pembaruan.&lt;br /&gt;Secara prihatin, Abu Syauqi secara khusus menyoroti pelaksanaan operasi ketertiban umum dengan bendera Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang sering di dilaksaknakan Pemda.Yang patut disesalkan adalah operasi penangkapan tersebut dilakukan dengan memakai penyebutan penyakit masyarakat terhadap anak jalanan, gelandangan dan pengemis. Pemda dan aparat kepolisian telah mengingkari hak anak, misalnya menghargai, melindungi, dan memenuhi seluruh hak-hak anak.&lt;br /&gt;Sudah saatnya semua pihak membuka mata terhadap keberadaan anak jalanan. Mereka adalah bagian dari anak-anak bangsa yang tersingkirkan, kehilangan kesempatan untuk menikmati masa kanak-kanaknya, kehilangan kesempatan pendidikan, kesehatan dan bantuan hukum serta kasih sayangnya. Naif dan tidak adil menyikapi anak-anak itu dengan kekerasan, arogansi dan kekuasaan.&lt;br /&gt;Pihak terkait perlu melakukan pendekatan manusiawi dalam menangani masalah anak jalanan. Hendaknya aparat mengedepankan prinsip-prinsip non-diskriminasi terhadap anak-anak jalanan untuk hidup, tumbuh dan berkembang, memberi perlindungan dan penghargaan terhadap pendapat anak, serta kepentingan terbaik bagi anak dalam setiap kebijakan dan langkah yang diambil.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-4073479891648073756?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/4073479891648073756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=4073479891648073756' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/4073479891648073756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/4073479891648073756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/memanusiakan-anak-jalanan.html' title='&quot;Memanusiakan&quot; Anak Jalanan'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-754973162560785537</id><published>2005-03-25T01:41:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T01:43:47.804-08:00</updated><title type='text'>Jakarta Surga Onderdil Palsu</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;Setia Lesmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA memang surga suku cadang palsu. Mencarinya gampang dan harganya murah pula. Hampir semua onderdil mobil atau motor merek terkenal, ada palsunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku cadang palsu dibuat oleh pengrajin tertentu ataupun diimpor kemudian dikemas dengan menempelkan label merek-merek yang terkenal dan dikenal laris &lt;br /&gt;Dari beberapa kasus yang berhasil diungkap, ditengarai perdagangan barang haram ini melibatkan pemain dari luar negeri. Publik mungkin masih ingat kasus penangkapan dua warga negara Cina, Sie Ka Kui alias Freddy (59) dan Su Sin alias Jody Pangestu (29) yang ditangkap jajaran Kepolisian Sektor Metro Penjaringan beberapa waktu lalu. &lt;br /&gt;Meski tidak memiliki izin usaha bahkan paspor, mereka tetap nekat berbisnis suku cadang palsu. Saat itu, polisi menyita ratusan dus berisi ratusan ribu suku cadang kendaraan niaga merek palsu, yang nilainya puluhan miliar rupiah. &lt;br /&gt;Uniknya, kedua warga negara RRC itu memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia. Freddy mengantongi KTP yang dikeluarkan Kecamatan Penjaringan dengan nomor 095102.140259. 4005 dan surat tanda izin mengemudi. &lt;br /&gt;Sedangkan Su Sin memiliki KTP yang dikeluarkan Kecamatan Curug, Tangerang, dengan nomor 3219032009.0648556. Fotonya tertempel pada KTP itu dengan nama Jody Pangestu kelahiran Tangerang, 23 Oktober 1974. &lt;br /&gt;Sementara itu, seorang pemilik bengkel di Bogor, sebut saja Iwan, beberapa waktu lalu menemukan suku cadang mobil berupa kanvas rem dan filter oli dengan menggunkan merek palsu. Setelah ditelisik, suku cadang tersebut aslinya bermerek Sakura dan Omega. Lalu dihapus dan diganti dengan merek terkenal yang laris di pasaran. &lt;br /&gt;Menurut Iwan, merek yang banyak dicatut adalah Toyota, Mitsubishi, Isuzu, Masda, Suzuki, dan Daihatsu, untuk produk filter oli, kanvas rem, dan filter udara. Iwan mengetahui produk itu bukan produk asli, karena daya pakainya cuma tiga bulan. Sedangkan yang asli bisa satu tahun lebih. &lt;br /&gt;"Keberanian" para pemalsu itu tentu karena ada pihak di dalam negeri yang terlibat. Banyak pihak yang menduga perdagangan suku cadang palsu di Jabotabek melibatkan sindikat yang memiliki jaringan kuat dan rapi. &lt;br /&gt;Indikasinya, mereka hanya mengimpor suku cadang yang mirip dengan suku cadang kendaraan tertentu yang diproduksi di Indonesia dan laris dipasaran. &lt;br /&gt;Peredaran suku cadang palsu kendaraan bermotor di Jabotabek betul-betul meresahkan kalangan agen tunggal pemegang merek (ATPM). Setiap tahun mereka mengaku dirugikan hingga ratusan miliar akibat ulah pebisnis barang palsu tersebut. &lt;br /&gt;PT PT Pantja Motor misalnya, seperti dikatakan After Sales Service Division Head PT Pantja Motor, Agustinus Indraputra, sekitar 30 persen spare part palsu dengan merek Isuzu beredar di pasar bebas. Suku cadang palsu yang menggunakan merek Isuzu tersebut dijual di toko-toko onderdil di Jabotabek, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya. &lt;br /&gt;"Sampai hari ini, suku cadang imitasi yang memakai merek Isuzu memang masih banyak beredar di pasar. Jumlahnya mencapai 30 persen atau sekitar Rp 100 miliar," ungkap Indra. &lt;br /&gt;Dari 30 persen suku cadang yang dipalsukan terbanyak untuk mobil Panther, menyusul Elf, dan beberapa merek mobil yang dikeluarkan Isuzu. &lt;br /&gt;Menurut After Sales Services Division Head PT Astra International, Lili Herman, saat ini Isuzu sedang menyiapkan tim legal action untuk mengantisipasi peredaran suku cadang palsu itu. "Jika situasi ini terus berlangsung, mau tidak mau kami harus mengambil tindakan," ujarnya. &lt;br /&gt;Pahitnya digerogoti para pemalsu suku cadang juga dirasakan PT Astra Daihatsu Motor misalnya. Seperti diakui oleh Wakil Presiden Direkturnya, Noertjahjo Darmadji, setiap tahun pendapatannya di gerogoti hingga 20 persen akibat pemalsuan tersebut. Artinya, bila pendapatan Daihatsu Motor sebesar Rp 200 miliar setahun, berarti pemalsuan onderdilnya sebesar Rp 40 miliar per tahun. &lt;br /&gt;Menurut Noertjahjo, pemalsuan suku cadang Daihatsu semakin merebak sejak tahun 2003. Sebetulnya, konsumen pemakai mobil Daihatsu sudah mengeluhkan onderdil palsu Daihatsu sejak tahun 2000. &lt;br /&gt;Kebanyakan suku cadang Daihatsu yang dipalsu berupa komponen yang laris diganti. Misalnya, kampas rem, kampas kopling, pelat kopling, saringan oli, saringan bensin, piston platina, peredam kejut, dan packing set. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum &lt;br /&gt;Karena itu, dengan menyewa jasa hukum dari Kantor Pengacara Soemadipradja &amp; Taher, Daihatsu Motor gencar menginvestigasi kasus pemalsuan onderdil. Hasilnya, enam bulan kemudian, terdeteksi 40 toko pengecer dari 728 toko pengecer onderdil Daihatsu di seluruh Indonesia yang tertangkap tangan menjual onderdil Daihatsu palsu. &lt;br /&gt;Dari penggerebekan itu disita sebanyak 484 unit onderdil Daihatsu palsu. &lt;br /&gt;Para pemilik 40 toko itu telah disomasi dan didenda antara Rp 50 juta dan ratusan juta rupiah oleh Daihatsu Motor. Besarnya denda bergantung pada banyaknya onderdil palsu yang telah mereka jual. &lt;br /&gt;Menurut Justisiari Perdana Kusumah dari Kantor Pengacara Soemadipradja &amp; Taher, penjatuhan denda dimaksudkan agar pelaku merasa jera dan tak melakukan pemalsuan lagi. &lt;br /&gt;Investigasi lantas dikembangkan. Ternyata, ditemukan lagi 10 toko pengecer yang menjual onderdil Daihatsu palsu. Beda dengan sebelumnya, 10 toko ini mendapat perhatian serius. &lt;br /&gt;Sebab, selain jumlah onderdil palsu yang dijual demikian banyak, mereka juga sudah sejak tahun 1994 "membisniskan" onderdil palsu Daihatsu. Satu dari 10 toko itu adalah toko Kimberly Motor milik Oyong Liza Huslin di pertokoan Duta Mas, Jakarta Barat. &lt;br /&gt;Bersama petugas dari Polda Metro Jaya, Daihatsu Motor pun meningkatkan investigasi ke tahap penyelidikan. Sampai pada 4 Maret 2004, toko Kimberly Motor, yang ternyata punya gudang cukup luas, digerebek. &lt;br /&gt;Berbagai macam onderdil Daihatsu palsu bernilai sekitar Rp 3 miliar disita. Selain itu, ditemukan pula onderdil palsu bermerek Honda, Toyota, Mitsubishi, dan Suzuki senilai Rp 8,7 miliar. Sebagian besar onderdil ini berupa valve seal, piston, gasket kit, dan timing belt. &lt;br /&gt;Oyong lantas ditahan di Polda Metro Jaya. Kepada penyidik, Oyong mengaku tak mengimpor langsung onderdil palsu, tapi melalui perantara. &lt;br /&gt;Ia juga mengaku tak tahu alamat importirnya. "Saya hanya menelepon minta dikirimi barang. Setelah itu, barang datang," kata Oyong, seperti ditirukan oleh seorang penyidik. &lt;br /&gt;Oyong juga mengaku melakukan perdagangan barang palsu semata-mata untuk mencari untung. "Untungnya antara 10 sampai 20 persen," tuturnya. Kini perkara Oyong sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Pekan ini, Oyong akan divonis. &lt;br /&gt;Sindikat pemalsuan suku cadang menurut pengamat otomotif, Kosasih, tidak hanya didominasi jaringan di dalam negeri. Kini jaringan luar negeri pun disinyalir semakin kuat menancapkan jarring bisnisnya di Indonesia. &lt;br /&gt;Barang-barang tersebut biasanya berasal dari Cina, Thailand, Taiwan, dan Korea. "Untuk memutusnya, tidak hanya menghancurkan jaringan pemalsu suku cadang namun juga perlu penyadaran kepada pemilik kendaraan," ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-754973162560785537?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/754973162560785537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=754973162560785537' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/754973162560785537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/754973162560785537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2005/03/jakarta-surga-onderdil-palsu.html' title='Jakarta Surga Onderdil Palsu'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-3149978626199775593</id><published>2004-10-03T06:38:00.000-07:00</published><updated>2008-11-27T00:35:34.273-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Tulisan'/><title type='text'>Menanti Lahirnya Kerjasama Pakar Bioteknologi Pertanian Indonesia</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;Setia Lesmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang tahun 2003-2008, belum banyak perkembangan bioteknologi pertanian di Indonesia belum menunjukkan perkembangan berarti. Menurut Kepala Balai Penelitian Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (Balitbiogen) Dr Sutrisno kita baru berhasil mengembangkan bioteknologi yang bersifat rekayasa genetik ditujukan agar tanaman tahan hama penyakit. Padahal di negara-negara maju bioteknologi pertanian sudah sampai pada tahap rekayasa genetik yang ditujukan untuk memperkaya kandungan nutrisi tanaman untuk mengembangkan tanaman kesehatan. &lt;br /&gt;Sebetulnya sudah ada sedikit kemajuan seperti yang dilakukan peneliti muda dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Arief B Witarto yang mengembangkan protein untuk bahan baku obat lewat tumbuhan. Hasil dari terobosan semacam itu bisa memecahkan persoalan mahalnya pengembangan protein yang dibutuhkan sebagai bahan baku obat-obatan. Dengan mengembangkan “pertanian protein” semacam itu memberi harapan diproduksinya obat-obatan yang lebih murah.&lt;br /&gt;Namun tidak adanya kerjasama antar intansi untuk “mengeroyok” hal serupa membuat kemajuan tersebut nyaris tak terlihat. Para peneliti di lingkungan Badan Litbang Pertanian sendiri belum banyak yang tertarik untuk secara serius menggarap hal itu.&lt;br /&gt;Minimnya komunikasi antar intansi semacam itu jelas berakibat lambannya kemajuan bioteknologi pertanian di Indonesia. Sehingga wajar jika Kepala Badan Penelitian dan Pertanian, Departemen Pertanian Dr Joko Budianto, merasa prihatin dengan hal itu. Menurut Joko, salah satu kendala pengembangan bioteknologi pertanian di Indonesia adalah masih rendahnya jaringan kerja sama (network) antarlembaga riset di Indonesia.&lt;br /&gt;Untuk itu disamping harus mampu berlari cepat untuk mengejar kesuksesan negara-negara maju, para peneliti Indonesia harus cepat melakukan pembenahan-pembenahan antara lain dengan membangun networking antar peneliti lintas intansi secara lebih baik. Kerjasama antar peneliti dan antar lembaga riset, selain memperkaya gagasan juga akan menekan biaya penelitian. Karena masing-masing pihak bisa saling melengkapi terutama dalam penggunaan alat atau teknologi yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;Beberapa penelitian yang dilakukan Balitbiogen sebetulnya bisa lebih dikembangkan apabila jalinan kerjasama secara luas sudah terwujud. Misalnya saja hasil penelitian di kompartemen Biologi Molekuler dan Rekayasa Genetika (BMRG) yang sudah menghasilkan antara lain padi tahan penyakit penggerek batang, kedelai tahan penggerek polong, dan jagung tahan penggerek batang. Juga sudah dihasilkan varietas kacang tanah yang tahan terhadap virus dan pepaya yang tahan kemasakan (tidak cepat busuk). &lt;br /&gt;Untuk padi tahan penggerek batang, contohnya varietas code dan angke, kini sudah dikembangkan Balai Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi. Varietas code dan angke tahan terhadap penyakit hawar daun yang disebabkan oleh bakteri yaitu penyakit bercak-bercak merah pada daun. &lt;br /&gt;Balitbiogen juga mengembangkan padi yang tahan terhadap tanah masam dan mengandung alumunium tinggi. Sehingga padi tersebut sangat cocok dikembangkan di lahan-lahan marginal seperti lahan gambut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian semacam itu tentu sangat diperlukan oleh petani agar lebih efisien dan efektif. Komponen biaya bertani yang semakin mahal, tentu harus bisa disiasati dengan teknologi semacam itu. Jika petani sudah bisa menikmati hasl jerih payah peneliti barulah hal itu bisa disebut sebagai sebuah prestasi.&lt;br /&gt;Marka Molekuler &lt;br /&gt;Sementara itu Sugiono Moeljopawiro dari Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan, menyoroti pentingnya pengembangan biologi molekuler. Keterbatasan informasi genetik yang diberikan oleh sifat morfologi selama ini menjadikan pengembangan tanaman unggul berjalan lambat. Penggunaan marka molekuler (penanda molekuler) untuk menyeleksi sifat yang diinginkan dari keturunan hasil persilangan dengan pelacakan sifat-sifat tanaman berdasarkan DNA yang dimiliki tanaman akan mempercepat proses tersebut. &lt;br /&gt;Salah satu kelebihan dari metode ini adalah mempersingkat pengujian tanaman. Jika dengan cara konvensional diperlukan waktu sedikitnya lima tahun, dengan cara ini hanya diperlukan waktu paling lama tiga tahun. Dengan marka molekuler, pada generasi ketiga tanaman hasil persilangan sudah stabil.&lt;br /&gt;Pada tanaman jagung marka molekuler digunakan untuk mengetahui jarak genetik (hubungan kekerabatan) jagung. Dengan begitu, para pemulia menjadi lebih mudah dalam melakukan persilangan. Sebagai contoh pemulia mudah untuk merakit tanaman jagung yang tahan bule (penyakit daun bilur putih). Penelitian ini bekerja sama dengan Balai Penelitian Serealia (Balitisereal), Maros, Sulawesi Selatan. &lt;br /&gt;Selanjutnya yang tak kalah pentingnya adalah perlindungan terhadap sumber genetik pertanian Indonesia dari ancaman kepunahan. Oleh karena itu kegiatan konservasi dengan mendirikan laboratorium Bank Genetik sangat diperlukan. Dan tentu saja, hal itu akan lebih baik jika dilakukan tidak hanya oleh Balitbiogen saja. Keterlibatan berbagai lembaga riset terkait bisa lebih memperkuat upaya konservasi sumberdaya genetik pertanian. &lt;br /&gt;Dengan demikian, memasuki tahun 2004, penguatan jaringan antar peneliti dan lembaga riset bioteknologi menjadi agenda yang harus dikedepankan. Bercerai berai seperti sekarang ini hanya membuat pengembangan bioteknologi seperti jalan di tempat. Sementara para peneliti asing setiap saat mencuri sumber daya genetik Indonesia untuk kepentingan mereka. Bersatu mengembangakan bioteknologi pertanian juga berarti menghentikan proses penjajahan asing terhadap Indonesia melalui produk-produk teknologinya. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-3149978626199775593?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/3149978626199775593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=3149978626199775593' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/3149978626199775593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/3149978626199775593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/menanti-lahirnya-kerjasama-pakar.html' title='Menanti Lahirnya Kerjasama Pakar Bioteknologi Pertanian Indonesia'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-7380613711868221238</id><published>2004-01-29T02:16:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T02:18:18.015-08:00</updated><title type='text'>Energi Terbarukan Kurangi Emisi GRK</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;Setia Lesmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gazali merasakan ada sesuatu yang hilang dari tempat kelahirannya di Ciomas, Bogor. Udara yang dulu sejuk kini berubah menjadi panas dan gerah. Saat kembali dari merantau sepuluh tahun lalu ke Manokwari, Papua, Gazali merasakan udara di kampungnya kian menyengat. &lt;br /&gt;Mikrohidro - Pembangkit listrik tenaga Mikrohidro berhasil mengurangi pemakaian bahan bakar solar, dengan demikian secara tidak langsung mengurangi emisi gas rumah kaca. &lt;br /&gt;Kondisi yang dirasakan Gazali termasuk kondisi global yang kian memanas. Perubahan iklim melahirkan pemanasan global yang dipicu ulah manusia yang kelewat batas. Penggunaan minyak berbahan baku fosil dan penebangan hutan secara serampangan meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca (GRK). &lt;br /&gt;Konsentrasi GRK di atmosfer berwujud karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrogen oksida (N2O). Menurut Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Pelestarian Lingkungan, Liana Bratasida, dalam dekade terakhir konsentrasi CO2 meningkat 2.900 juta ton per tahun. Sedangkan pada dekade sebelumnya 1.400 juta ton per tahun. &lt;br /&gt;Sedangkan CH4 justru mengalami penurunan menjadi 22 juta ton per tahun dari dekade sebelumnya sebesar 37 juta ton per tahun. Demikian pula dengan N2O yang turun dari 3,9 juta ton per tahun menjadi 3,8 juta per tahun. &lt;br /&gt;Peningkatan konsentrasi emisi GRK mengakibatkan suhu 0,5 derajat Celsius sejak 1990. Selain itu, pola distribusi hujan pun mengalami perubahan nyata. Ada kecenderungan daerah kering akan menjadi makin kering dan daerah basah menjadi semakin basah. Konsekuensinya, terjadi gangguan pada kelestarian sumber daya air. &lt;br /&gt;Menurut Bratasida, peningkatan suhu menyebabkan pergeseran spesies vegetasi dan ekosistem. Daerah pegunungan akan kehilangan banyak spesies vegetasi aslinya dan digantikan spesies vegetasi dataran rendah. Bersamaan dengan itu kondisi sumber daya air dari pegunungan juga terganggu. &lt;br /&gt;Sementara itu, kawasan pesisir adalah daerah yang paling rentan akibat kenaikan permukaan air laut. Dengan panjang pantai sekitar 80.000 km dan 50 persennya pantai landai, Indonesia sangat rawan akibat kenaikan permukaan laut. &lt;br /&gt;Fakta lain menunjukkan terjadi transmisi beragam penyakit menular akibat perubahan iklim. Parasit dan vektor penyakit sangat peka terhadap faktor-faktor iklim karena perubahan iklim akan meningkatkan transmisinya. Demam berdarah, malaria, dan kaki gajah adalah contoh penyakit yang harus diwaspadai penyebarannya. Tak pelak lagi, pemanasan global telah dan sangat berpotensi membawa dampak yang merugikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Protokol Kyoto &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Harapan muncul saat ditandatanganinya Protokol Kyoto yang menimbulkan komitmen bersama akan penurunan konsentrasi GRK dunia pada tahun 1997. Sehingga, kini sudah 76 negara yang meratifikasi Protokol Kyoto (PK) dengan 24 di antara mereka adalah negara maju. Negara-negara maju penghasil emisi utama dunia harus menurunkan tingkat emisinya hingga 5,2 persen dibanding dengan tingkat emisi tahun 1990. Batas waktu pun dipatok hingga akhir 2012 nanti. &lt;br /&gt;Persoalannya menurut Koordinator Program Energi Terbarukan Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL), Lolo M Panggabean, nyaris mustahil negara maju mampu menurunkan tingkat emisi mereka. Untuk itu, dirancanglah suatu mekanisme kerja sama dagang dengan negara berkembang melalui Clean Development Mechanism (CDM). &lt;br /&gt;Negara maju siap membeli setiap ton penurunan emisi yang dilakukan negara berkembang. Penurunan emisi CO2 tersebut dijual dalam bentuk certified emission reduction (CER), ujar Lolo. &lt;br /&gt;Secara umum skenario CDM terdiri dari kegiatan di sektor energi melalui energi terbarukan dan energi efisiensi, dan kegiatan di sektor kehutanan melalui reboisasi (reforestation). Hanya saja untuk sektor kehutanan masih banyak hal yang belum disepakati, sehingga pelaksanaannya terhambat. &lt;br /&gt;Agar seluruh komitmen PK bisa terlaksana maka dilakukanlah conference of party (COP) yang membahas hal yang lebih teknis. Di dalam COP itulah aturan main pelaksanaan CDM dibahas dan dipantau pelaksanaannya. Hingga kini tercatat sudah tujuh kali COP dilaksanakan, terakhir di Marrakesh, Maroko tahun 2002. &lt;br /&gt;Negara yang terlibat dalam program CDM harus terlebih dulu meratifikasi PK, ujar Lolo. &lt;br /&gt;Upaya Indonesia sendiri untuk meratifikasi PK masih terhambat di DPR. Meskipun Indonesia belum meratifikasi PK, usaha untuk meningkatkan kesadaran banyak pihak harus tetap dilakukan. &lt;br /&gt;"Upaya tersebut harus didukung oleh peningkatan kemampuan (capacity building), agar tidak tertinggal jauh dari negara lain. Kalau tidak, saat Indonesia meratifikasi PK, tidak banyak manfaat yang bisa diambil," kata Nina Natalina, aktivis YBUL lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menyiapkan Diri &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karena itu lanjut Nina, gagasan mengadakan lokakarya peningkatan kapasitas adalah untuk mendorong kesiapan Indonesia. Sehingga, berbagai kalangan di Indonesia bisa bersiap diri untuk menyongsong diberlakukan CDM di Indonesia. Yang terpenting adalah upaya pelurusan pemahaman tentang CDM. &lt;br /&gt;CDM sebetulnya hanya suatu insentif yang diberikan atas pelaksanaan kegiatan pengurangan emisi GRK. Yang dimaksud insentif di situ bahwa dana pembelian REC tersebut hanyalah bonus bagi pengembang proyek. Artinya dana untuk merancang hingga membangunnya dibiayai sendiri. Jika kegiatan tersebut menarik dan berkelanjutan barulah bisa dijual ke negara maju. &lt;br /&gt;"Pada prinsipnya hubungan yang terjadi adalah hubungan dagang bukan pemberian hibah," Ujar Nina. Karena itu, Nina berharap masyarakat tidak salah mengartikannya. &lt;br /&gt;Nina menjelaskan proses turunnya dana CDM tersebut. Misalnya saja perusahaan A mengembangkan energi mikro hidro untuk menghasilkan listrik. Setelah proyek tersebut berjalan, perusahaan mengajukan proposal yang terlebih dulu sudah di validasi oleh badan independen. Setelah itu proposal akan mendapat persetujuan pemerintah dalam arti kriteria baik pengembang maupun proyeknya tepat. &lt;br /&gt;Setelah proyek dilaksanakan, akan dipantau pelaksanaannya untuk kemudian diperiksa oleh badan independen yang berbeda. &lt;br /&gt;Lalu proyek yang dijalankan akan dilakukan sertifikasi dan dibawa ke dewan eksekutif UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change). &lt;br /&gt;Jika semua berjalan lancar, proyek mikrohidro tersebut akan diberi sertifikat CER. Kemudian pemilik dana dari negara maju akan membeli setiap kg emisi CO2 yang diturunkan. Menurut Lolo, harga di pasaran CO2 untuk setiap tiga ton saat ini berkisar U$ US 15. &lt;br /&gt;Sedangkan bagi perusahaan yang mengembangkan proyek berukuran kecil dimungkinkan untuk melakukan merger sesuai dengan nilai proyek. Artinya pengembang proyek bisa membuat proposal bersama dan memasukkan potensi REC untuk digabung menjadi satu. &lt;br /&gt;Dengan demikian, selain mendapat keuntungan dari kegiatan/usaha proyeknya, perusahaan akan mendapat insentif melalui CDM. &lt;br /&gt;Lolo berharap, masyarakat mestinya bisa memanfaatkan CDM. Selain lebih memacu perkembangan energi terbarukan, insentif yang diberikan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-7380613711868221238?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/7380613711868221238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=7380613711868221238' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/7380613711868221238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/7380613711868221238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2004/01/energi-terbarukan-kurangi-emisi-grk.html' title='Energi Terbarukan Kurangi Emisi GRK'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-4682184483754983890</id><published>2003-08-14T06:41:00.000-07:00</published><updated>2008-11-27T00:14:11.455-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Tulisan'/><title type='text'>Industri Teh Indonesia di ambang Kebangkrutan</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;Setia Lesmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Tulisan lama dibuat 14 Agutus, 2003]&lt;br /&gt;HIJAU dan asrinya hamparan kebun teh yang menyemburatkan udara sejuk dan sesekali ditimpali udara sekeliling yang berkabut, tak lama lagi mungkin akan hilang. Sebuah kekhawatiran yang sangat beralasan melihat bisnis teh di Indonesia yang kian terpuruk ke titik terendah. &lt;br /&gt;Jika tidak ada langkah nyata dan strategis dalam penyelamatan bisnis teh di Indonesia tidak kunjung sehat, bencana lumayan dahsyat dipastikan bakal menghampiri industri teh dalam negeri. Ratusan ribu bahkan mungkin jutaan orang yang selama ini hidup dari teh pun akan kehilangan mata pencahariannya. Meruginya bisnis teh, membuat perkebunan the rakyat berubah menjadi kebun sayur mayur ataupun kawasan permukiman. &lt;br /&gt;Tatkala hamparan kebun teh berganti dengan kebun sayuran, maka siap-siaplah menerima berbagai bencana alam, baik tanah longsor maupun banjir. Oleh karena itu, kita semua patut sedih, risau, sekaligus peduli dengan usaha per-teh-an kita yang tengah di ujung tanduk.&lt;br /&gt;Di sisi lain setiap tahun puluhan ton produk teh jadi asal luar negeri (Cina, Vietnam, AS, dan Inggris), ”membanjiri” pasaran teh Indonesia sejak empat tahun terakhir. Kondisi tersebut disebabkan produsen teh lokal kurang mampu bersaing akibat diberlakukannya PPN secara berlapis-lapis oleh pemerintah. Demikian dikatakan mantan Ketua Umum Asosiasi Teh Indonesia (ATI), Rachmat Badruddin dalam sebuah kesempatan berbincang-bincang dengan Pembaruan. &lt;br /&gt;”Teh jadi tersebut sudah dalam bentuk kemasan siap konsumsi, misalnya teh celup dll. Bahkan, keberadaannya sudah lebih banyak disuguhkan di berbagai hotel berbintang di pelosok Indonesia,” ujarnya.&lt;br /&gt;Akibat kondisi itu, kata Rachmat Badruddin, banyak pula industri teh lokal menjadi tersendat-sendat usahanya. Secara bertahap, usaha teh Indonesia yang hanya menjadi produsen sampai setengah jadi, akan menjadi penonton di negeri sendiri karena industri teh jadi dikuasai produk luar negeri.&lt;br /&gt;Kondisi demikian, menurutnya, disebabkan besarnya beban produksi teh jadi asal Indonesia menjadi lebih besar. PPN dikenakan mulai dari tingkat petani, pedagang/pengumpul, perkebunan, sampai pabrik hasil jadi. ”Padahal, di Srilanka, India, Kenya, dan negara produsen teh mentah dan setengah jadi lainnya, pemerintah mereka hanya mengenakan PPN bagi pabrik pengolah jadi. Ini juga diharapkan diikuti pemerintah Indonesia, PPN bagi tingkat petani, pedagang/pengumpul, perkebunan, sampai pengolah setengah jadi batal dikenakan PPN. Sebaiknya, PPN hanya dikenakan kepada produsen jadi,” ujarnya. &lt;br /&gt;Dari tahun ke tahun sebenarnya produksi teh Indonesia relatif meningkat. Akan tetapi, hal yang sama juga terjadi pada negara produsen teh lain yang merupakan saingan Indonesia.&lt;br /&gt;Pada tahun 1993, produksi teh Indonesia tercatat 136.587 ton. Kemudian sempat turun pada tahun 1994 menjadi 128.289 ton, kemudian naik kembali pada tahun 1995 menjadi 143.675 ton. Pada tahun 1998, ketika nilai tukar rupiah terhadap dollar sedang sangat jatuh, di atas Rp 10.000 per satu dollar AS, produksi teh pun meningkat menjadi 166.825 ton. Akan tetapi, kemudian turun menjadi 161.003 ton pada tahun 1999 dan menjadi 157.371 pada tahun 2000. Pada tahun 2001 produksi teh Indonesia naik lagi menjadi 161.202 ton, sedangkan tahun 2002 tercatat sekitar 157.000 ton.&lt;br /&gt;Produksi teh Indonesia di atas masih kalah jauh dibandingkan dengan India. Pada tahun 1993 saja India sudah memproduksi 760.826 ton dan dalam lima tahun terakhir angkanya selalu di atas 800.000 ton. Pada tahun 2001, misalnya, tercatat 853.710 ton, sedangkan di tahun 2002 tercatat 826.165 ton.&lt;br /&gt;Produsen kedua terbesar teh adalah Cina yang pada tahun 1993 saja sudah memproduksi teh sebanyak 599.941 ton dan dalam dua tahun terakhir (2001 dan 2002) produksinya sudah di atas 700.000 ton. Kemudian disusul Sri Lanka yang memproduksi 233.276 ton teh pada tahun 1993 dan pada tahun 2002 lalu sudah menjadi 310.032 ton.&lt;br /&gt;Kenya di Afrika yang pada tahun 2001 lalu memproduksi 294.631 ton dan tahun 2002 sebanyak 287.044 ton, juga merupakan pesaing yang sulit dikalahkan Indonesia. Padahal, pada tahun 1970 produksi teh olahan negara itu sedikit di bawah Indonesia, yaitu 41.077 ton produksi Kenya sedangkan Indonesia 44.048 ton.&lt;br /&gt;Untuk keseluruhan produksi dunia yang mencapai 3.021.632 ton pada tahun 2002, produksi teh Indonesia terbilang relatif kecil, hanya sekitar lima persen. Akan tetapi, di sisi ekspor, teh Indonesia yang kemudian diekspor kuantitasnya besar, yaitu sekitar 100.000 ton dari 1.391.900 ton jumlah teh ekspor yang beredar dari berbagai negara. Ekspor teh Indonesia itu pada tahun 2001 menduduki peringkat kelima setelah Sri Lanka (288.000 ton), Kenya (258.000 ton), RRC (250.000 ton), dan India (180.000 ton).&lt;br /&gt;Meski demikian, pasar ekspor teh Indonesia itu akan semakin tergerogoti lagi dengan gencarnya Vietnam masuk ke pasar teh dunia. Pada tahun 1995 Vietnam menghasilkan 40 ton dan naik di tahun 2001 menjadi 82 ton. Diperkirakan Vietnam dengan laju pertumbuhan yang fenomenal, sekitar 12 persen, produksinya akan cepat melampaui 100.000 ton sehingga akan juga membanjiri pasar teh dunia.&lt;br /&gt;Sementara itu, pasar dalam negeri yang diharapkan sebagai penyelamat kondisinya juga tidak kunjung membaik, malah mulai digerogoti oleh teh olahan impor. Tingkat konsumsi teh penduduk Indonesia masih sangat rendah, sekitar 250-300 gram teh per kapita per tahun, jauh sekali dibandingkan dengan tingkat konsumsi teh warga India yang di atas satu kilogram per kapita per tahun. Belum lagi persoalan-persoalan kenaikan BBM, tarif dasar listrik, kenaikan upah minimum, perpajakan, serta soal penjarahan lahan yang membuat produksi teh cukup terganggu.&lt;br /&gt;Menurut ketua ATI yang baru, Insyaf Malik, melihat bahwa masalah pokok teh Indonesia adalah pemasaran. Secara internasional harga teh asal dihargai lebih rendah dibanding negara lain. Sebagai contoh bila dibandingkan dengan harga teh Kenya selisihnya cukup jauh. Harga teh Kenya sekarang ini di pasaran dunia sekitar 140 sen dollar AS per kg, sedangkan teh Indonesia terus turun antara 90-100 sen dollar AS.&lt;br /&gt;Rendahnya harga jual teh Indonesia yang 60 persen dari seluruh produksinya yang diekspor itu berdampak banyak. Di tingkat paling hulu, terutama perkebunan teh rakyat, usaha perkebunan teh dinilai sudah tidak masuk akal lagi karena pendapatan petani teh sangat minim per bulannya. &lt;br /&gt;Dengan rentang harga antara 90 sen sampai 100 sen dollar AS per kg teh kering (sekitar Rp 7.500-8.350), harga jual pucuk teh basah di tingkat petani sulit ditingkatkan menjadi di atas Rp 1.000 per kg-nya. Sekarang ini kisaran harga pucuk teh basah antara Rp 500-750 per kg. Dengan begitu, pendapatan petani teh sekarang ini per bulannya di bawah Rp 100.000 per hektar kebun teh yang dimilikinya. &lt;br /&gt;Dampak lebih jauhnya adalah semakin tidak terurusnya kebun-kebun teh milik rakyat sehingga produktivitasnya pun semakin turun. Oleh karena itu semua pihak yang terkait dengan industri teh nasional seharusnya bahu membahu menyelamatkan industri yang sudah ratusan tahun ada di Indonesia ini. Jika tidak, hamparan kebun teh yang indah dan menyegarkan itu tinggal menjadi kenangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-4682184483754983890?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/4682184483754983890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=4682184483754983890' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/4682184483754983890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/4682184483754983890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/industri-teh-indonesia-di-ambang.html' title='Industri Teh Indonesia di ambang Kebangkrutan'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-2770321684100821855</id><published>2003-04-30T01:56:00.000-07:00</published><updated>2008-11-28T02:01:01.270-08:00</updated><title type='text'>Pemberlakuan Otda Dorong Eksploitasi Alam Tak Terkendali</title><content type='html'>&lt;em&gt;Ekspedisi Taman Nasional Kayan Mentarang&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;Setia Lesmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dorongan memperbesar pendapatan asli daerah (PAD) membuat pemda gelap mata mengeksploitasi sumber daya hutan secara berlebihan. Ancaman serius bagi keberadaan Taman Nasional Kayan Mentarang. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Nasional Kayan Mentarang - Hutan tropis di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang termasuk terluas di Asia Tenggara, dan menyimpan sejumlah pesona alam menakjubkan bak ga-dis dayak yang cantik jelita. &lt;br /&gt;engkingan siamang ditimpali suara burung kuau berlomba dengan kokok ayam jantan menyambut datangnya pagi. Dinginnya udara subuh tak menghalangi penduduk Desa Pa' Raye memulai aktivitasnya. &lt;br /&gt;Suatu enclave yang berada di pedalaman Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM). Kawasan ini berada di perbatasan Indonesia (Kalimantan Timur) dengan Malaysia (Sabah dan Sarawak). &lt;br /&gt;Hutan tropis terluas di Asia Tenggara itu menyimpan sejumlah pesona alam menakjubkan bak gadis dayak yang cantik jelita. Sejauh ini kawasan seluas 1,35 juta hektare itu masih terjaga dari keserakahan para pengusaha kayu. TNKM merupakan habitat unik karena lebih dari 45 persen wilayahnya merupakan dataran tinggi, yakni lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut. &lt;br /&gt;TNKM menampilkan mosaik habitat flora dan fauna layaknya pusat keragaman hayati (biodiversity) paling penting di dunia. World Wide Fund for Nature (WWF) mencatat lebih dari 150 jenis mamalia, 330 jenis burung, dan lebih dari 500 jenis tanaman bisa dijumpai di TNKM. &lt;br /&gt;Bahkan IGNN Sutedja, penanggung jawab WWF Kayan Mentarang, menyebutkan adanya populasi banteng, badak sumatera, dan gajah. Pembaruan pun sempat melihat koleksi cula badak sumatera milik seorang penduduk yang diwarisinya secara turun-temurun. &lt;br /&gt;Saat ini kawasan Kayan Mentarang dihuni 17.000 suku dayak yang tersebar di 50 desa dan sepuluh wilayah adat. Ke sepuluh wilayah adat itu meliputi Lumbis, Mentarang, Krayan Hilir, Krayan Darat, Krayan Tengah, dan Krayan Hulu. &lt;br /&gt;Keenamnya termasuk wilayah Kabupaten Nunukan dan merupakan 25 persen dari luas tanaman nasional secara keseluruhan. Selanjutnya wilayah adat Tubu, Hulu Bahau, Pujungan dan Apo Kayan yang termasuk wilayah kabupaten Malinau atau 75 persennya dari luas total. Setiap wilayah adat dikepalai seorang kepala adat besar yang masing-masing membawahi kepala adat lokasi dan kepala adat desa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan Konservasi &lt;br /&gt;Dalam sejarahnya, kawasan ini pernah ditetapkan sebagai cagar alam melalui Kepmentan tahun 1980 yang berarti tidak dibolehkan adanya penduduk. Kebijakan tersebut mendapat tantangan keras dan massif terutama dari ribuan warga yang hidupnya sangat bergantung pada hutan. &lt;br /&gt;Tahun 1996, pemerintah pun mengubah kebijakannya dengan menjadikan kawasan ini sebagai taman nasional yang berarti masih dibolehkan adanya pemanfaatan sumber daya hutan secara terbatas. Kawasan pun dibagi menjadi tiga zona, yakni zona inti yang tidak boleh diganggu sama sekali, zona pemanfaatan tradisional, dan zona pemanfaatan intensif. Masyarakat Dayak yang kehidupannya sangat tergantung pada sumber daya hutan masih bisa memanfaatkannya secara lestari. Untuk mengawal agenda konservasi tersebut dibentuklah forum musyawarah masyarakat adat atau Fomma yang mengadopsi hierarki struktur masyarakat adat hingga ke tingkat desa. Saat ini Fomma diketuai Martin Labo yang juga menjabat wakil ketua DPRD Kabupaten Malinau. Sedangkan WWF yang sejak lama berkiprah di Kayan Mentarang dijadikan mitra dalam mempersiapkan rencana pengelolaan serta melakukan pelatihan dan penyuluhan bagi masyarakat. &lt;br /&gt;Lantas apakah perubahan status tersebut sudah mampu mengawal agenda konservasi? Nyatanya belum. Semangat otonomi daerah menuntut kewenangan lebih besar dalam pengelolaan sumber daya alam bagi daerah. &lt;br /&gt;Hal itu menjadi persoalan karena semangat otonomi daerah lebih didominasi keinginan memperbesar PAD dengan mengeksploitasi sumber daya alam termasuk hutan secara berlebihan. Terlebih lagi kegiatan konservasi lebih merupakan cost center yang hasilnya baru bisa dirasakan puluhan tahun lagi. &lt;br /&gt;Menyadari bahaya itu para penggiat konservasi berusaha mencari alternatif pengelolaan yang bisa mengakomodasi berbagai kepentingan. "Melalui lobi-lobi panjang dan melelahkan akhirnya lahirlah konsep pengelolaan kolaboratif untuk TNKM," tutur Sutedja. &lt;br /&gt;Untuk itu keluarlah tiga keputusan menteri kehutanan (Kepmenhut) sebagai payung hukum pelaksanaan konsep tersebut. Kepmenhut No 1314/2002 mengesahkan rencana pengelolaan TNKM dalam jangka 25 tahun, berisi arahan-arahan umum yang secara eksplisit menyebutkan konsep kolaboratif. &lt;br /&gt;Selanjutnya Kepmenhut No 1315 menyebut lebih tegas lagi bahwa TNKM harus dikelola secara kolaboratif namun secara operasional belum siap dilakukan karena terbentur pada persoalan siapa pelaksananya. Oleh karena itu, lahirlah Kepmenhut No 1316 yang menyebutkan perlunya dibentuk penentu kebijakan yang unsur-unsurnya terdiri dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat. &lt;br /&gt;Maka dibentuklah Dewan Penentu Kebijakan (DPK) yang diketuai Bupati Malinau, sedang Bupati Nunukan dan Ketua Fomma masing-masing sebagai wakil ketua I dan II. DPK inilah yang akan menunjuk badan pelaksana (BP) sebagai pengelola TNKM secara profesional. &lt;br /&gt;Namun pemberian wewenang yang besar kepada daerah tersebut nyatanya tidak membuat ancaman menyurut. Banyak pihak yang terus mempengaruhi masyarakat untuk menolak kebijakan tersebut terutama mafia perusak hutan. &lt;br /&gt;Uang, benda-benda elektronik, sepeda motor, dan barang kebutuhan lainnya menjadi alat untuk menggoyahkan kesepakatan masyarakat dan para kepala adat. Dengan dalih untuk kemajuan ekonomi para mafia membujuk pemuka adat dan pemda agar mengizinkan pembukaan jalan baru di kawasan TNKM. &lt;br /&gt;Belum lama ini seperti di lansir Radar Tarakan, Bupati Malinau menyurati para kepala adat agar membantu memuluskan pembangunan jalan dari Long Bawan ke Long Pasya, Sabah, Malaysia. Untuk membangun jalan yang akan membelah TNKM tersebut tentu saja tidak gratis. &lt;br /&gt;Para investor meminta imbalan berupa jutaan metrik ton kayu dari luasan 100 meter di kiri-kanan jalan dikalikan panjang jalan tersebut. Menurut sumber Pembaruan, umumnya investor tersebut berasal dari Malaysia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marah Besar &lt;br /&gt;Kabarnya Bupati Malinau marah besar mengetahui suratnya bocor karena tindakan mencederai kesepakatan yang ditandatanganinya sendiri diketahui publik. Namun kabar tak sedap itu dibantah Martin Labo. &lt;br /&gt;Menurutnya, Bupati Malinau tidak mungkin mengingkari komitmen yang disepakatinya karena dia merupakan ketua DPK. "Surat Bupati tentang pembangunan jalan tersebut tidak betul," ujarnya kepada Pembaruan. Martin malahan menduga isu tersebut dimunculkan oleh kalangan tertentu yang tidak rela kewenangan daerah diperbesar. &lt;br /&gt;Benar atau tidak, jika jalan itu betul-betul dibangun kelestarian TNKM jadi terancam karena memudahkan keluarnya kayu curian dan hasil hutan lainnya. Saat ini saja data citra satelit menunjukkan banyak terjadi pembalakan di dekat TNKM. Apalagi hutan di wilayah Sabah dan Sarawak termasuk hutan produksi yang lambat laun mengancam TNKM, ujar Sutedja. &lt;br /&gt;Karena itu, pembentukan BP dan sosialisasi yang lebih mengakar menjadi sangat mendesak, ujar Kepala Balai Konservasi Hutan dan Sumber daya Alam (BKSDA) Kaltim, Ramon Janis. Masyarakat harus disadarkan jangan sampai demi kenikmatan sesaat harus menanggung kerugian hingga generasi anak cucu. &lt;br /&gt;Sebaliknya Martin menginginkan program segera dimulai tanpa menunggu dibentuknya BP. Toh masyarakat bisa mengerjakan hal-hal yang mudah dan konkret terlebih dulu, ujarnya. "Yang penting masyarakat Dayak harus menjadi tuan di tanahnya sendiri," sindir Martin. &lt;br /&gt;Agaknya alternatif pengembangan sumber pendapatan bagi masyarakat maupun pemda harus diprioritaskan. Kalau tidak jalan menuju konservasi TNKM masih akan terjal dan berliku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-2770321684100821855?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/2770321684100821855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=2770321684100821855' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/2770321684100821855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/2770321684100821855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2003/05/ekspedisi-taman-nasional-kayan.html' title='Pemberlakuan Otda Dorong Eksploitasi Alam Tak Terkendali'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-3501067401604667918</id><published>2003-03-20T02:04:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T02:07:49.063-08:00</updated><title type='text'>Pertempuran di World Water Forum Dimulai</title><content type='html'>&lt;em&gt;Indonesia Harus Kaji Ulang Privatisasi Pengelolaan Air &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan &lt;strong&gt;Setia Lesmana &lt;/strong&gt;dari &lt;strong&gt;Osaka&lt;/strong&gt;, Jepang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air sebagai bagian dari hak asasi manusia tidak semestinya menjadi komoditas. Indonesia perlu berpikir puluhan kali sebelum memutuskan privatisasi dalam pengelolaan sumber daya air. Privatisasi pengelolaan air hanya menjadikan tingginya tarif dan semakin buruknya pelayanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONFERENSI TERBESAR - The 3rd World Water Forum (WWF) yang berlangsung 16 - 23 Maret 2003 di Jepang merupakan konferensi internasional terbesar yang membahas masalah air. Konferensi yang diikuti lebih dari 150 negara itu resmi dibuka oleh Putra Mahkota Pangeran Naruhito dan didampingi Putri Mahkota Masako seperti tampak dalam layar lebar. &lt;br /&gt;Suhu udara di luar gedung Osaka International Convention Center yang enam derajat Celsius rupanya tidak membuat semangat peserta The 3rd World Water Forum (WWF) mengerut. Di dalam ruang sidang utama berlangsung perdebatan panas antara dua kubu yang berbeda kepentingan. Topik yang dibahas pun merupakan topik paling panas dari sekitar 165 topik yang diusung para peserta, public private partnership (PPP). &lt;br /&gt;PPP sejatinya merupakan kepemilikan swasta atas perusahaan air publik seperti yang dilakukan Thames dan Lyonaisse, dua perusahaan asing, atas PAM Jaya. Istilah PPP merupakan istilah yang digunakan World Bank untuk privatisasi sumber daya air. &lt;br /&gt;Di Osaka, dua kubu saling berhadapan membahas topik PPP dengan sudut pandang yang berseberangan. Kubu pertama mewakili suara lembaga swadaya masyarakat (LSM) internasional, sedangkan kubu kedua mewakili World Water Council (WWC) yang didukung penuh World Bank. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan Terbaik &lt;br /&gt;Dari pihak LSM tampil Maude Barlow dari The Council Canadian dan Prof Ramswamy Iyer dari India. Sedangkan pihak WWC diwakili Direktur Jenderal Pengairan Afrika Selatan, Direktur Eksekutif International Water Association, dan seorang dosen Universitas Cranfield, Inggris. Kubu WWC menganggap PPP pilihan terbaik untuk mengatasi masalah air di berbagai negara melalui sebuah pengelolaan atas sumber daya air secara profesional. &lt;br /&gt;Dengan berpegang pada filosofi air sebagai hak manusia paling asasi mereka melihat bahwa swastanisasi sebagai sesuatu yang wajar. Tiga konsep swastanisasi pengelolaan air yang diajukan adalah public management, corporate public, dan swasta murni melalui mekanisme konsesi ataupun built of transfer (BOT). &lt;br /&gt;Pandangan seperti itu ditolak oleh Prof Ramswamy Iyer karena sebagai sebuah hak asasi manusia, air tidak bisa dijadikan barang dagangan (komditas). Iyer melihat hal itu sebagai sesuatu yang sangat kontradiktif dan menyesatkan, karena sesungguhnya pengelolan dan penyediaan air untuk masyarakat sudah menjadi kewajiban pemerintah. Sehingga kalau nyatanya pemerintah tidak sanggup mengelola perusahaan penyedia air utuk rakyat maka yang harus diubah adalah cara-cara pengelolaannya bukan malah menjualnya ke pihak swasta. &lt;br /&gt;Sementara itu Maude Barlow mengaku heran dengan kebijakan Bank Dunia yang lebih suka memberi pinjaman atau bantuan modal pada perusahaan yang nyata-nyata korup. "Sangat aneh kalau perusahaan yang sesungguhnya tidak capable tapi malah didukung," ujarnya. Hal itu terjadi di banyak negara seperti Meksiko, Filipina, dan Indonesia. &lt;br /&gt;al senada diungkapkan oleh Nila Ardianie dari Indonesian Forum on Globalization. Di banyak negara termasuk di Inggris dan Amerika Serikat, swastanisasi selalu berbuah kegagalan atau minimal tidak menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Privatisasi hanya membuat tarif lebih mahal dan kualitas pelayanan yang lebih buruk seperti bisa dilihat dari kasus-kasus di Afrika Selatan, Argentina, Elsalvador, dan Filipina. &lt;br /&gt;Fakta bahwa pelayanan setelah privatisasi makin diungkap oleh Zainal Abidin, seorang pengurus serikat pekerja PDAM Jaya, Jakarta. Menurutnya, terjadi lonjakan tunggakan antara sebelum dan sesudah privatisasi. &lt;br /&gt;"Sebelum privatisasi jumlah tunggakan hanya berkisar 2 - 3 persen. Sekarang ini tunggakan mencapai 30 persen," ujarnya kepada wartawan Pembaruan Setia Lesmana dari Osaka, Jepang, Rabu (19/3) pagi. Bahkan di beberapa tempat, seperti Cengkareng, terdapat banyak pelanggan yang memboikot untuk tidak mau bayar tagihan bahkan merusak saluran pipa PDAM Jaya. &lt;br /&gt;"Itu semua terjadi karena kualitas air yang menurun baik dari warna maupun bau, dan debit yang semakin mengecil," tutur Zainal. Bahkan tingkat kebocoran air di jaringan PDAM Jaya meningkat hingga 60 persen dari sebelumnya paling tinggi yang hanya 40 persen. Kesenjangan Kesejahteraan &lt;br /&gt;Keresahan juga terjadi di kalangan pegawai PDAM Jaya. Terjadi kesenjangan gaji dan kesejahteraan antara pegawai lama dan pegawai yang direkrut langsung oleh Lyonaisse, papar Zainal. &lt;br /&gt;Oleh karena itu menurut dosen Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Dr Budi Widianarko, Indonesia harus berpikir puluhan kali untuk menerapkan privatisasi pengelolaan air. "Mengapa kita tidak mau belajar dari kasus di banyak negara yang sangat merugikan konsumen yang nota bene kebanyakan rakyat miskin," ujarnya dengan nada bertanya. &lt;br /&gt;Menurut Budi, jika memang kemitraan yang ingin dikembangkan seharusnya lebih melibatkan komunitas dan stake holder lokal bukan malah mengundang swasta asing. Dan terbukti peran swasta global tersebut tidak memberikan sesuatu yang lebih baik malah sebaliknya. &lt;br /&gt;Dan menurut pengamatannya swasta global yang bermain hanyalah beberapa perusahaan saja di antaranya Suez Lyonaisse (Prancis), Vivendi (Prancis), dan Thames (Inggris). &lt;br /&gt;Berdasarkan pengamatan Pembaruan, saat ini beberapa daerah seperti Manado dan Sragen mulai dilirik oleh beberapa perusahaan asing. Beberapa waktu lalu kalangan wakil rakyat dan mahasiswa di Bandung protes keras atas kebijakan Pemda setempat yang mengundang swasta asing untuk pengelolaan PDAM Bandung. Menurut Ir Yudi Widiana, anggota DPRD Jawa Barat dari Partai Keadilan, telah terjadi kong kalingkong antara Thames dan salah seorang anak pejabat tertinggi di Jawa Barat. &lt;br /&gt;Dan rupanya seperti dikatakan Budi, kolusi dengan anak pejabat menjadi model masuknya perusahaan asing ke beberapa PDAM di Indonesia. Selain itu mereka juga membuat perangkap hutang sebagai jalan untuk masuk dan menguasai saham PDAM. Untuk mencegah agar Pemda selalu terikat, mereka memasukkan salah satu klausul bahwa jika Pemda membatalkan perjanjian kerja sama karena desakan rakyat maka Pemda harus membayar ganti rugi. Melihat kasus-kasus tersebut sangat jelas kalau tersembunyi niat lain di balik rayuan swastanisasi yang dilakukan perusahaan global tersebut. Sangat kuat tercium aroma penjajahan baru melalui penguasaan sumber daya air. Haruskah kita terperangkap di lubang yang sama?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-3501067401604667918?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/3501067401604667918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=3501067401604667918' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/3501067401604667918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/3501067401604667918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2003/03/pertempuran-di-world-water-forum.html' title='Pertempuran di World Water Forum Dimulai'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-4282942455636611180</id><published>2003-03-18T02:08:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T02:10:15.657-08:00</updated><title type='text'>Indonesia Perjuangkan Utang Diganti Penyelamatan Lingkungan</title><content type='html'>Laporan Setia Lesmana dari Kyoto, Jepang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KYOTO - Indonesia akan memperjuangkan program debt to nature swap (konversi utang dengan program-program penyelamatan lingkungan), terutama untuk sektor pertanian, pada Senior Official Meeting (SOM) Forum Air Dunia di Kyoto, Jepang, Selasa (18/3).&lt;br /&gt;SOM yang membahas masalah air untuk pangan dan pertanian dimulai dalam Forum Air Dunia di Balai Sidang Internasional, Kyoto, Jepang. Dalam pertemuan yang akan menyiapkan deklarasi bersama para menteri dalam masalah air tersebut, Indonesia diwakili oleh Direktur Jenderal Departemen Pertanian, Dr Ir Ato Suprapto, dan Staf Ahli Menteri Bidang Pengembangan Keahlian dan Tenaga Fungsional, Departemen Kimpraswil, Ir Siswoko.&lt;br /&gt;Menurut Ato, juru bicara delegasi Indonesia dalam SOM tersebut, ada tiga usulan program yang diperjuangkan dalam pertemua kali ini. &lt;br /&gt;Usulan pertama adalah peningkatan keamanan dan ketahanan untuk jangka waktu tiga tahun. Indonesia mengusulkan total dana sebesar US$ 34 juta. &lt;br /&gt;Usulan selanjutnya adalah tentang manajemen irigasi untuk daerah-daerah Lampung, Jateng, NTB, Jabar, Jatim, dan Bali. Jika disetujui, program ini akan di danai sebesar 460 ribu dolar untuk jangka waktu tiga tahun. Sedangkan program yang ketiga adalah program pengembangan dan peningkatan produksi tanaman hortikultura yang meliputi Banten, Jabar, Jatim, Jateng, Yogyakarta, dan Bali. &lt;br /&gt;Selain itu, Indonesia juga akan membahas masalah kehilangan produksi akibat kekeringan, pendapatan petani, dan peluang kerja di sektor pertanian. Sektor pertanian merupakan konsumen air tertinggi saat ini di seluruh dunia. Menurut Daniel Zimmer, Direktur Badan Air Dunia yang berbicara pada sesi Virtual Water Trade and Geopolitics, kemarin, sektor pertanian merupakan konsumen air terbesar saat ini. &lt;br /&gt;"Sekitar 70 persen konsumsi air dunia di serap oleh sektor pertanian," ujar Daniel seperti dilaporkan wartawan Pembaruan Setia Lesmana dari Kyoto, Jepang. Sebagai contoh untuk memproduksi satu kilogram beras dibutuhkan 3.000-5.000 liter air untuk menumbuhkan padi hingga panen. &lt;br /&gt;Artinya jika setiap hari, satu keluarga mengkonsumsi beras sebanyak tiga kilo gram maka air yang dikonsumsi melalui padi sebanyak 9.000 - 15.000 liter.&lt;br /&gt;Sementara itu Depkimpraswil menurut Siswoko akan membahas lima topik dalam pertemuan tersebut. Hal pertama meliputi masalah air minum yang aman bagi kesehatan serta sanitasi, kemudian masalah air untuk pangan dan pengembangan permukiman, dan ketiga mengenai pencegahan pencemaran air dan konservasi ekosistem. &lt;br /&gt;Selanjutnya masalah keempat mengenai mitigasi bencana dan manajemen risiko akibat bencana. serta kelima masalah manajemen sumber daya air dan pembagian keuntungan atas pengelolaan air. Rencananya menurut Siswoko, Menkimpraswil Sunarno akan memimpin pembahasan topik keempat yang diikuti beberapa delegasi dari Negara lain.&lt;br /&gt;Hal-hal yang dibahas dalam pertemuan pagi ini selanjutnya akan dibahas dalam ministerial meeting besok (19/2) dan akan dijadikan bahan untuk deklarasi para menteri tanggal 23 Februari nanti.&lt;br /&gt;Beberapa kalangan berharap pemerintah dapat menyuarakan dan memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia untuk mendapatkan akses atas air secara adil dan murah. &lt;br /&gt;"Kita harus berani bersikap independen dari kepentingan negara-negara maju dan raksasa air global yang menginginkan pengelolaan air di Indonesia", ujar Nila Ardianie Direktur Indonesia Forum on Globalization (Infog). Salah satunya mengenai privatisasi air yag akan menguntungkan kepentingan pemodal besar dunia.&lt;br /&gt;Sementara itu Nadia Hadad dari International NGO forum on Indonesia (Infid) menyayangkan ketiadaan koordinasi antardepartemen terkait dalam forum air dunia yang ketiga ini. Ketiadaan koordinasi itu nampak dari terpencarnya delegasi Indonesia berdasarkan kepentingan masing-masing. "Sangat sulit memperjuangkan kepentingan Indonesia jika masing-masing departemen berjalan dengan program sendiri-sendiri," ujarnya kepada Pembaruan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-4282942455636611180?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/4282942455636611180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=4282942455636611180' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/4282942455636611180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/4282942455636611180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2003/03/indonesia-perjuangkan-utang-diganti.html' title='Indonesia Perjuangkan Utang Diganti Penyelamatan Lingkungan'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-8248249015757644926</id><published>2003-03-17T02:12:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T02:14:04.295-08:00</updated><title type='text'>Krisis Air Melanda Dunia Dekade Ini</title><content type='html'>&lt;em&gt;Setiap Hari Terjadi Konflik Akibat Tidak AdaPengelolaan yang Baik&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KYOTO - Stabilitas pendanaan termasuk infrastruktur menuju pengelolaan sumber daya air berkelanjutan sangat diperlukan, demikian juga konservasi atas sumber daya air. Dalam tiga tahun mendatang, diupayakan tersedia dana sebesar 180 miliar dolar AS untuk membenahi infrastruktur air. Krisis sumber daya air dalam dekade ini akan melanda dunia.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian laporan wartawan Pembaruan Setia Lesmana dari Forum Air Dunia ketiga, 3rd World Water Forum (WWF), yang resmi dibuka oleh Putra Mahkota Pangeran Naruhito, di Kyoto, Jepang, Minggu (16/3). &lt;br /&gt;Kegiatan yang dipusatkan di Kyoto International Conference Hall (KICH) itu akan berlangsung 16-23 Maret 2003. WWF kali ini diharapkan dapat menghasilkan aksi-aksi konkret untuk menyelesaikan berbagai permasalahan air di berbagai belahan dunia. &lt;br /&gt;Pangeran Naruhito berharap kegiatan tersebut mampu mengubah fokus kegiatan dari yang bersifat visi menjadi program konkret. Forum diselenggarakan di tengah keprihatinan atas berbagai persoalan air dunia yang diakibatkan buruknya pengelolaan sumber daya air.&lt;br /&gt;Ketua Nasional Steering Committee 3rd WWF, Ryutaro Hashimoto, mengungkapkan, tujuan kegiatan ini adalah mengakhiri ketiadaan akses atas air bersih dan sanitasi dasar hingga separonya. Hashimoto menargetkan hal itu bisa dicapai paling lambat tahun 2015&lt;br /&gt;Sementara itu Presiden Dewan Air Dunia atau World Water Council (WWC), Dr Mahmoud Abu Zeid, dalam sambutannya mengemukakan, WWF diselenggarakan dengan tujuan mengubah perilaku pemerintahan di banyak Negara. WWC mendorong mereka agar menjadikan masalah air sebagai prioritas pembangunannya serta memberikan keadilan dalam hal akses air bagi semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;18 Isu &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 18 isu utama yang dibahas dalam forum air dunia tersebut oleh semua delegasi dari berbagai negara dengan latar belakang berbeda. Semua itu, menurut Abu Zeid, bermuara pada empat aksi yang menuntut implementasi segera. Keempatnya meliputi disepakatinya kode etik pemanfaatan air yang mengatur hak kepemilikan dan akses baik individu, masyarakat ataupun negara.&lt;br /&gt;Saat ini menurut Abu Zeid sudah terkumpul sekitar 80 miliar dolar, dan 100 dolar sisanya diupayakan dari komunitas internasional. Dana itu akan disumbangkan ke berbagai negara yang membutuhkan dengan 50 persen pendanaannya disediakan negara bersangkutan. Perbaikan struktur air meliputi sanitasi, pengelolaan daerah aliran sungai, hydropower, dan pertanian. &lt;br /&gt;Aksi berikutnya menurut Abu Zeid adalah mendorong penggunaan air untuk keamanan dan kedamaian dunia dengan mencegah terjadinya konflik berkepanjangan. Terakhir, adalah prioritas penanganan dan pembenahan masalah air di negara-negara berkembang di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.&lt;br /&gt;Hal-hal tersebut sangat mendesak dilakukan mengingat pada 2005 tercatat 2,7 miliar manusia atau 1/3 penduduk dunia akan mengalami kesulitan air. Lebih dari 1.200 miliar manusia atau satu dari empat orang di dunia kehilangan akses terhadap air. Sementara itu sekitar tiga miliar orang atau satu dari tiga penduduk dunia tidak memiliki sanitasi. &lt;br /&gt;Akibatnya menurut Abu Zeid timbul berbagai macam penyakit yang membunuh lima juta manusia setiap tahunnya, dan lebih dari dua juta balita menderita diare. Lebih memprihatinkan lagi terjadi eskalasi konflik dalam hal akses atas air di berbagai belahan dunia yang juga disebabkan manajemen sumber daya air yang salah. Menurut Abu Zeid, setiap hari terjadi konflik yang diakibatkan tidak adanya pengelolaan yang baik atas 300 sungai di seluruh dunia.&lt;br /&gt;Presiden WWC, William Cosgrove, juga memprediksi krisis air dunia akan semakin hebat dan akut di masa mendatang jika pemerintahan di berbagai negara tidak segera memprioritaskan air dalam pembangunan dan investasi mereka. Sedangkan PBB melaporkan 20 tahun lagi pasokan air rata-rata per orang akan turun menjadi satu per tiganya. &lt;br /&gt;Pada akhirnya, dengan demikian, persoalan air dunia akan bergeser ke persoalan mobilitas dan pengelolaan sumber daya air, ujar Abu Zeid yang juga Menteri Sumber Daya Air dan Irigasi Mesir. Hingga abad ke-21 ini kemampuan mengelola sumber daya air masih menjadi masalah di berbagai belahan dunia, yang berakibat terjadinya eskalasi konflik, kata Abu Zeid. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi-inovasi dalam pengelolaan komoditas penting tersebut dengan melindungi ekosistem. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masalah Krusial&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 10.000 peserta dari berbagai kalangan dan berbagai negara mengikuti kegiatan tiga tahunan tersebut. Tidak kurang dari 1.300 wartawan dari berbagai negara hadir untuk meliput kegiatan itu. Menurut Sekretaris Umum 3rd WWF, Hideaki Oda, hal itu menunjukkan betapa air di masa datang akan menjadi masalah krusial di hampir semua negara di dunia.&lt;br /&gt;WWF merupakan forum air sedunia yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali oleh WWC, sebuah lembaga penghasil kebijakan air internasional. Pada awal tahun 1990-an berdiri International Water Resources Association (IWRA) yang merupakan cikal bakal WWC yang resmi berdiri tahun 1994. WWF pertama kali diselenggarakan di Marrakech, Maroko, pada Maret 1997, dan dilanjutkan dengan pertemuan kedua pada 2000 di Belanda.&lt;br /&gt;Secara langsung atau tidak langsung, kegiatan itu telah memberikan pengaruh terhadap paradigma pengelolaan air bersih dunia serta berbagai persoalan air lainnya. Setelah penyelenggaraan WWF pertama pada 1997, berbagai forum dan program diselenggarakan untuk membahas persoalan air di seluruh dunia. Pembahasan kemudian dipertajam dalam konferensi internasional masalah air bersih di Bonn, Jerman, pada 2001, sebagai bahan untuk World Summit on Sustainable Development (WSSD) di Johannesburg, Afrika Selatan, 2002.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-8248249015757644926?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/8248249015757644926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=8248249015757644926' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/8248249015757644926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/8248249015757644926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2003/03/krisis-air-melanda-dunia-dekade-ini.html' title='Krisis Air Melanda Dunia Dekade Ini'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-4365678415669286929</id><published>2003-02-20T02:23:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T02:25:48.773-08:00</updated><title type='text'>Selamatkan Hutan Mangrove Sekarang!</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;Setia Lesmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Seperti tahun-tahun sebelumnya, banjir melanda berbagai kota di Indonesia. Berbagai upaya dikerahkan, namun tetap saja banjir tetap melanda. Malah intensitasnya kian membesar. Bisa dimaklumi karena perhatian kita terhadap hutan mangrove sangat minim atau kalau boleh dikata hampir nol besar.&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAMPAK dari keteledoran itu sudah bisa diduga. Hampir semua kota yang berada di dataran rendah di bibir pantai yang tak berhutan mangrove terendam air. Coba lihat Jakarta. Kawasan yang tadinya dihuni tumbuhan penangkal gelombang itu telah berubah fungsi.&lt;br /&gt;Ada yang dibuka untuk tambak udang dan sejenisnya. Dan yang lebih tragis lagi, banyak di antaranya yang disulap menjadi kawasan permukiman. &lt;br /&gt;Akibatnya, daerah yang tadinya menjadi resapan air itu tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Lebih parah lagi, hilangnya rerimbunan mangrove itu mengakibatkan intrusi air laut ke darat menjadi lebih bebas. Air laut bebas masuk hingga ke pedalaman.&lt;br /&gt;"Gelombang yang melalui suatu penghalang akan mengalami perubahan tinggi dan energinya. Begitu juga dengan gelombang yang melewati pohon mangrove, tinggi dan energi gelombang tersebut akan berkurang," kata Guru Besar Jurusan Teknik Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang juga Dirjen Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Prof Dr Widi A Pratikto.&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan kalau air laut sedang pasang dan bersamaan dengan itu turun curah hujan. Maka banjir pun tak bisa dielakkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusak Parah&lt;br /&gt;Widi yang pernah meriset peran mangrove di Teluk Grajagan, Banyuwangi, Jawa Timur, menyayangkan keberadaan kawasan hutan mangrove di seluruh Indonesia yang kian rusak parah. Penyebab utama dari kerusakan itu adalah tekanan penduduk yang tinggi sehingga konversi hutan mangrove juga kian tinggi. &lt;br /&gt;Selain lahannya dikonversi, kayunya pun biasanya dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan seperti kayu bakar, arang, kertas, dan rayon. Hal itu diperparah dengan kondisi ekonomi masyarakat pesisir yang relatif miskin.&lt;br /&gt;Di samping itu, masyarakat juga kurang sadar terhadap fungsi ekosistem mangrove. Bahkan banyak kalangan birokrat yang berpikiran keliru tentang ekosistem mangrove.&lt;br /&gt;Mangrove dianggap sebagai tempat yang kotor untuk bersarang dan berkembangbiaknya nyamuk malaria, lalat, dan berbagai jenis serangga lainnya. Hal tersebut telah mendorong terjadinya pembabatan mangrove yang berlebihan guna mengatasi timbulnya wabah penyakit tersebut.&lt;br /&gt;Anggapan seperti itu patut disesalkan. Jika kondisi ekosistem mangrove masih terjaga baik maka akan mampu menjaga keseimbangan habitat nyamuk malaria sehingga tidak memungkinkan malaria berubah menjadi wabah penyakit bagi manusia. Persepsi lain yang keliru adalah mangrove tidak dipandang sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomis tinggi bila dibandingkan dengan usaha budidaya perikanan. Fakta menunjukkan, di kawasan dimana mangrove dikonversi secara total untuk budi daya tambak maka tingkat kesejahteraan petani masih tetap saja menderita.&lt;br /&gt;Hal itu disebabkan besarnya biaya yang harus ditanggung petambak untuk mengendalikan hama dan penyakit karena menurunnya kualitas lingkungan sebagai akibat hilangnya hutan mangrove tersebut. Banyak contoh kasus seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakannya 87,5 Persen&lt;br /&gt;Menyedihkan memang, dalam satu dekade terakhir ini kerusakan hutan mangrove sudah pada tingkat kritis. Berdasarkan inventarisasi Direktorat Jenderal Rehabilitasi dan Perhutanan Sosial (RLPS) Departemen Kehutanan tahun 1999, dari seluas 8,6 juta hektare (ha) hutan mangrove (yang mana 3,8 juta ha berada di kawasan hutan dan 4,8 juta ha di kawasan nonhutan), telah mengalami kerusakan seluas 44,7 persen pada kawasan hutan. &lt;br /&gt;Bahkan kerusakan lebih parah lagi terjadi di kawasan nonhutan yang mencapai 87,5 persen. Angka kerusakan itu memang bukan main tingginya.&lt;br /&gt;Beruntung kita masih diberi hamparan luas mangrove. Potensi mangrove Indonesia memang masih luas dibandingkan dengan negara lain. Dari sekitar 15,9 juta ha hutan mangrove yang terdapat di seluruh dunia, sekitar 27 persennya berada di Indonesia. &lt;br /&gt;Jika saja kerusakan demi kerusakan tak lagi dihentikan, kita pun bakal menjadi negara terparah yang tidak bisa mengonservasi hutan mangrovenya. Semua stakeholder harus bersatu menanganinya. Tanpa usaha bersama akan sia-sia. Dan itu berarti bencana demi bencana akan datang silih berganti.&lt;br /&gt;Di atas kertas sebenarnya sudah ada payung yang memagarinya. Pemerintah Indonesia merupakan salah satu negara yang turut meratifikasi Konvensi Lahan Basah dengan terbitnya Keppres 48 Tahun 1999. &lt;br /&gt;Dalam konvensi tersebut ekosistem mangrove dikategorikan sebagai ekosistem lahan basah yang harus dilindungi. Sayangnya, apa yang tertera di atas kertas tidak semudah ketika mengimplementasikannya di lapangan.&lt;br /&gt;Hal itu diperparah dengan penegakan hukum yang belum memadai jika terjadi pelanggaran atas eksploitasi yang semena-mena. Salah satu bentuk pelanggaran yang belum ada pengenaan sanksinya adalah tentang ketentuan perlindungan jalur hijau mangrove.&lt;br /&gt;Dalam UU No 41 Tahun 1999 ditetapkan bahwa setiap orang dilarang melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan dengan radius atau jarak sampai dengan 130 kali selisih pasang tertinggi dan pasang terendah dari tepi pantai. &lt;br /&gt;Namun, pelanggaran terhadap UU itu masih terus berlangsung dan sampai kini tak ada penegakan hukum yang memadai. Akibatnya, semakin banyak pelanggaran yang terjadi tanpa bisa tersentuh oleh hukum.&lt;br /&gt;Akankah kita biarkan terus kerusakan ekosistem mangrove? Jawabnya, tergantung kepada kepedulian kita bersama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-4365678415669286929?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/4365678415669286929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=4365678415669286929' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/4365678415669286929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/4365678415669286929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2003/02/selamatkan-hutan-mangrove-sekarang.html' title='Selamatkan Hutan Mangrove Sekarang!'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2946631784772329082.post-5521496769119402802</id><published>2002-11-26T06:44:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T00:12:42.285-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Tulisan'/><title type='text'>Selamatkan Penyu Kepulauan Derawan</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;Setia Lesmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Tulisan Lama, dibuat tahun 2002]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahang, aktifis pemantau penyu di Pulau Sangalaki, Kabupaten Berau hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saat Pembaruan mengkonfirmasi isu penyelundupan telur penyu dari pulau itu. Sejak P Sangalaki ditetapkan sebagai zona terlarang untuk pengambilan telur penyu, beragam isu diributkan pihak yang tidak menyetujui konservasi penyu. Arahnya gampang ditebak, para pebisnis telur penyu itu berharap Pemda Kabupaten Berau, Kaltim membatalkan keputusan menjadikan Sangalaki sebagai zona konservasi.&lt;br /&gt;Bisnis telur penyu hijau (Chelonia mydas) di kepulauan Derawan memang sangat menggiurkan. Sebelum diberlakukannya kebijakan konservasi, bisnis telur penyu diperkirakan beromzet lebih dari Rp 2 milyar. Berdasarkan data dari Pemda Kabupaten Berau, tahun 1999 terdapat 27.120 sarang penyu dengan produksi telur mencapai 2.535.280 butir per tahun. Saat ini di Berau, telur penyu di jual seharga Rp 2.500 per butir. Sedangkan di Samarinda, sepanjang jalan S Mahakam, telur penyu paling murah di jual seharga Rp 3.500 per butir. Selama ini Pemda Berau memberlakukan sistem tender bagi kalangan pengusaha untuk mendapatkan konsesi pengambilan telur penyu di kepulauan Derawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus Berkurang&lt;br /&gt;Namun akibat eksploitasi yang berlebihan jumlah tersebut dari tahun ke tahun terus melorot drastis. Tercatat tahun 2000 saja tersisa 14.078 sarang dengan 1.322.732 butir telur penyu dengan tren yang terus berkurang. Perkembangan tersebut membuat kalangan pegiat lingkungan kian gerah. Beberapa LSM seperti Turtle Foundation, Yayasan Kehati, dan Yayasan Kalbu meminta Pemda untuk menyelamatkan hewan yang menjadi lambang Kabupaten Berau tersebut. Berbagai forum pertemuan pun di gelar agar Pemda mau memberlakukan kebijakan konservasi dan akhirnya Pemda pun setuju P Sangalaki dijadikan  zona konservasi penyu.&lt;br /&gt;P Sangalaki merupakan satu dari lima pulau yang tersisa yang menjadi tempat bagi penyu bertelur. Pulau ini memiliki potensi telur penyu sebesar 40% dari total telur yang dihasilkan di Kepulauan Derawan. Sedangkan 60 persen sisanya tersebar di empat pulau yakni Pulau Bilang-bilangan, Pulau Blambangan, Pulau Mataha dan Pulau Sambit. Atas bantuan Pemerintah Jerman, di P Sangalaki didirikan stasiun monitoring dan penelitian penyu yang dalam pengelolaannya Pemda dibantu oleh Turtle Foundation, Yayasan Kehati, dan WWF. Secara operasional stasiun monitoring tersebut mulai berjalan awal tahun 2002 lalu.&lt;br /&gt;Sejak adanya stasiun monitoring dan penelitian tersebut, setiap malam tak kurang 1.800 ekor tukik (anak penyu) yang dilepas ke laut, Ujar Ahang. Sehingga setiap tahun diperkirakan lebih dari 600 ribu tukik yang di lepas ke laut dari P Sangalaki. Meski keberhasilan tersebut patut disyukuri, namun para pegiat lingkungan tetap harus waspada terhadap ancaman eksploitasi telur penyu. “Salah satunya adalah upaya untuk menggagalkan konservasi penyu di P Sangalaki ini,” ujar Ahang lirih. &lt;br /&gt;Ancaman lainnya juga tak kalah berbahayanya seperti penangkapan penyu dewasa untuk di jual di Bali. Menurut Nursalim, pegiat konservasi penyu di Pulau Derawan, sudah berulangkali kapal-kapal dari Bali tertangkap tangan sedang memburu penyu di kepulauan Derawan. Dengan pengawasan yang sangat minim dari parat selama ini, ancaman tersebut sangat berbahaya bagi kelestarian penyu Kepulauan Derawan, ujarnya. Oleh karena itu Nursalim meminta pemerintah bertindak tegas melarang perdagangan penyu yang masih marak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Satu Persen&lt;br /&gt;Belum lagi tergerusnya kawasan lamun (sea grass) di kepulauan Derawan yang merupakan tempat makan dan pembesaran penyu. Berbagai aktivitas yang merusak seperti menangkap ikan dengan menggunakan bom dan racun merupakan ancaman yang sangat serius.&lt;br /&gt;Menurut Prof Dr Dietriech G Bengen, Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga Deputy Chief Mitra Pesisir, dari seluruh tukik yang dilepas ke laut hanya 1 persen saja yang hidup sampai dewasa. Artinya setiap tahun hanya bertambah 6.000 ekor penyu dewasa. Oleh karena itu bukan hanya konservasi telur penyu saja yang harus dilakukan namun juga pengawasan terhadap penangkapan penyu dewasa. Selain itu penerapan konservasi harus mencakup seluruh kawasan dalam arti zona pemanfaatan dan zona terlarang bagi eksploitasi diatur jelas. &lt;br /&gt;Penyu dalam kehidupannya memerlukan berbagai habitat sesuai kebutuhan, ujar Dietriech. Yakni habitat untuk mencari makan (feeding ground), habitat untuk melangsungkan perkawinan (meeting area), habitat untuk beristirahat (resting area) dan habitat untuk bertelur (nesting area). Dietriech mencontohkan ekosistem padang lamun di sekitar Pulau Samama sebagai kawasan yang harus dijaga kelestariannya. “Jangan sampai ekosistem lamun disana hancur karena penyu akan kehilangan tempat mencari makan dan tempat mengasuh anak-anaknya,” ujar pakar kelautan IPB itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan Terbuka&lt;br /&gt;Namun demikian, penerapan konservasi di kepulauan Derawan sangat berbeda dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia. “Kepulauan Derawan merupakan kawasan dengan akses terbuka dan bukan kawasan lindung,” ujar Dietriech. Dengan demikian, penetapan konservasi di kepulauan Derawan harus berdasarkan kesepakatan bersama seluruh stake holder yang ada. Dengan begitu konflik kepentingan yang bakal timbul bisa diminimalisir berdasarkan aturan main yang disepakati bersama itu.&lt;br /&gt;Hal senada juga diungkapkan oleh Dr Budi Wiryawan, Eco-regional Planning Associate, The Nature Conservancy (TNC). Menurut Budi, TNC menawarkan pola manajemen kolaborasi untuk konservasi di Kepulauan Derawan. Menurut Budi, berbagai ancaman terhadap kelestarian sumber daya hayati di sana disebabkan adanya persepsi masyarakat yang bersumber pada pengertian bahwa sumber daya laut bersifat sumber daya akses terbuka (open access resource).&lt;br /&gt;Sifat ini mempunyai kecenderungan pada pemanfaatan sumber daya secara berlebihan, baik secara ekonomi mau pun secara biologi. Kalau pemanfaatan sumber daya perikanan itu dilakukan tanpa batas maka sumber daya tersebut akan mengalami degradasi. Karena itu, peran masyarakat dalam upaya pengelolaan sumber daya laut merupakan hal penting untuk mengantisipasi berbagai ancaman dan konflik yang terjadi. &lt;br /&gt;Dengan konsep manajemen kolaborasi, masyarakat hingga ke level bawah bukan saja terlibat namun memiliki pengertian yang sama tentang pentingnya konservasi. Tanpa pemahaman yang kuat, sangat sulit menyudahi eksploitasi dengan cara-cara yang selama ini mereka lakukan, karena disitulah sumber penghasilan mereka. Oleh karena itu, harus juga dipikirkan alternatif pendapatan masayarakat yang tidak merusak sumber daya hayati di Kepulauan Derawan, ujar Budi.&lt;br /&gt;Saat ini TNC bersama beberapa lembaga terkait berupaya merangkul semua stake holder untuk memikirkan konsep pengelolaan kolaborasi yang tepat bagi Kepulauan Derawan. Hal ini terutama berkaitan erat dengan kebijakan tata ruang yang akan diterapkan nantinya. Selain itu sumber-sumber penghasilan alternatif juga mesti dikembangkan secara bijak, ujar Budi. Dengan demikian penyelamatan penyu di kepulauan Derawan dirasakan sebagai tanggung jawab bersama. Sehingga apabila terjadi pelanggaran, sanksinya pun dilakukan secara bersama-sama pula.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2946631784772329082-5521496769119402802?l=bapanabilly.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bapanabilly.blogspot.com/feeds/5521496769119402802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2946631784772329082&amp;postID=5521496769119402802' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/5521496769119402802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2946631784772329082/posts/default/5521496769119402802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bapanabilly.blogspot.com/2008/11/selamatkan-penyu-kepulauan-derawan.html' title='Selamatkan Penyu Kepulauan Derawan'/><author><name>Bapanabilly</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09156219700138850828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_pkvdhoHPyOk/SD4d7pL-kXI/AAAAAAAAAAw/lzwHJuZbIVA/S220/Ueno-P11.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
